5 Tips Mempercepat Pengambilan Barang untuk Meningkatkan Produktivitas di Gudang

Kanya Anindita
5 Tips Mempercepat Pengambilan Barang untuk Meningkatkan Produktivitas di Gudang

Pengambilan barang merupakan proses penting dalam manajemen gudang yang sering disepelekan, padahal pemenuhan pesanan konsumen bergantung pada proses ini. Ada beberapa hal yang dapat memperlambat proses pengambilan barang, misalnya seperti strategi mengambil barang yang tidak efisien dan ketidakakuratan dalam penghitungan persediaan.

Proses pengambilan barang yang lambat dapat menyebabkan penundaan dalam proses pengepakan barang dan pengiriman pesanan, sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan ketidakpuasan pada konsumen.

Berikut ini adalah beberapa cara mudah yang dapat Anda lakukan untuk mempercepat proses pengambilan barang guna meningkatkan produktivitas di gudang Anda.

1. Miliki Lokasi Pengambilan Terpisah untuk Setiap SKU

Mencampur beberapa SKU di lokasi rak yang sama sangat tidak efisien. Studi membuktikan bahwa menempatkan beberapa SKU sekaligus di rak yang sama dapat memperlambat proses pengambilan barang, sebab operator harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk menemukan barang yang akan diambil.

Ini juga dapat menyebabkan terjadinya kesalahan, misalnya operator secara tidak sengaja mengambil barang yang salah, sebab barang tersebut ditempatkan di antara beberapa SKU yang berbeda. Jadi, memiliki lokasi pengambilan yang terpisah untuk setiap SKU adalah suatu keharusan.

2. Segmentasikan Barang Berdasarkan Tingkat Permintaannya

Anda tentu tidak ingin menghabiskan banyak waktu ketika mengambil barang yang tingkat permintaannya tinggi. Jadi, pisahkan barang-barang yang paling laris dari barang-barang yang kurang laris.

Pastikan lokasi rak untuk barang-barang dengan tingkat permintaan yang tinggi cukup dekat dengan lokasi pengemasan dan pengiriman. Anda bisa menaruh barang-barang yang tingkat permintaannya lebih rendah di tempat yang sedikit lebih jauh.

Baca juga artikel terkait: Optimalkan Inventaris Anda dengan 7 Tips Manajemen Gudang Ini!

3. Ketahui Jumlah Barang yang Tersedia Secara Akurat

Jangan membuat petugas pengambil barang di pabrik Anda kebingungan akibat adanya perbedaan antara jumlah barang yang tercatat di sistem Anda dengan jumlah barang yang dimiliki sebenarnya. Ketika petugas menemukan adanya ketidaksamaan, maka mereka perlu melakukan penyesuaian persediaan dan ini dapat memakan banyak waktu.

Untuk menghindari skenario tersebut, Anda perlu memastikan bahwa Anda dapat selalu melacak jumlah barang yang Anda miliki. Oleh karena itu, sistem manajemen inventaris yang baik penting untuk Anda miliki.

Sistem Manajemen Inventaris dari HashMicro memungkinkan Anda untuk mengetahui dengan pasti jumlah barang yang Anda miliki secara real time. Sistem ini dapat diintegrasikan dengan barcode scanner, sehingga barang yang masuk dan keluar dapat dipindai dan langsung tercatat di sistem.

4. Gunakan Strategi Pengambilan Barang yang Sesuai

Tidak ada strategi pengambilan barang yang paling baik untuk seluruh perusahaan, karena strategi yang dianggap paling sesuai untuk satu perusahaan belum tentu sesuai untuk perusahaan yang lain. Semuanya tergantung pada jumlah pesanan, luas dan tata letak gudang, serta kebijakan dari setiap perusahaan.

Berikut ini adalah beberapa strategi pengambilan barang yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan manufaktur pada umumnya:

Batch Picking

Metode batch picking mengharuskan petugas pengambil barang untuk mengambil beberapa barang dari beberapa pesanan, dengan SKU yang sama pada waktu yang sama.

Cara ini akan sangat membantu bila Anda memiliki beberapa pesanan dengan SKU yang sama. Ketika itu terjadi, petugas hanya perlu melakukan sekali perjalanan ke lokasi pengambilan untuk SKU tertentu tersebut.

Zone Picking

Metode ini disebut juga dengan pick-and-pass picking. Metode ini mengharuskan petugas untuk mengambil barang di zona tertentu yang sudah ditentukan. Mereka bertanggung jawab untuk memilih semua SKU yang terletak di zona tersebut untuk setiap pesanan.

Ketika pesanan memerlukan beberapa SKU yang berada di zona yang berbeda, maka barang harus diambil secara bergiliran dari setiap zona, misalnya ketika seluruh SKU dari zona 1 sudah diambil, maka petugas dapat melanjutkan untuk mengambil barang dari zona 2 dan seterusnya hingga diletakkan ke area pengemasan atau langsung ke pengiriman.

Cluster Picking

Cluster picking adalah proses mengambil beberapa barang dari beberapa pesanan dalam sekali perjalanan dan kemudian menaruhnya ke wadah yang berbeda. Biasanya, troli dorong digunakan untuk menampung barang-barang yang diambil. Setiap pesanan harus ditaruh ke dalam nampan yang berbeda yang ada pada troli.

Wave Picking

Wave picking mengharuskan petugas untuk mengambil barang dari satu pesanan, satu SKU, pada satu waktu. Dalam metode ini, pesanan dapat dijadwalkan untuk diambil pada waktu-waktu tertentu dalam satu hari, untuk mengoordinasikan dan memaksimalkan proses pengambilan dan pengiriman.

Dengan Sistem Manajemen Inventaris dari HashMicro, Anda dapat menjadwalkan pengambilan barang Anda serta menemukan lokasi setiap barang berdasarkan SKU dan nomor serinya hanya dalam hitungan detik.

5. Implementasikan Software Manajemen Gudang

Untuk mempercepat proses pengambilan barang, Anda perlu memastikan bahwa Anda memiliki manajemen gudang yang efisien. Untuk meningkatkan efisiensinya, pertimbangkan untuk menggunakan warehouse management software (WMS).

WMS dari HashMicro tidak hanya membantu membuat proses pengambilan barang menjadi lebih efisien, tetapi juga mengawasi proses perpindahan barang dan membantu mempercepat proses audit inventaris. Sistem ini juga dapat diintegrasikan dengan sistem manajemen inventaris dan sistem manajemen pembelian untuk mengoptimalkan manajemen rantai pasokan Anda.

Dapatkan Free ERP
Hosting Server &
Maintenance
Selama 1 tahun,
GRATIS!    Learn More »

You may like