7 Tips Efektif Mengoptimalkan Peluang Bisnis untuk B2B

Kanya Anindita
7 Tips Efektif Mengoptimalkan Peluang Bisnis untuk B2B

Peluang bisnis harus tetap dicari, tidak peduli seberapa sukses perusahaan B2B Anda saat ini. Anda sebaiknya tidak mudah puas dengan apa yang telah Anda hasilkan, apalagi kompetisi di penjualan B2B semakin ketat. Bisakah Anda membayangkan apa yang terjadi bila Anda berhenti mencari peluang bisnis sementara kompetitor Anda semakin gencar memaksimalkan peluang bisnis mereka?

Jadi, jangan lengah. Tingkatkan prospek berkualitas Anda. Dapatkan lebih banyak referensi positif dari pelanggan Anda. Maksimalkan peluang bisnis Anda dengan tujuh cara efektif berikut ini. 

1. Cari Peluang Bisnis di Berbagai Saluran

Anda sebaiknya tidak hanya fokus pada satu saluran penjualan saja. Prospek Anda mungkin menggunakan berbagai media sosial dan ada di berbagai tempat. Jadi, temukan mereka di berbagai medium baik online maupun offline

Google Adwords

Pasang lead magnet di situs web Anda. Ini adalah konten bermanfaat dan diinginkan oleh prospek Anda. Konten ini bisa berupa video tentang produk atau jasa Anda, ebook yang berisi tips, kupon diskon, percobaan gratis, pendaftaran membership, dan masih banyak lagi. Setelah itu, pasang iklan dengan kata kunci dan harga yang tepat untuk halaman-halaman tersebut.

SEO

Perkuat SEO di situs web Anda. Pertimbangkan untuk membuat blog berisi artikel-artikel yang bermanfaat bagi calon pelanggan Anda. Manfaatkan berbagai alat pencarian kata kunci seperti Keyword Planner, Keyword Tool, Wordtracker, dan lain-lain, untuk menemukan kata kunci yang tepat untuk konten Anda. Gunakan aplikasi optimasi konten gratis seperti YOAST untuk mengukur SEO di konten Anda.

Facebook, Twitter & LinkedIn

Ketiga jaringan sosial ini hingga sekarang masih menjadi saluran penjualan yang paling efektif. Anda tidak harus menggunakan ketiganya secara bersamaan. Tetapi, jika Anda belum sama sekali menggunakan ketiganya atau baru menggunakan salah satunya, maka inilah saat yang tepat untuk mencobanya. Anda tidak hanya bisa memasang iklan Anda, tetapi Anda juga bisa bergabung dalam berbagai komunitas bisnis, khususnya di Facebook dan LinkedIn.

Event

Selain melalui digital marketing, Anda juga perlu mencari peluang bisnis secara offline. Adakan acara seminar, pelatihan, atau konferensi secara reguler untuk menjangkau prospek berkualitas. Anda bisa mengadakan event Anda sendiri atau berkolaborasi dengan partner. Kolaborasi dengan partner yang memiliki reputasi baik biasanya dapat membantu meningkatkan kepercayaan publik pada bisnis Anda.

2. Analisis Sumber Prospek 

Setelah menggencarkan teknik pemasaran Anda di berbagai saluran, kini saatnya untuk menganalisis sumber prospek Anda. Ketahui dari mana prospek Anda datang, apakah mereka datang dari blog Anda, iklan Anda, email marketing, dan lain-lain.

Ketahui saluran mana yang paling banyak menghasilkan prospek, saluran mana yang menghasilkan prospek berkualitas, dan saluran mana yang paling banyak menghasilkan prospek yang tidak berkualitas. Setelah Anda menganalisis ini, Anda akan dapat mengalokasikan anggaran Anda hanya untuk sumber prospek yang menguntungkan saja dan mengeliminasi yang lain. 

3. Manfaatkan Marketing Automation

Manfaatkan alamat email yang Anda dapatkan dari setiap lead magnet yang Anda pasang di situs web Anda. Buatlah email marketing personal menggunakan sistem marketing automation. Email personal biasanya menghasilkan open rate dan click rate yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak. 

Marketing automation juga dapat membantu Anda mengotomatiskan pengiriman email untuk setiap campaign atau newsletter Anda, mengirim pesan otomatis ke pengunjung yang memasuki halaman tertentu di situs web Anda, dan masih banyak lagi. Dengan sistem ini, Anda juga akan dapat melakukan remarketing dengan mudah, karena sistem menyimpan data pengunjung secara lengkap di setiap halaman

4. Gunakan Metode 60/20/20

Metode 60/20/20 merupakan pendekatan yang strategis untuk manajemen waktu. Alih-alih menggunakan 100% dari waktu Anda untuk fokus pada satu hal, sebaiknya bagi waktu Anda dengan menggunakan metode ini. 

Pertama, gunakan 60% dari waktu Anda untuk secara proaktif fokus pada tugas-tugas yang benar-benar menambah nilai bagi bisnis Anda atau tidak dapat dilakukan oleh orang lain. 40% waktu Anda yang lain harus dibagi menjadi dua kategori: 20% pada perencanaan dan 20% pada strategi. Perencanaan artinya mendedikasikan waktu untuk sumber daya dan jadwal untuk operasi bisnis; strategi berarti menyediakan waktu untuk mengevaluasi bagaimana Anda dapat meningkatkan kinerja bisnis Anda, pengalaman pelanggan Anda, atau model profit Anda.

Agar lebih menghemat waktu, biaya, dan tenaga, pertimbangkan untuk menggunakan sistem CRM otomatis. Sistem ini dapat membantu mengelola data prospek dan pelanggan, mengidentifikasi prospek berkualitas, membagikan prospek ke salesperson yang tepat, memantau status penjualan, memprioritaskan prospek, dan masih banyak lagi. Anda dan tim penjualan akan dapat lebih fokus pada peluang bisnis yang lebih besar dan memberikan layanan pelanggan yang lebih baik. 

5. Perbanyak Online Review

Sebagian besar pembuat keputusan B2B akan melakukan penelusuran online sebelum membeli. Mereka pasti akan mencari ulasan jujur ​​untuk mendukung keputusan mereka. Jadi, untuk menghasilkan lebih banyak peluang bisnis, Anda harus memposting ulasan tentang layanan atau produk Anda di situs web Anda.

Akan tetapi, jangan pernah berpikir untuk membeli ulasan pelanggan. Ulasan yang tidak jujur ​​hanya akan menjatuhkan peringkat Anda di mesin pencarian dan merusak reputasi Anda, jadi jangan ambil risiko. 

6. Buat Program Referensi

Tahukah Anda bahwa pelanggan Anda saat ini bisa menjadi sumber prospek yang menguntungkan bagi bisnis Anda? Buatlah program referensi untuk pelanggan Anda dengan menawarkan harga khusus bagi mereka yang berhasil mendatangkan pelanggan baru untuk Anda. Ini tidak hanya akan menguntungkan Anda, tetapi juga pelanggan setia Anda. 

Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah mengizinkan orang lain untuk menjadi reseller Anda. Anda bisa mendiskusikan pembagian hasil terlebih dahulu di awal dengan calon reseller. Akan tetapi, biasanya rekomendasi dari pelanggan yang sudah menggunakan produk atau jasa Anda akan lebih efektif. 

7. Kerja Sama dengan Influencer

Kerja sama dengan influencer yang memiliki reputasi baik dapat membantu memaksimalkan peluang bisnis Anda. Pertama, Anda harus mencari influencer yang relevan dengan bisnis dan target konsumen Anda. Ia juga harus benar-benar memahami apa yang Anda jual sehingga ia bisa menjadi brand ambassador yang baik untuk bisnis Anda. 

Berkolaborasi dengan influencer melalui iklan sudah sering dilakukan oleh berbagai jenis bisnis, karena dianggap cepat dan mudah, meskipun mahal. Akan tetapi, ada berbagai cara lain yang bisa Anda lakukan, misalnya mengajak mereka untuk menjadi bintang tamu dalam acara Anda, atau meminta mereka untuk menulis artikel tentang produk atau jasa Anda. 

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles