CNBC Awards
Hashy AI

Kerja Lebih Mudah dengan Hashy AI.

AI dalam sistem bisnis yang tuntaskan semua pekerjaanmu.

Hai, Hashy! Tolong buatkan perbandingan P&L Q2 vs Q1

Laporan Perbandingan P&L Q2 vs Q1

2MB, File XLSX

Buka Simpan
Berapa prediksi permintaan Kaos Polo di Q1 2026?
Prediksi permintaan Kaos Polo Q1 2026 stabil, dengan sedikit kenaikan di Februari dan permintaan konsisten sepanjang Maret.
Tren Permintaan Q1 2026
528 pcs
Hai, Hashy! Bisa tampilkan laporan kehadiran hari ini?
Laporan Kehadiran Hari ini
Departemen Hadir Rate
Produk 64/69 93%
Marketing 44/47 94%
Lihat Semua Departemen

Ingin Membuat Surat Peringatan Kerja? Ketahui Ketentuan dan Contohnya!

Diterbitkan:

Banyak tim HR kebingungan saat harus mengeluarkan surat peringatan seperti format apa yang benar, kapan waktunya, dan bagaimana agar tidak salah secara hukum?

Kesalahan dalam membuat SP bisa berujung pada konflik hubungan industrial yang merugikan perusahaan.

Di artikel ini, kami jelaskan ketentuan legal, format yang tepat, dan contoh SP1–SP3 yang bisa langsung Anda gunakan.

Key Takeaways

  • Surat peringatan merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan kepada karyawan sebagai bentuk peneguran atas pelanggaran terhadap aturan, kebijakan, atau standar kerja yang telah ditetapkan.
  • Surat peringatan bukan sekadar teguran, tetapi bagian dari sistem disiplin yang profesional.
  • Surat peringatan berfungsi sebagai bukti tertulis yang melindungi perusahaan dari risiko konflik atau hukum.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Pengertian Surat Peringatan

      Surat peringatan merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan kepada karyawan sebagai bentuk peneguran atas pelanggaran terhadap aturan, kebijakan, atau standar kerja yang telah ditetapkan.

      Dokumen ini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi formal, tetapi juga sebagai bagian dari mekanisme pembinaan dan pengendalian disiplin kerja.

      Dengan adanya surat peringatan, perusahaan memiliki dasar administratif yang jelas dalam mencatat riwayat pelanggaran sekaligus memberikan kesempatan kepada karyawan untuk memperbaiki kinerjanya sebelum diambil tindakan lanjutan.

      Baca juga: Surat Perjanjian Kerja| Hal Penting, Jenis, dan Contohnya

      Ketentuan SP berdasarkan Undang-Undang (UU)

      Setelah Anda memiliki pemahaman dasar mengenai surat teguran karyawan ini, Anda juga perlu  memahami pedoman hukum yang mengaturnya. Ada perlindungan terhadap hak-hak pekerja yang bekerja pada suatu perusahaan.

      Sehingga, Anda harus mematuhi beberapa hal sebelum membuat surat teguran ini. Lalu, apa saja aturan yang menjadi acuan penulisan surat ini? Ketentuan ini terdapat dalam UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 Pasal 161 yang tertulis sebagai berikut: 

      1. Dalam hal pekerja/buruh melakukan pelanggaran ketentuan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama, pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja, setelah kepada pekerja/buruh yang bersangkutan diberikan surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga secara berturut-turut. 
      2. Surat peringatan sebagaimana dalam ayat (1) masing-masing berlaku untuk paling lama 6 (enam) bulan, kecuali ditentukan lain dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama. 
      3. Pekerja/buruh yang mengalami pemutusan hubungan kerja dengan alasan sebagaimana dalam ayat (1) memperoleh uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4).
      download skema harga software erp
      download skema harga software erp

      Contoh Surat Teguran untuk Karyawan Anda  

      Pada umumnya, isi dari surat peringatan ini mencakup data diri karyawan, jenis pelanggaran, serta sanksi yang perusahaan berikan. Terdapat beberapa jenis surat peringatan kerja yang perusahaan berikan sesuai dengan pelanggarannya. Untuk memudahkan Anda dalam membuat surat teguran, berikut contoh yang dapat Anda jadikan sebagai panduan:

      • Contoh Surat Peringatan 1 (SP1)

      Apabila kesalahan pegawai masih relatif kecil, biasanya perusahaan akan memberikan surat teguran pertama. Surat ini bertujuan untuk membantu karyawan memperbaiki sikapnya dan menghindari PHK. Contoh kesalahan karyawan yang menerima surat SP1 ini seperti pelanggaran SOP, tidak mencapai target, atau seputar absen. Berikut ini merupakan contoh surat teguran pegawai SP1:

      surat peringatan
      Sumber: suratresmi.com
      • Contoh Surat Peringatan 2 (SP2)

      Surat teguran karyawan tahap 2 ini akan perusahaan berikan ketika karyawan tetap melakukan kesalahan yang sama dan tidak menunjukkan perubahan. Dalam surat ini, biasanya perusahaan akan memberikan keterangan sanksi untuk karyawan yang bersangkutan.

      Sanksi dapat berupa pemotongan gaji, insentif, atau tindakan lainnya. Berikut ini adalah contoh surat teguran untuk pegawai SP2.

      contoh surat sp2
      Sumber: isplbwiki.net
      • Contoh Surat Peringatan 3 (SP3)

      Bagian HR akan menerbitkan SP3, apabila karyawan yang bersangkutan masih melakukan hal yang merugikan perusahaan setelah mendapatkan SP2. Adapun contoh surat SP3 sebagai berikut:

      surat peringatan

      Hal yang Perlu HR Perhatikan setelah Membuat Surat Peringatan 

      Mencari solusi atas turunnya produktivitas karyawan merupakan tugas dari HR suatu perusahaan. Dengan penanganan yang tepat, divisi HR tidak perlu mengeluarkan SP karyawan atau memberlakukan PHK. Barangkali karyawan membutuhkan motivasi kerja atau diskusi mengenai permasalahan pribadi yang sedang mereka hadapi. 

      Pastikan Anda mampu memahami pengelolaan produktivitas karyawan dengan baik. Misalnya dengan memberikan motivasi, memberikan konseling, dan memperhatikan kinerja dari karyawan tersebut. Setelah itu, pantau kembali bagaimana kinerja karyawan, apakah sudah meningkat atau belum.

      Hal ini akan pastinya dapat menentukan kebijakan perusahaan kedepannya. Dengan begitu, karyawan akan bekerja dengan lebih produktif dan PHK juga dapat perusahaan minimalisir.

      Sistem HRIS untuk Divisi HR

      dashboard otomasi surat peringatan

      Sistem HRIS membantu divisi HR dalam pembuatan surat peringatan dengan otomatisasi proses. HRIS menyediakan template surat peringatan yang sesuai dengan kebijakan perusahaan dan peraturan ketenagakerjaan.

      Dengan fitur pengelolaan data karyawan, HR dapat melacak catatan pelanggaran, absen, atau kinerja yang menjadi dasar pemberian SP. Lebih lanjutnya, sistem HRIS perusahaan juga bisa mengelola berbagai jenis absen, seperti salah satunya adalah absen pekerja proyek

      Selain itu, HRIS memudahkan distribusi SP secara digital dan memungkinkan pelacakan respons atau tindak lanjut dari karyawan terkait surat tersebut, sehingga proses lebih efisien dan terorganisir. 

      Kesimpulan 

      Surat Peringatan Kerja (SP) merupakan bentuk pembinaan perusahaan yang bertujuan untuk menyadarkan karyawan agar tidak mengulangi pelanggaran. Pemberian SP harus mengikuti ketentuan UU Ketenagakerjaan dan peraturan perusahaan yang berlaku.

      Bagi tim HR yang mengelola banyak karyawan, penggunaan sistem HRIS dapat membantu mengotomatisasi pembuatan dan pelacakan surat peringatan. Pastikan sistem yang dipilih dapat terintegrasi dengan data kehadiran dan kinerja karyawan untuk dokumentasi yang lengkap.

      Template surat peringatan di artikel ini dapat digunakan sebagai referensi dan disesuaikan dengan kebijakan perusahaan masing-masing.

      Pertanyaan Seputar Surat Peringatan

      • Apakah karyawan bisa menolak surat peringatan?

        Karyawan dapat menyampaikan keberatan, namun surat peringatan tetap dapat berlaku sebagai dokumen resmi perusahaan.

      • Apa fungsi utama surat peringatan bagi perusahaan?

        Sebagai alat penegakan disiplin, dokumentasi pelanggaran, dan dasar pengambilan keputusan terkait tindakan selanjutnya.

      • Apakah semua pelanggaran harus diberi surat peringatan?

        Tidak selalu. Untuk pelanggaran ringan, perusahaan bisa memberikan teguran lisan terlebih dahulu sebelum berlanjut ke surat peringatan.

      Kinan Eliana

      Content Writer

      Kinan telah berpengalaman selama 3 tahun di bidang content writing untuk industri manufaktur, konstruksi, dan retail. Ia secara konsisten mengulas topik terkait proses operasional bisnis manufaktur, manajemen omnichannel, manajemen proyek, serta implementasi teknologi digital untuk proses bisnis.

      Jessica adalah seorang pakar yang memiliki gelar Bachelor of Science (BSc) dalam Psychology dari University of London yang didukung oleh pemahaman mendalam tentang perilaku manusia dan dinamika organisasi. Latar belakang psikologi ini memberikan keahlian khusus dalam memahami motivasi karyawan, mengelola pengembangan talenta, dan menciptakan kerja sama yang harmonis di dalam tim.. Selama sembilan tahun terakhir, Jessica mendalami bidang Human Resource Management, mengembangkan keahlian dalam strategi rekrutmen, pengelolaan kinerja, pengembangan organisasi, serta implementasi kebijakan HR yang mendukung budaya kerja positif dan pertumbuhan perusahaan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya