Tren F&B 2020: Update Setelah PSBB Berakhir & New Normal Diterapkan

Syifa Fadiyah
Tren F&B 2020

Di akhir tahun 2019 lalu kita memprediksi berbagai macam tren F&B 2020 seperti makanan sehat atau penggunaan sendok besi akan makin naik daun. Lalu tiba-tiba pandemi COVID-19 menghantam kita semua. Apakah tren ini masih berlaku?

COVID-19 telah mengubah kehidupan kita semua dalam banyak hal, termasuk jenis makanan dan pola konsumsinya. Perubahan ini nampaknya akan berlaku untuk waktu yang lama. Restoran dan cafe misalnya. Dua jenis bisnis F&B ini mungkin tidak bisa menampung pelanggan sebanyak biasanya untuk makan di tempat.  

Terdengar kabar bahwa PSBB akan dihentikan dan kehidupan masyarakat akan beradaptasi ke new normal. Meskipun belum ada protokol yang jelas termasuk pembukaan restoran, sebaiknya pemilik bisnis mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. 

Berikut adalah update tren F&B 2020 setelah PSBB diberhentikan dan new normal diberlakukan. 

Menu vegetarian akan semakin laku

Ingat di awal tahun 2020 ketika cara pencegahan COVID-19 bertebaran di sosial media dan grup percakapan di WhatsApp? Salah satu instruksinya menyebutkan untuk menjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan gizi seimbang. 

Rupanya tren yang disebutkan di pembuka artikel ini masih berlaku. Dengan berakhirnya PSBB, orang-orang akan berada di ruang publik dan rentan terinfeksi. Mereka akan berupaya menjaga kondisi tubuh yang sehat dengan beralih dari makan daging-dagingan ke sayur, buah, dan biji-bijian. 

Jadi, bisnis F&B yang mengusung konsep makanan dan minuman sehat akan semakin dicari. Tidak hanya sebatas bahan makanan yang diperhatikan, tapi variasi menu, penyajian, dan rasa yang unik turut menjadi pertimbangan konsumen. Orang-orang ingin mencari cara yang asyik menyantap tumbuh-tumbuhan. 

Artikel terkait: 10 Tips Menjalankan Usaha Kuliner Salad Bar

Makanan beku menjadi alternatif

Tren F&B yang bisa kita lihat selama pandemi dan PSBB kemarin adalah memasak masakan restoran di rumah. Banyak restoran yang mulai menyiasati bagaimana konsumen dapat tetap menikmati hidangan mereka. Salah satu caranya adalah dengan membuatnya seolah menjadi makanan instan. 

Restoran dari Zenbu Group misalnya. Pelanggan bisa memesan makanan restoran yang telah dibekukan, disiapkan berdasarkan pesanan agar tetap segar, dan diantarkan melalui transportasi online. Begitu sampai di tempat tujuan, makanan tersebut hanya perlu dihangatkan di microwave sebelum dihidangkan. Makanan dari Zenbu Group ini dibuat untuk bisa bertahan selama 1 bulan di freezer. 

Cara ini bisa membantu restoran tetap berjalan dan konsumen pun bisa menyantap makanan restoran favorit mereka tanpa harus berada di ruang publik. Bahkan setelah pandemi berakhir, penjualan makanan beku secara online nampaknya bisa tetap eksis dan memiliki pasarnya tersendiri.   

At home experience dan penyewaan chef pribadi

Sebelum COVID-19 merebak, beberapa vlogger Indonesia kerap mengunggah pengalaman mereka fine dining di rumah. Ruang makan mereka dihias sedemikian rupa dan mereka bercengkrama layaknya orang yang sedang menunggu makanan mereka disajikan. 

Sementara itu di dapur, chef yang di sewa per jam sedang mempersiapkan three-course meal dengan peralatan dan bahan makanan yang dibawanya sendiri. Masakan disajikan dan langsung oleh sang chef, tentunya dengan penjelasan mengenai apa nama menunya dan bahan-bahan yang digunakan. 

Setelah new normal diberlakukan, ada kemungkinan restoran fine-dining seperti ini belum bisa  beroperasi seperti biasa. Kesadaran masyarakat akan penyebaran COVID-19 masih tinggi, terlebih di kalangan kelas menengah atas yang menjadi pasar restoran fine-dining.  

Oleh karena itu, tren penyewaan chef seperti ini diperkirakan akan tumbuh karena ternyata fine-dining di rumah sangat mungkin dilakukan.

Masa kejayaan layanan pesan antar

Ini adalah tren yang sudah naik dari sebelum pandemi dan semakin melejit ketika PSBB diberlakukan. Bisnis F&B semakin gencar promosi diskon di platform seperti Grabfood atau GoFood. Tak hanya soal harga, pelaku usaha F&B juga memberikan pengalaman baru untuk pelanggan dalam mengonsumsi produknya. 

Salah satu contohnya bisa dilihat dari kedai kopi. Untuk memenuhi permintaan pelanggan, pengusaha kedai kopi mencoba menjual minumannya dalam ukuran 1 liter. Minuman ini bisa disimpan di kulkas untuk beberapa hari. Dengan demikian, cara ini memberikan kemudahan bagi pelanggan yang ingin menikmati kopi setiap hari tapi takut boros karena ongkos kirimnya. 

Tren layanan pesan antar sepertinya bisa bertahan untuk waktu yang lama. Selain gencar promosi, pelaku usaha F&B harus bisa peka dan berinovasi untuk memenuhi permintaan pelanggan dengan pengalaman sebaik mungkin.

Digitalisasi F&B

Jika sebelumnya restoran bisa mengandalkan keberadaan fisiknya di mall atau jalanan, platform marketing hanya berpusat di dunia maya. Sosial media menjadi tempat promosi yang paling efektif untuk bisnis F&B. 

Tak hanya dalam segi marketing, tren pembayaran secara digital juga akan naik. Orang-orang akan sebisa mungkin menghindari kontak fisik dan penggunaan uang agar tidak rentan terinfeksi. Oleh karena itu, ini adalah waktu yang tepat bagi pelaku usaha F&B untuk berinvestasi pada sistem kasir atau sistem POS yang baik

Selain itu, urusan di belakang meja kasir juga sebaiknya didigitalisasi. Ingat ketika PSBB diberlakukan pertama kali? Omzet restoran drop karena tidak ada pelanggan yang datang dan manajemennya tidak tahu harus berbuat apa. Dengan menggunakan sistem penjualan, pelaku restoran setidaknya bisa mendapatkan data riwayat penjualan dan mepelajari trennya. Jadi, jika kejadian serupa terulang, keputusan terkait penjualan bisa dengan lebih cepat dibuat. 

Dalam urusan dapur, sistem manajemen inventaris bisa mencegah Anda menggunakan bahan makanan yang sudah kedaluwarsa atau segar. Ada juga sistem yang bisa mengefektifkan proses pemasakan makanan di dapur seperti sistem central kitchen.

Singkatnya, tren F&B 2020 akan berkutat pada penggunaan teknologi dalam operasinya.

Kesimpulan

Itulah tren-tren di industri F&B yang sangat mungkin terjadi setelah new normal diberlakukan. Jika Anda adalah pengusaha bisnis F&B, semoga tren ini bisa membantu Anda mengantisipasi kebutuhan dan pola konsumsi masyarakat. 

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles