5 Tips Mengoptimalkan Rasio Inventory Turnover

Kanya Anindita
5 Tips Mengoptimalkan Rasio Inventory Turnover

Pergerakkan persediaan yang lamban merupakan kondisi bisnis yang normal di berbagai industri, terutama ritel dan grosir. Terkadang, barang dagangan tidak terjual seperti yang Anda harapkan, dan penyebabnya tidak selalu jelas. Namun, apabila Anda tidak menganalisis masalah ini dan justru membiarkannya, bisnis Anda dapat mengalami banyak kerugian. 

Untuk memastikan agar bisnis Anda tetap maju, penting untuk memperhatikan rasio inventory turnover atau perputaran persediaan Anda. Meskipun ini bukan ilmu pasti, ada beberapa cara efektif yang dapat dilakukan untuk mempercepat perputaran inventaris Anda. Namun, sebelum membahas ini, mari kita inventory turnover secara lebih detail.

Apa Itu Inventory Turnover?

Inventory turnover adalah pengukuran berapa kali persediaan terjual dalam periode tertentu. Rasio inventory turnover menunjukkan seberapa efektif persediaan barang dikelola dengan membandingkan harga pokok penjualan (HPP) dengan persediaan rata-rata dalam suatu periode, biasanya satu tahun. 

Mengapa Perlu Menghitung Rasio Perputaran Persediaan?

Ketika Anda menyusun persediaan rata-rata selama setahun, Anda akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang posisi keuangan bisnis Anda. Ini kemudian akan membantu Anda membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas dan melancarkan penjualan produk Anda.

Bagaimana Cara Menghitung Rasio Inventory Turnover?

Pada umumnya, ada dua cara yang dapat Anda gunakan untuk menghitung rasio perputaran persediaan, tergantung pada model bisnis Anda:

1. Penjualan dibagi dengan persediaan
2. Harga pokok penjualan dibagi dengan persediaan rata-rata

Metode yang pertama umumnya digunakan dari perspektif analisis komparatif luar. Ini mungkin terdistorsi oleh nilai penjualan yang berubah-ubah sepanjang tahun. Misalnya, Anda mungkin akan membeli barang dagangan dalam jumlah yang besar pada awal tahun dan menjual barang tersebut pada bulan-bulan berikutnya sehingga persediaan pada akhir tahun akan menjadi sangat sedikit. 

Untuk mencari angka rata-rata persediaan yang Anda miliki, Anda harus menambahkan persediaan awal dengan persediaan akhir, dan kemudian hasilnya dibagi dengan dua.

Metode yang kedua dianggap lebih rasional dan lebih cocok diimplementasikan, karena menggunakan biaya riil barang dan juga menurunkan tingkat kecenderungan fluktuasi musiman.

Perlu diketahui bahwa setiap jenis bisnis memiliki rasio inventory turnover yang berbeda. Misalnya, perputaran persediaan yang dialami oleh bisnis yang menjual makanan ringan akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan perputaran persediaan perusahaan yang menjual mobil mewah.

Cara Meningkatkan Rasio Inventory Turnover

Sekarang setelah Anda tahu mengapa Anda harus mengukur perputaran persediaan (dan bagaimana melakukannya), mari ketahui beberapa cara efektif untuk mengoptimalkannya!

1. Tingkatkan Akurasi Demand Forecasting Anda

Untuk mempercepat perputaran persediaan di gudang atau toko Anda, Anda harus dapat memperkirakan permintaan untuk stok barang Anda secara akurat. Ini dapat diwujudkan dengan mengikuti tren, mempertimbangkan perubahan pasar, dan memanfaatkan data penjualan dari tahun sebelumnya. 

Sistem manajemen inventory membantu Anda menghasilkan perkiraan yang akurat melalui laporan analitik lengkap dan alat forecasting otomatisnya. Sistem manajemen inventory yang baik biasanya memungkinkan Anda untuk mengintegrasikan manajemen stok dengan manajemen penjualan sehingga Anda akan dapat menghasilkan perkiraan yang lebih lengkap.

2. Atur Strategi untuk Mempercepat Perputaran Stok Barang

5 Tips Mengoptimalkan Rasio Inventory TurnoverJika perputaran stok barang Anda berjalan lambat, mungkin kini saatnya untuk mengatur strategi penjualan Anda! Tidak ada satu strategi penjualan yang cocok untuk semua jenis bisnis. Jadi, cara terbaik yang dapat dilakukan adalah mencoba berbagai strategi dan melihat mana yang paling cocok untuk bisnis Anda.

Berikut ini adalah beberapa cara untuk dipertimbangkan:

  • Terapkan penjualan sugestif
  • Latih staf Anda untuk melakukan upsell dan cross-sell
  • Ketahui kunci kesuksesan penjualan bisnis lain dan terapkan pada bisnis Anda
  • Ketahui hal-hal yang menghambat penjualan dan temukan solusinya bersama tim Anda
  • Buat program promosi dan loyalitas yang berbeda di setiap cabang berdasarkan preferensi dan perilaku pelanggan
  • Tingkatkan retensi pelanggan dengan meningkatkan layanan dan pengalaman pelanggan di toko Anda
Baca juga: 7 Cara Mempertahankan Kepuasan dan Loyalitas Konsumen
3. Ketahui Usia Produk dan Kurangi Stok yang Usang

Mengetahui usia produk Anda secara tepat dapat membantu Anda mengatasi masalah kelebihan stok yang sering menyebabkan banyak kerugian bagi retailer atau wholesaler. Laporan stock aging yang akurat memungkinkan pemilik bisnis mengetahui tentang kecepatan perputaran dari setiap barang dagangan. Ini akan memudahkan Anda memfokuskan perhatian pada barang dagangan yang penjualannya paling lambat. 

Dengan inventory management software, Anda dapat mencatat dan melacak usia produk Anda, mengetahui pergerakan stok barang Anda mulai dari ketika barang diterima hingga dikirim ke konsumen, dan memonitor perputaran stok secara lebih mudah. 

4. Ubah Strategi Penentuan Harga Produk Anda

Tinjau strategi penentuan harga produk Anda dan analisis apa yang akan mengarah pada peningkatan nilai penjualan secara keseluruhan. 

Menentukan harga produk tidak sesederhana yang Anda bayangkan. Mengurangi harga produk belum tentu meningkatkan volume penjualan. Jadi, Anda perlu mencoba dan mengaplikasikan sejumlah strategi penetapan harga: premium, tawar-menawar, musiman, penjualan kilat, pemberian harga yang berbeda kepada pelanggan yang berbeda, pemberian bonus atau nilai tambah, serta permainan harga yang berakhir dengan angka 9 (ini disebut juga sebagai psychological pricing atau charm pricing).

5. Perbaiki Kategori atau Pengelompokkan Produk Anda 

Perlu juga untuk meninjau kembali bagaimana Anda mengategorikan produk Anda di toko Anda. Bisa jadi pelanggan Anda masih kesulitan mencari produk yang mereka inginkan dikarenakan kategori produk yang membingungkan. Ini penting terutama bagi penjual online, karena pembeli kesulitan mencari produk yang tepat tanpa kemudahan navigasi.

Jadi, permudah pelanggan Anda menemukan produk yang mereka cari dengan membuat kategori produk yang detail. Misalnya, jika Anda menjual pakaian wanita, maka Anda sebaiknya membagi produk pakaian Anda ke dalam beberapa kategori seperti gaun pesta, pakaian kantor, gaun musim panas, dan lain-lain. Kemudian, mungkinkan pelanggan Anda untuk memfilter pencarian produk berdasarkan warna, ukuran, tipe lengan, tipe hem, motif, dan sebagainya. 

 

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

latest articles