Mengelola karyawan hari ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan intuisi atau pengalaman semata. Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, keputusan terkait rekrutmen, produktivitas, hingga retensi karyawan perlu didasarkan pada data yang akurat dan terukur.
Bahkan, riset CIPD menunjukkan perusahaan dengan performa kuat lebih banyak memiliki akses ke dashboard people data (73%) dibanding perusahaan berperforma rata-rata (50%), yang menandakan data SDM makin menjadi fondasi pengambilan keputusan.
Di sinilah people analytics berperan sebagai pendekatan strategis yang membantu perusahaan memahami pola perilaku, kinerja, dan potensi tim secara lebih objektif.
Dengan memanfaatkan data HR seperti absensi, performa, hingga tingkat turnover, analisi karyawan memungkinkan manajemen mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat sasaran.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Apa itu People Analytics?
People analytics adalah pendekatan berbasis data yang digunakan perusahaan untuk memahami, mengukur, dan meningkatkan kinerja karyawan secara lebih objektif. Bukan sekadar melihat laporan absensi atau penilaian tahunan, melainkan menganalisis berbagai data SDM untuk menemukan pola yang memengaruhi produktivitas dan retensi.
Melalui people analytics data seperti performance review, durasi kerja, efektivitas pelatihan, hingga tingkat turnover diolah menjadi insight yang relevan bagi manajemen.
Dari sini, Anda bisa mengetahui faktor apa yang membuat karyawan bertahan, siapa yang berpotensi berkembang lebih cepat, atau divisi mana yang membutuhkan intervensi strategis.
Manfaat People Analytics di Perusahaan
People analytics memiliki beberapa manfaat bagi perusahaan diantaranya:
- Meningkatkan kualitas pengambilan keputusan: Keputusan terkait rekrutmen, promosi, hingga evaluasi kinerja tidak lagi berbasis intuisi semata, tetapi didukung data yang terukur dan relevan.
- Mengurangi tingkat turnover karyawan: Dengan menganalisis pola resign dan faktor penyebabnya, perusahaan dapat mengambil langkah preventif sebelum kehilangan talenta terbaik.
- Mengoptimalkan produktivitas tim: Data performa membantu manajemen memahami hambatan kerja, beban yang tidak merata, serta area yang perlu ditingkatkan agar output lebih maksimal.
- Menyusun strategi rekrutmen yang lebih tepat: Perusahaan dapat mengidentifikasi karakteristik kandidat yang paling sesuai dengan budaya dan kebutuhan bisnis berdasarkan data historis.
- Mendukung perencanaan tenaga kerja: Dengan proyeksi berbasis data, perusahaan dapat mempersiapkan kebutuhan SDM sesuai rencana ekspansi atau perubahan strategi bisnis.
Melalui pendekatan ini, fungsi HR tidak lagi sekadar administratif, tetapi menjadi mitra strategis yang berkontribusi langsung pada pertumbuhan perusahaan.
Perkembangan People Analytics dalam SDM Modern
Awalnya, analisis SDM hanya berfokus pada laporan historis seperti absensi atau turnover. Namun saat ini, perusahaan mulai memanfaatkan analisis prediktif untuk memperkirakan kinerja karyawan di masa depan.
Hal ini membantu manajemen mengambil langkah antisipatif sebelum masalah terjadi. Berikut beberapa bentuk perkembangan people analytics dalam praktik SDM modern:
1. Peralihan dari deskriptif ke prediktif
Awalnya, analisis SDM hanya berfokus pada laporan historis seperti absensi atau turnover. Saat ini, perusahaan mulai memanfaatkan analisis prediktif untuk memperkirakan risiko resign, kebutuhan rekrutmen, hingga potensi kinerja karyawan di masa depan. Hal ini membantu manajemen mengambil langkah antisipatif sebelum masalah terjadi.
2. Integrasi dengan sistem HR digital
Perkembangan teknologi HRIS dan sistem terintegrasi membuat data karyawan terkumpul secara otomatis dan real-time. People analytics kini tidak lagi bergantung pada spreadsheet manual, tetapi terhubung langsung dengan payroll, performance management, hingga learning system sehingga insight yang dihasilkan lebih akurat dan cepat.
3. Fokus pada employee experience
SDM modern tidak hanya mengejar produktivitas, tetapi juga pengalaman kerja yang sehat dan berkelanjutan. Dengan menganalisis data engagement, beban kerja, dan umpan balik karyawan, perusahaan dapat merancang kebijakan yang lebih manusiawi tanpa mengabaikan target bisnis.
4. Penguatan peran HR sebagai strategic partner
Analisis karyawan mendorong HR untuk berbicara dalam bahasa bisnis, yaitu data dan dampak finansial. Insight yang dihasilkan dapat menunjukkan korelasi antara kinerja karyawan dengan revenue, efisiensi biaya, atau pertumbuhan perusahaan, sehingga posisi HR semakin strategis di level manajemen.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa pengelolaan SDM modern tidak lagi bersifat reaktif. Dengan dukungan analisis karyawan, perusahaan dapat membangun strategi talenta yang lebih terarah, terukur, dan selaras dengan visi jangka panjang.
Studi Kasus People Analytics bagi Perusahaan
Banyak perusahaan menyadari bahwa keputusan terkait karyawan sering kali diambil berdasarkan asumsi atau pengalaman semata. Padahal, tanpa data yang terukur, sulit mengetahui apakah strategi SDM benar-benar berdampak pada produktivitas dan profitabilitas. Di sinilah people analytics membantu perusahaan melihat gambaran yang lebih jelas dan terarah.
Sebagai contoh, Buma Perindahindo menghadapi tantangan dalam memantau performa karyawan lintas divisi serta mengelola data SDM yang tersebar di berbagai sistem. Proses evaluasi menjadi lambat, dan manajemen kesulitan mengidentifikasi faktor yang memengaruhi efektivitas tim di lapangan.
Setelah menggunakan sistem HR terintegrasi dari HashMicro, Buma Perindahindo mulai memanfaatkan data karyawan secara lebih strategis. Informasi terkait absensi, performa, hingga capaian KPI dapat dianalisis dalam satu dashboard sehingga manajemen mampu mengambil keputusan yang lebih cepat dan objektif.
Hasilnya, perusahaan tidak hanya mendapatkan transparansi data, tetapi juga insight untuk menyusun strategi pengembangan talenta yang lebih tepat sasaran. Studi kasus ini menunjukkan bahwa analisis karyawan bukan sekadar konsep, melainkan pendekatan praktis yang membantu bisnis mengelola SDM secara lebih terukur dan berdampak langsung pada kinerja perusahaan.
Kesimpulan
People analytics adalah pendekatan strategis yang membantu perusahaan mengelola SDM berdasarkan data, bukan sekadar asumsi. Dengan menganalisis informasi seperti kinerja, produktivitas, hingga tingkat turnover, perusahaan dapat memahami faktor yang benar-benar memengaruhi keberhasilan tim dan mengambil keputusan yang lebih terukur.
Secara lebih spesifik, penerapan people analytics memungkinkan manajemen menyusun strategi rekrutmen, pengembangan, hingga retensi karyawan yang selaras dengan tujuan bisnis. Jika Anda ingin mengoptimalkan pengelolaan SDM berbasis data secara lebih efektif dan terintegrasi, konsultasikan bisnis Anda dengan tim expert kami.
Pertanyaan Seputar People Analytics
-
Apa perbedaan People Analytics dan HR Analytics?
Keduanya sering digunakan secara bergantian, namun People Analytics biasanya memiliki cakupan yang lebih luas. HR Analytics cenderung fokus pada metrik operasional SDM, sementara People Analytics menghubungkan data karyawan dengan dampaknya terhadap kinerja dan pertumbuhan bisnis.
-
Mengapa People Analytics penting bagi perusahaan?
People Analytics membantu manajemen memahami faktor yang memengaruhi produktivitas dan retensi karyawan. Dengan data yang terukur, perusahaan dapat menyusun strategi rekrutmen, pengembangan, dan engagement yang lebih tepat sasaran.
-
Data apa saja yang digunakan dalam People Analytics?
Data yang umum dianalisis meliputi absensi, performa, KPI, tingkat turnover, hasil pelatihan, engagement survey, hingga data rekrutmen. Semua data tersebut diolah untuk menghasilkan insight yang relevan bagi manajemen.




