BerandaIndustryPerbedaan Metode LIFO, FIFO, FEFO, dan Average Cost

Perbedaan Metode LIFO, FIFO, FEFO, dan Average Cost

Metode LIFO, FIFO, FEFO, dan Average Cost – Inventaris mewakili sebagian besar dari aset bisnis dagang. Dengan demikian, inventaris merupakan komponen yang sangat penting dalam laporan neraca perusahaan. Inilah mengapa penting bagi pemilik atau manajer bisnis dagang untuk mengetahui nilai inventaris mereka. Pemilik bisnis ritel dan grosir umumnya menggunakan empat cara untuk mengatur penjualan dan mengetahui nilai barang persediaan mereka, yaitu metode LIFO, FIFO, FEFO, dan Average Cost. Bagaimana masing-masing metode ini bekerja dan apa yang membedakan keempatnya? Berikut ini penjelasannya secara detail.

Metode FIFO

Dalam metode FIFO (First In, First Out), barang yang pertama kali masuk akan dijual atau dikeluarkan terlebih dahulu, sementara barang yang terakhir kali masuk akan dijual atau dikeluarkan di kemudian hari. Metode ini merupakan metode yang paling umum digunakan dalam penilaian persediaan. Dasar metode FIFO adalah asumsi aliran biaya masuk persediaan harus bertemu dengan hasil penjualannya. Sebagai akibatnya, biaya per unit persediaan yang masuk terakhir memiliki fungsi sebagai dasar penentuan biaya barang yang masih dalam persediaan pada akhir periode (persediaan akhir).

Sebagai contoh, sebuah toko roti menghasilkan 200 roti pada hari Senin dengan harga satuan Rp. 10,000, dan 200 roti lagi pada hari Selasa dengan harga satuan Rp. 15,000. FIFO menyatakan bahwa jika toko roti tersebut menjual 200 roti pada hari Rabu, maka HPP nya (pada laporan laba rugi) adalah Rp. 10,000 per roti, karena ini adalah harga satuan roti pertama dalam persediaan. Roti yang harga satuannya Rp. 15,000 akan dialokasikan untuk mengakhiri persediaan (di neraca).

Baca juga artikel terkait: 6 Cara Terbaik Menjaga Inventaris & Mengelola Tingkat Persediaan

Metode LIFO

Metode LIFO (Last In, First Out) merupakan metode yang berbanding terbalik dengan metode FIFO. Menurut metode ini, barang yang terakhir masuk akan keluar terlebih dahulu, sementara barang yang pertama kali masuk ke gudang justru di kemudian hari. Metode ini bertujuan untuk memudahkan proses penataan barang, baik itu pemasukkan maupun pengambilan barang persediaan. 

Metode LIFO memungkinkan perusahaan untuk dapat menghemat pajak ketika inflasi terjadi karena kecilnya laba dari metode ini. Selain itu, laba operasi pada perusahaan tidak akan berpengaruh terhadap laba atau rugi fluktuasi harga yang terjadi. Meskipun demikian, penggunaan metode ini terbilang lebih rumit daripada metode lainnya dan biaya pembukuannya lebih mahal serta laba/rugi dari metode ini lebih rendah. 

Metode LIFO sudah tidak lagi masuk standar akuntansi internasional. Begitupun oleh penerapan standar akuntansi di Indonesia. PSAK yang menjadi acuan akuntan Indonesia dalam pembukuan telah menyesuaikan dengan IFRS yang merupakan acuan secara global.

Ada tiga alasan mengapa metode LIFO sudah tidak efektif untuk digunakan dalam menilai persediaan, yakni pertama karena adanya perbedaan laba yang cukup signifikan. Jika kita membandingkan metode LIFO dengan metode  FIFO dan FEFO, terdapat selisih yang cukup jauh dalam penghasilan laba operasi jika menggunakan metode LIFO dalam menaksir persediaan.

Kedua, metode LIFO juga tidak merepresentasikan tingkat biaya persediaan terkini. Hal ini membuat nilai persediaan tidak memiliki nilai yang relevan atau keadaan yang sebenarnya. Pada akhirnya hal ini mengurangi kualitas dari laporan keuangan itu sendiri. Terakhir, metode ini juga dapat Anda gunakan untuk memanipulasi pajak.

Baca juga: Apa Itu PPIC (Production Planning & Inventory Control)?

Metode FEFO

Perbedaan Metode LIFO, FIFO, FEFO, dan Average Cost Metode First Expired First Out atau FEFO merupakan metode di mana barang dengan masa kedaluwarsa yang terdekat harus dikeluarkan atau dijual terlebih dahulu, tanpa mempedulikan apakah barang tersebut datang terlebih dahulu atau belakangan.

Contoh toko yang biasa menerapkan metode ini adalah toko ritel makanan dan apotek. Biasanya, produk dengan masa expired terpendek akan ditempatkan di posisi paling depan agar dapat diambil terlebih dahulu oleh pelanggan. Produk yang memiliki masa expired yang masih lama biasanya akan disimpan di dalam gudang terlebih dahulu.

Metode FEFO memang agak mirip dengan Metode FIFO karena terdapat beberapa jenis usaha yang bisa menggunakannya. Namun, metode FEFO lebih efisien, karena dapat mengurangi kerugian dalam bisnis.

Baca juga: Mengapa Anda Harus Beralih ke Inventaris Cloud?

Metode Average Cost

Metode Average Cost merupakan titik tengah atau perpaduan dari metode FIFO dan LIFO. Dalam metode ini, pencatatan barang yang akan keluar berdasarkan harga rata-rata barangnya. Penggunaan metode average memiliki tingkat kerumitan yang cukup tinggi daripada metode FIFO, FEFO ataupun LIFO.  

Untuk mendapatkan harga pokok average (rata-rata tertimbang), jumlah saldo awal barang yang akan dijual atau barang dagangan ditambah dengan keseluruhan total pembelian barang dagangan, kemudian dibagi dengan total kuantitas barang dagangan yang dibeli, lalu ditambah dengan kuantitas saldo awal barang dagangan.

Menghitung Nilai Stok Secara Otomatis

Menghitung nilai stok membutuhkan ketelitian tinggi. Karena kesalahan penghitungan bisa menyebabkan kerugian pada bisnis Anda,  sebaiknya Anda menggunakan perangkat lunak manajemen inventaris yang memungkinkan Anda untuk menghitung nilai stok secara otomatis. Alat ini memudahkan Anda untuk melakukan penilaian inventaris dengan menggunakan metode yang berbeda termasuk FIFO, FEFO, dan Average Cost, tentunya dengan tingkat akurasi yang tinggi.

metode lifo

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Butuh Software untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan mengisi form ini dan dapatkan demo GRATIS!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA