10 Tips Menjalankan Usaha Kuliner Salad Bar

Syifa Fadiyah
usaha-kuliner-salad-bar

Salad bar kini menjadi salah satu inovasi dari usaha kuliner yang mulai diminati di Indonesia. Faktor pencetusnya adalah, kini, orang-orang semakin sadar pentingnya hidup sehat.

Sebelumnya, restoran fast food dengan menu makanan daging-dagingan dan makanan manis. Kini, dengan konsep fast food yang sama, pengusaha inovatif menjadikan berbagai sayur-mayur dan protein sebagai menu utama mereka.

Jika Anda sedang menyasar bisnis salad bar, Anda berada di halaman yang tepat. Artikel ini akan membahas tips-tips menjalankan salad bar untuk mendapatkan profit yang maksimum.

Pastikan Kesegaran Bahan Makanan

Membuka salad bar berarti bahan makanan berupa sayur-mayur, sumber-sumber protein dan karbohidrat akan ditampilkan langsung di hadapan pelanggan.

Tentunya Anda dan pelanggan Anda ingin bahan makanan yang dilihat segar. Oleh karena itu, Anda harus pastikan Anda memiliki stok bahan makanan yang cukup. Dengan demikian, wadah bahan makanan yang ditampilkan akan terlihat penuh dan Anda tetap memiliki cadangan yang cukup.

Cara ini akan membantu Anda menentukan harga makanan dan kualitasnya. Selain itu, kesegaran makanan yang terjaga akan membuat pengalaman makan yang menyenangkan.

Artikel terkait: 3 Proses Penting dalam Manajemen Inventaris Restoran

Potong Sayuran Anda

Ukuran makanan itu penting. Seberapa sering Anda melihat makanan Anda dipotong dengan ukuran besar? Apakah Anda tertarik membeli salad dengan tiga kepala brokoli dalam satu potong atau paprika utuh?

Memotong sayuran sesuai dengan ukuran mulut akan membantu Anda mendapatkan bahan makanan yang lebih banyak dari jumlah produk yang sama, mengurangi biaya bahan makanan secara keseluruhan.

Selain itu, pelanggan Anda dapat menikmati salad Anda tanpa terganggu dengan potongan makanan yang terlalu besar.

Putar Produk Anda

Hal ini bukan berarti mengubah urutan wadah bahan makanan tapi, mengubah urutan di dalam wadah makanan. Seringkali karyawan panik ketika bahan makanannya tinggal sedikit. Mereka akan buru-buru menumpuk produk baru di atas produk lama.

Hasilnya? Sering kali produk yang ada di bagian bawah wadah tidak terpakai dan tidak bisa terpakai karena tidak lagi segar. Solusinya adalah dengan melatih karyawan Anda untuk selalu meletakkan produk yang paling segar di bawah.

Memutar produk Anda seperti ini akan menghemat uang Anda, mengurangi sampah, dan membuat makanan Anda tetap cantik.

Letakkan Produk yang Paling Murah di Depan

Dalam kehidupan sehari-hari kita telah dibiasakan untuk mulai dari kiri ke kanan. Kita membaca seperti itu dan mata kita bergerak dengan arah tersebut ketika melihat karya seni. Kita juga dilatih untuk fokus pada benda-benda yang ada di depan kita.

Letakkan produk yang paling murah di kiri depan jika siklus salad bar Anda mulai dari kiri ke kanan. Ketika pelanggan Anda memilih item yang mahal, mereka tidak akan mengambil banyak karena piring mereka sudah hampir penuh.

Meletakkan makanan sumber protein di belakang dan mengedepankan sayuran dapat mengurangi sampah makanan tak terpakai dan meningkatkan keuntungan.

Gunakan Penjepit Makanan, Sendok, dan Botol Salad Dressing yang Kecil

Peralatan seperti penjepit makanan, sendok, dan botol salad dressing sebaiknya dipilih yang kecil. Hal ini dimaksudkan agar pelanggan Anda mengambil jumlah makanan yang secukupnya saja.

Untuk penjapit makanan misalnya. Pilih yang jarak capitan yang kecil, tapi tidak tidak juga terlalu kecil sampai-sampai pelanggan harus mengambil selada helai per helai.

Begitupun untuk sendok. Biasanya pelanggan tidak hanya akan mengambil satu item saja dari sekian banyak pilihan. Oleh karena itu, pilihlah sendok dengan ukuran kecil agar proporsi makanan yang terambil tidak terlalu banyak.

Terakhir, untuk botol salad dressing, pilih lubang botol yang paling kecil. Hal ini akan berguna agar salad dressing yang diambil pelanggan Anda terkontrol sehingga pengeluaran Anda pun terkendali.

Gunakan Wadah yang Pendek

Wadah yang pendek akan menciptakan penampilan dan kualitas produk yang baik. Jika wadah terlalu dalam, kemungkinan produknya tidak akan terpakai dan tidak segar. Ini berlaku untuk segala jenis sayuran.

Dengan menggunakan wadah yang pendek, Anda bisa:

  • Menjaga kesegaran produk
  • Memudahkan rotasi produk
  • Mencegah sayuran cepat layu.

Bayangkan jika Anda meletakkan jamur di wadah yang dalam sepanjang hari. Tentunya jamur tersebut akan tidak segar di penghujung hari, berakhir di tempat sampah, dan merugikan Anda.

Berikan Tampilan yang Baik

Tampilan yang baik ini tidak selalu berarti desain bar yang bagus. Tampilan yang baik juga berarti memberikan pilihan sayur-mayur dan produk lainnya yang beragam.

Orang-orang tidak hanya ingin melihat selada, jagung, tomat, atau sayuran yang itu-itu saja. Berikan mereka pilihan protein, karbohidrat, dan dressing yang beragam. Dengan pilihan yang beragam, salad bar Anda akan terlihat semakin berwarna dan memberikan tampilan yang baik.

Ubah Tata Letak Salad Bar

Anda sesekali bisa mengubah bunga kol dengan daun kol atau buah zaitun hijau ke buah zaitun hitam. Anda juga bisa menerapkan menu seasonal dan meletakkannya di kiri depan.

Letakkan juga produk favorit di bagian depan bar Anda. Jika ada produk favorit yang stoknya tinggal sedikit, Anda bisa memindahkannya ke tengah untuk mengurangi jumlah produk yang terambil.

Jika Memungkinkan, Pilihlah Sayuran Organik

Terlepas dari harganya yang lebih mahal, sayuran organik tidak sepi pembeli. Selain lebih sehat, isu tentang perubahan iklim yang salah satu penyebabnya berasal dari penggunaan pestisida menjadi alasan lain mengapa sayuran organik dipilih.

Selain itu, pelanggan akan lebih tertarik mengkonsumsi makanan yang kita sediakan bila makanan tersebut  diproduksi oleh petani lokal. Dengan demikian, Anda bisa memasarkan salad Anda sebagai makanan yang “alami”, “bebas pestisida”, dan “tanpa hormon”.

Pastikan Kebersihan Sayuran

Bakteri E. coli berikut dengan penyakit yang dibawanya kerap menjadi kekhawatiran pelanggan saat memilih makanan salad. Oleh karena itu, Anda benar-benar harus memilih sayuran yang bebas dari bakteri tersebut dan mengikuti standar kebersihan makanan sesuai dengan kebijakan di daerah Anda.

Kesimpulan

Semoga 10 tips di atas dapat membantu Anda dalam menjalankan usaha kuliner khususnya salad bar. Pastinya Anda harus bereksperimen untuk menemukan cara yang paling efektif dalam meningkatkan profit.

Anda juga bisa mempertimbangkan menggunakan sistem yang akan mengotomatiskan manajemen restoran Anda, termasuk masalah inventaris yang menjadi salah satu aspek penting jika produk Anda berupa makanan segar.

Selamat mencoba!

Baca lebih lanjut: 5 Software Restoran Terbaik di Indonesia

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

latest articles

Dapatkan Update Gratis dari Kami