BerandaProductsAccountingSafety Stock adalah: Definisi, Kegunaan, dan Cara Menghitung

Safety Stock adalah: Definisi, Kegunaan, dan Cara Menghitung

Untuk perusahaan dagang, manajemen supply chain merupakan hal penting untuk mendukung dan mengatur kegiatan operasional. Safety stock merupakan manajemen yang dapat membantu agar supply chain dapat terus beroperasi. Sehingga hal tersebut dapat meminimalisir adanya penundaan pengiriman suatu barang. Safety stock memiliki banyak manfaat bagi perusahaan jika menerapkannya. Dengan supply chain manajemen yang baik, penundaan pengiriman barang akan terminimalisir.

safety stock adalah

Daftar Isi

Safety Stock adalah

Stok pengaman atau safety stock adalah persediaan yang perusahaan siapkan dalam mencegah kekurangan persediaan ketika kondisi permintaan pasar sedang tidak pasti. Faktor tersebut berdampak pada persediaan yang memerlukan jangka waktu tertentu sebelum barang tiba. Para ahli berpendapat bahwa stok pengaman merupakan sejumlah persediaan produk dengan permintaan awal pada perkiraan total permintaan barang pada waktu yang akan datang.

Kesimpulannya, stok pengaman atau safety stock merupakan metode untuk meminimalisir adanya kecurangan persediaan suatu produk dagang. Dalam sistem akuntansi perusahaan dagang, sistem ini berguna untuk menghitung kuantitas suatu produk barang. Maka dari itu, perlu perhitungan khusus dalam memenuhi permintaan konsumen. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan Software Manajemen Inventaris dalam mengoptimalkan tingkat persediaan.

Pentingnya Safety Stock pada Bisnis

Safetty Stock adalah
Sumber : freepik

Stok pengaman tersebut bertujuan untuk mendapatkan keuntungan, antisipasi fluktuasi permintaan, dan memudahkan jadwal produksi. Kondisi pasar akan mempengaruhi hukum persediaan dan permintaan. Jika kondisi pasar selalu dinamis, perusahaan akan menerapkan sistem stok pengaman untuk mengantisipasi perubahan kondisi pasar dan mengambil keuntungan lebih. Stok pengaman tersebut bertujuan untuk menentukan inventory yang tepat. Jika inventory terlalu besar, perputaran uang akan berhenti dalam modal dagang. Sebaliknya jika inventory terlalu kecil, maka perusahaan akan mengalami stock out. 

Faktor yang menyebabkan terjadinya stock out adalah fluktuasi demand, forecast yang tidak akurat, dan juga lead time yang beragam. Maka dari itu, stok pengaman perlu untuk membantu meminimalisir stock out, dengan perbandingan jumlah service level yang sesuai dengan stock out. Hal ini juga dapat berdampak pada penyimpangan jadwal yang sudah terencana sebelumnya. Contohnya jika perusahaan menentukan service level 98%, maka 2% sisanya adalah purchase order dari stock out dan hanya 98% yang dapat terproses. Angka tersebut bisa didapatkan dari rumus hitung stok pengaman.

Anda juga dapat menggunakan Sistem ERP untuk memudahkan operasional perusahaan.

Baca juga: Ketahui Apa Itu Barang Ekonomi dan Perbedaannya dengan Barang Bebas

Cara Menghitung Stok Pengaman

Dalam menentukan service level, rumus SS dapat Anda lihat berdasarkan data actual demand. Selanjutnya, penghitungan standar deviasi perlu dikalikan safety factor. Berikut rumus lengkapnya:

Safety stock = safety factor × standar deviasi atau, Safety stock = Z×√((PC/T)×σD)

Keterangan:

Z = safety factor

PC = performance cycle (siklus forecast dan siklus order)

σD = standar deviasi

T = siklus periode demand

Langkah-langkah menghitung stok pengaman terbagi dalam beberapa tahap. Langkah pertama, Anda perlu menghitung penjualan maksimum dan penjualan rata-rata harian. Lalu, hitung waktu tunggu maksimal dan waktu tunggu rata-rata harian. Setelah itu, masukkan rumus stok pengaman berikutnya:

Safety Stock = (Penjualan maksimal harian × Waktu tunggu maksimal) – (Penjualan rata-rata harian × Waktu tunggu rata-rata)

Perhitungan rumus tersebut dari reorder point, dan berguna ketika perubahan pasar terjadi dalam jangka waktu lama (≥ 2 tahun). Penghitungan reorder point ini dapat Anda perbaiki bersama dengan menyusun laporan laba rugi tiap 3 bulan sekali.

Kesimpulan

Dari penjelasan tersebut, kesimpulannya safety stock adalah metode untuk meminimalisir adanya kekurangan persediaan suatu produk dagang. Hal yang sebaiknya Anda lakukan sebagai pebisnis manufaktur dalam melakukan manajemen persediaan. Perusahaan juga perlu menggunakan suatu perencanaan dan juga perhitungan yang lebih terukur sebelum melakukan pembelian barang sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam pengiriman produk. Hal ini juga penting untuk meminimalisir biaya terkait manajemen persediaan.

Agar mudah dalam mengelola hal tersebut, Anda dapat menggunakan Sistem Warehouse Management dari HashMicro yang bisa untuk melacak produk, mengatur penataan gudang untuk memaksimalkan stok baranng, dan fitur lainnya secara otomatis dan mudah. Anda juga dapat mengintegrasikan sistem dengan  Sistem Akuntansi dari HashMicro untuk memudahkan Anda membuat pengelolaan arus kas, jurnal penyesuaian, dan lainnya secara otomatis. Jadwalkan demo gratis sekarang agar dapat mengimplementasikan sistem ini dan mendapatkan solusi yang tepat untuk bisnis dan investasi Anda.

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Muhammad Syahrian
Content Writer Intern at HashMicro. Passionate and hardworking person to develop my marketing skill.

Coba Gratis Software HashMicro

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan DAPATKAN DEMO GRATISNYA!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA