CNBC Awards
×

THR Spesial untuk Bisnis Anda!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

Asset Hierarchy: Cara Mengelola Maintenance Lebih Mudah

Diterbitkan:

Pernahkah Anda berpikir bagaimana mengelola ribuan aset agar lebih mudah dipahami dan dianalisis? Di tengah kompleksitas data perusahaan, asset hierarchy hadir untuk menyusun informasi menjadi struktur yang rapi, yang memudahkan manajemen dalam mengoptimalkan aset secara efisien.

Asset hierarchy merupakan cara mengelompokkan aset perusahaan dalam tingkatan logis, dari unit terkecil sampai ke sistem utama. Dengan struktur ini, biaya operasional menjadi lebih terkendali dan setiap komponen aset bisa dimonitor serta dioptimalkan secara tepat.

Key Takeaways

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Mengenal Lebih Dalam Tentang Asset Hierarchy

      Asset hierarchy adalah cara menyusun aset fisik perusahaan dalam struktur bertingkat, dari lokasi besar hingga komponen terkecil. Sistem ini membantu tim melacak kinerja, biaya, dan pemeliharaan dengan lebih mudah, sehingga pengelolaan aset menjadi lebih terarah dan efisien.

      Secara konsep, hierarki aset bukan sekadar daftar inventaris. Ini adalah peta logis yang menghubungkan setiap peralatan dengan fungsinya. Tanpa struktur yang jelas, perusahaan akan sulit membedakan biaya perawatan mesin utama dengan komponennya, sehingga data operasional sering kurang akurat.

      Hubungan parent-child menekankan bahwa kinerja aset induk sangat bergantung pada komponen pendukungnya. Misalnya, ketika mesin produksi besar memiliki motor dan gearbox yang saling memengaruhi. Struktur ini selaras dengan standar ISO 14224, menjaga efisiensi operasional tetap optimal.

      Level-Level Kunci dalam Struktur Hierarki Aset

      Struktur hierarki aset umumnya terdiri dari 5 hingga 9 level, dimulai dari Industri/Lokasi (Level 1) hingga Suku Cadang/Component (Level Terbawah). Berikut adalah pembagian tingkatan yang umum digunakan dalam industri.

      1. Lokasi dan Fasilitas (Top Level)

      Tingkatan ini merupakan level tertinggi dalam hierarki aset. Pada level ini, manajemen dapat membandingkan performa aset secara makro, seperti efisiensi Pabrik A melawan Pabrik B.

      2. Sistem dan Unit Fungsional

      Di bawah lokasi, terdapat sistem atau unit yang menjalankan fungsi spesifik dalam proses operasional bisnis sehari-hari. Contoh nyatanya adalah sistem HVAC dalam gedung bertingkat atau lini produksi pengemasan dalam pabrik manufaktur.

      3. Aset atau Equipment (Parent Asset)

      Ini adalah level di mana aset individu yang dapat dipelihara (maintainable asset) berada dan biasanya memiliki asset tag unik. Pada tingkat ini, manajer aset mulai melacak riwayat perbaikan, depresiasi, dan nilai buku dari aset utama tersebut secara spesifik.

      4. Komponen dan Suku Cadang (Child Asset)

      Tingkatan terendah dalam hierarki adalah komponen atau spare parts yang merupakan bagian dari aset induk namun bersifat replaceable. Pelacakan di level ini sangat krusial untuk manajemen inventaris suku cadang dan analisis akar masalah ketika terjadi kerusakan.

      level

      Apa Saja Keuntungan dalam Menerapkan Asset Hierarchy bagi Bisnis?

      Penerapan hierarki aset memberikan visibilitas biaya yang mendalam, mempermudah pelaporan keuangan, dan meningkatkan akurasi jadwal pemeliharaan preventif. Berikut adalah manfaat utama yang akan Anda dapatkan dari struktur aset yang rapi.

      1. Pelacakan Biaya yang Lebih Akurat (Cost Roll-up)

      Salah satu manfaat terbesar adalah kemampuan melakukan cost roll-up, di mana biaya perawatan komponen terakumulasi otomatis ke aset induknya. Hal ini memungkinkan manajer keuangan melihat total biaya kepemilikan (Total Cost of Ownership) dari sebuah sistem secara utuh.

      2. Efisiensi Pemeliharaan dan Root Cause Analysis

      Hierarki aset memungkinkan teknisi untuk menunjuk lokasi kerusakan dengan spesifik pada level komponen, bukan hanya pada level mesin umum. Ketika work order dibuat pada level yang tepat, riwayat kerusakan menjadi lebih detail dan analisis kegagalan menjadi lebih tajam.

      3. Kemudahan Pelaporan dan Audit Aset

      Struktur yang rapi sangat membantu dalam proses audit aset maupun pelaporan kepada manajemen eksekutif perusahaan. Manajemen dapat memilih untuk melihat laporan ringkas di level lokasi, atau melakukan drill-down hingga level unit jika ada anomali.

      Contoh Penerapan Asset Hierarchy di Berbagai Industri

      Meskipun konsep dasarnya sama, implementasi hierarki aset dapat sangat berbeda tergantung pada jenis industri dan aset yang dikelola. Memahami konteks industri sangat penting agar struktur yang dibangun relevan dengan operasional lapangan. Berikut adalah contoh konkret penyusunan hierarki di dua sektor industri utama.

      1. Studi Kasus Industri Manufaktur

      Dalam industri manufaktur, hierarki biasanya dimulai dari Pabrik (Site) ke Lini Produksi (System), lalu ke Mesin CNC (Asset), dan Motor (Component). Struktur ini membantu manajer pabrik memahami lini produksi mana yang paling sering mengalami downtime mendadak.

      2. Studi Kasus Manajemen Armada (Fleet)

      Untuk perusahaan logistik, hierarki dimulai dari Wilayah Operasional, kemudian ke Jenis Kendaraan, lalu ke Unit Truk Spesifik, dan berakhir di subsistem Mesin. Dengan struktur ini, manajer armada dapat memantau biaya per kilometer untuk setiap kendaraan secara presisi.

      Langkah-Langkah dalam Membangun Asset Hierarchy yang Strategis

      Langkah awal membangun asset hierarchy dimulai dari audit aset secara menyeluruh. Disini, perusahaan perlu mengecek kondisi fisik aset, mencocokkan data lama, dan membersihkan duplikasi. Data yang rapi sejak awal akan memudahkan penyusunan struktur hierarki yang akurat.

      Setelah data aset terkumpul, tahap berikutnya adalah mengelompokkan aset berdasarkan fungsi, lokasi, dan tingkat kritikalitasnya. Di tahap inilah, penentuan standar penamaan sangat penting agar setiap aset konsisten dan tidak membingungkan saat digunakan oleh tim operasional.

      Dan langkah terakhir adalah mendigitalkan struktur hierarki tersebut menggunakan software manajemen aset. Sistem dengan fitur parent-child membantu memvisualisasikan hubungan antar aset. Jangan lupa untuk libatkan tim lapangan agar struktur yang dibuat sesuai kondisi nyata.

      Rahasia Sukses SMS Finance dalam Menerapkan Asset Management pada Operasional Bisnis Mereka

      SMS Finance sebagai perusahaan pembiayaan mengelola banyak aset operasional, mulai dari kendaraan hingga perangkat kantor. Untuk menjaga efisiensi, mereka menerapkan asset management berbasis asset hierarchy agar setiap aset tersusun rapi, mudah dipantau, dan jelas perannya dalam mendukung aktivitas bisnis.

      Penerapan ini juga tidak lepas dari dukungan software asset management. Dengan sistem tersebut, SMS Finance mampu mengelola hierarki aset secara lebih terstruktur dan mengambil keputusan operasional dengan lebih cepat dan tepat.

      1. Penyusunan Aset Berdasarkan Fungsi dan Lokasi

      SMS Finance menyusun aset ke dalam hierarki yang jelas, mulai dari kantor cabang, jenis aset, hingga komponen pendukungnya. Struktur ini memudahkan tim melihat peran setiap aset, sekaligus memantau kondisi dan penggunaannya di berbagai lokasi operasional.

      2. Pengelompokan Aset untuk Kontrol Biaya yang Lebih Akurat

      Dengan asset hierarchy, biaya perawatan dapat ditelusuri hingga level aset atau komponen tertentu. SMS Finance jadi lebih mudah membedakan biaya aset utama dan pendukung, sehingga pengendalian anggaran berjalan lebih transparan dan terukur.

      3. Pemantauan Kinerja Aset Secara Menyeluruh

      Hierarki aset membantu SMS Finance menilai kinerja aset secara menyeluruh, bukan terpisah-pisah. Ketika satu komponen bermasalah, dampaknya ke aset induk bisa langsung dianalisis, sehingga tindakan perbaikan lebih cepat dan tepat sasaran.

      4. Pengambilan Keputusan Berbasis Data Aset

      Struktur aset yang rapi membuat data historis lebih mudah dianalisis. SMS Finance memanfaatkan informasi ini untuk menentukan apakah aset masih layak dipertahankan, perlu perbaikan lanjutan, atau sudah waktunya diganti demi menjaga efisiensi operasional.

      Kesimpulan

      Asset hierarchy membantu perusahaan menyusun aset secara terstruktur, dari level lokasi hingga komponen terkecil. Dengan struktur yang rapi, pelacakan biaya, pemeliharaan, dan kinerja aset menjadi lebih akurat. Dampaknya, keputusan bisnis lebih tepat dan operasional berjalan lebih efisien.

      Penerapan asset hierarchy membuat pengelolaan aset lebih terkontrol dan berbasis data, sehingga memudahkan analisis jangka panjang untuk mendukung efisiensi bisnis. Jika Anda membutuhkan asset management software yang terintegrasi dengan baik, Anda dapat menghubungi tim kami untuk berkonsultasi gratis.

      AssetManagement

      Pertanyaan Seputar Asset Hierarchy

      • Apa perbedaan antara Asset Hierarchy dan Asset Category?

        Asset Hierarchy berkaitan dengan hubungan struktur induk-anak dan lokasi, sedangkan Asset Category adalah pengelompokan berdasarkan jenis aset untuk tujuan akuntansi.

      • Seberapa dalam level hierarki aset yang ideal?

        Kedalaman ideal biasanya antara 4 hingga 6 level, tergantung kompleksitas aset; kuncinya adalah menyeimbangkan kebutuhan data teknis dengan kemudahan pelaporan.

      • Mengapa standar ISO 14224 penting dalam hierarki aset?

        Standar ISO 14224 memberikan panduan internasional untuk pengumpulan data keandalan peralatan, memastikan hierarki kompatibel dengan standar industri global.

      • Apakah software ERP bisa menangani perubahan struktur hierarki?

        Ya, software ERP modern seperti HashMicro memiliki fitur Asset Move dan manajemen Parent-Child yang fleksibel untuk memindahkan aset tanpa merusak data historis.

      Ana Kristiani

      Content Writer

      Ana adalah asset management specialist dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di bidang manajemen aset dan keuangan perusahaan. Fokus menulis tentang manajemen siklus hidup aset, inventarisasi dan pelacakan aset, dan integrasi sistem digital untuk monitoring aset, sehingga membantu bisnis mencapai kinerja maksimal.

      Anandia adalah seorang praktisi dengan gelar Master of Business Administration dari Universitas Bina Nusantara, serta memiliki kemampuan kuat dalam strategi bisnis dan manajemen pemasaran. Pengalaman lebih dari lima tahun di bidang marketing telah membentuk keahliannya dalam pengembangan strategi pemasaran, analisis pasar, dan pengelolaan tim lintas wilayah. Perjalanan karirnya di industri teknologi dan software enterprise memperkuat kemampuannya dalam memahami kebutuhan pelanggan B2B, mengelola kampanye pemasaran digital, serta mengoptimalkan performa tim untuk mencapai target pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      TINGGALKAN KOMENTAR

      Silakan masukkan komentar anda!
      Silakan masukkan nama Anda di sini

      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya