7 Strategi Menjual Produk Grosir ke Toko Retail

Kanya Anindita
7 Strategi Menjual Produk Grosir ke Toko Retail Sumber: iStock

Menjual produk grosir ke toko retail tidaklah mudah. Pengecer mempertimbangkan banyak hal sebelum mereka memutuskan untuk membeli produk Anda dan menyimpannya di rak toko mereka. Anda perlu melakukan riset serta uji coba terlebih dahulu sebelum Anda mendekati pengecer. Berikut ini kami rangkum tujuh strategi menjual produk grosir ke toko retail.

1. Cari Tahu Informasi Terkait Toko Retail yang Anda Targetkan

Daftar toko retail yang Anda targetkan, lalu cari tahu alasan mengapa Anda menjual produk grosir Anda kepada mereka. Sebagai riset awal, coba Anda telusuri situs pengecer untuk mendapatkan informasi ringkas mengenai bisnis mereka. Setelah itu, lakukan riset lebih mendalam dengan meninjau tata letak lantai toko, bagaimana mereka menampilkan produk-produknya, dan jenis produk yang paling laris di toko-toko tersebut.

Selain mendekati toko retail besar, ada baiknya jika Anda juga mendekati toko retail yang lebih kecil. Anda akan memiliki peluang yang lebih besar untuk menjual produk grosir Anda ke pengecer yang lebih kecil ketimbang ke pengecer besar seperti Giant atau Hypermart. Jika Anda bisa berhubungan baik dengan pengecer, maka Anda bisa memiliki kesempatan untuk mempelajari siklus pembelian toko, pola pembelian musiman, dan preferensi pelanggan mereka.

2. Ketahui Kebutuhan Pengecer

Ingatlah bahwa bukan hanya Anda yang mencari keuntungan. Anda perlu memahami kebutuhan pengecer untuk bisa meyakinkan mereka bahwa produk Anda dapat memberikan keuntungan untuk mereka. Anda juga bisa mencari tahu toko-toko yang menjual produk pesaing Anda dan menganalisis mengapa toko-toko tersebut menerima produk pesaing Anda.

3. Pastikan Ada Permintaan Pasar untuk Produk Grosir Anda

Pengecer harus merasa yakin bahwa produk Anda akan diminati oleh konsumen mereka. Ciptakan sesuatu yang didambakan oleh konsumen dalam produk Anda. Buat produk Anda menjadi sesuatu yang sulit untuk mereka tolak. Tunjukkan pertumbuhan penjualan Anda dan sertakan testimonial yang baik dari pelanggan Anda. Mulailah dengan beberapa toko retail terlebih dahulu untuk membuat mereka merasa eksklusif.

4. Lakukan Pitching yang Tepat Sasaran

Pertama-tama, Anda harus mengirim email secara personal kepada setiap pengecer yang Anda targetkan. Email yang dipersonalisasi menunjukkan bahwa Anda benar-benar memiliki ketertarikan khusus kepada mereka. Jangan lupa untuk menyatakan bahwa Anda berminat untuk menemui mereka secara langsung. Anda perlu bersabar jika Anda belum mendengar kabar dari mereka. Sambil terus melakukan follow up, Anda juga bisa mengirimi mereka sample produk Anda untuk lebih meyakinkan mereka.

5. Buat Pengecer Mencari Anda

Anda seharusnya tidak perlu lagi bersusah payah mencari pengecer yang bersedia untuk membeli produk Anda. Melalui digital marketing, kini Anda bisa mengundang pengecer yang tertarik pada produk grosir Anda. Cantumkan informasi lengkap mengenai bisnis grosir Anda di website Anda sehingga pengecer akan mempercayai kredibilitas Anda sebagai distributor grosir. Lalu yang terpenting, optimalkan campaign Anda melalui mesin pencarian, media sosial dan email ke database prospek Anda.

Untuk membantu Anda menjangkau lebih banyak prospek berkualitas, pertimbangkan untuk menggunakan software CRM. Perangkat lunak ini kini telah banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan retail dan grosir dari berbagai ukuran di Indonesia. Anda perlu mengadopsi teknologi dalam bisnis Anda jika Anda ingin menjadi lebih unggul dari kompetitor Anda.

6. Persiapkan Presentasi Anda dengan Baik

Sebelum bertemu langsung dengan pengecer, pastikan bahwa Anda sudah benar-benar siap mempresentasikan produk Anda. Anda harus percaya diri ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti; Manfaat apa yang bisa Anda berikan kepada kami? Mengapa kami harus membeli produk Anda? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengirim produk Anda kepada kami? Dan pertanyaan-pertanyaan umum lainnya. Lengkapi proposal Anda dengan memberikan segala informasi yang dibutuhkan oleh pengecer termasuk deskripsi produk, informasi penentuan harga dan pemesanan, hak paten produk, testimonial konsumen, dan informasi penting lainnya.

7. Bangun Kepercayaan Pengecer Kepada Anda

Sekalipun Anda telah sukses menjual produk Anda ke toko retail, Anda tidak boleh terlalu cepat puas. Jika Anda ingin membangun hubungan jangka panjang dengan pengecer, maka Anda harus selalu mampu memenuhi ekspektasi mereka. Keterlambatan dalam pendistribusian produk bisa membuat pengecer kecewa terhadap Anda.

Untuk menghindari situasi tersebut, gunakan solusi otomatis yang secara khusus dirancang untuk industri grosir. Solusi ERP grosir dapat mempermudah proses distribusi grosir seperti pengelolaan inventaris, pengendalian pembelian dan penambahan stok, pengiriman barang ke pengecer, dan masih banyak lagi. Jika pengecer Anda merasa puas, maka mereka akan selalu setia membeli produk Anda dan tentunya ini akan memberikan kesempatan bagi Anda untuk mendatangkan lebih banyak pengecer di masa mendatang.