Manfaat Penggunaan ERP untuk Perusahaan Startup

Hashmicro
ERP Essentials for Business

Penggunaan ERP untuk perusahaan startup atau bisnis yang baru dimulai dapat menjadi suatu keputusan yang cerdas dan menguntungkan bagi perusahaan tersebut. Jika Anda sudah memiliki visi proyek yang jelas terhadap perusahaan Anda, Anda dapat memilih untuk berinvestasi pada ERP daripada investasi pada hal yang tak berwujud lainnya. Sistem ERP memberikan analisis yang sangat dibutuhkan kepada manajemen yang digunakan untuk proses pengambilan keputusan yang signifikan. Semakin awal perusahan mendigitalkan operasionalnya, maka akan semakin mudah perusahaan mendapatkan banyak keuntungan.

Ada lebih banyak keuntungan dalam menyiapkan sistem perangkat lunak ERP selama proses startup. Banyak proses bisnis yang penting dapat disederhanakan dengan cara yang lebih baik sehingga digitasi menjadi lebih sederhana. Perencanaan sumber daya untuk ERP juga dapat dilakukan pada tahap awal sehingga mengurangi pengerjaan ulang atau penyesuaian kembali pekerjaan yang dibutuhkan pada tahap selanjutnya. Tahap awal bisnis dapat mencakup uji coba ERP juga dan perbedaan dalam perangkat lunak dapat diidentifikasi dan diperbaiki sebelum data aktual dimasukkan. Keuntungan lainnya yakni bisnis juga dapat mengidentifikasi kekurangan dalam perencanaan ERP dan melakukan tindakan korektif untuk hal tersebut. Pada dasarnya penggunaan ERP untuk perushaaan startup bisa sangat menguntungkan.

ERP Konvensional atau ERP Berbasis Cloud?

Langkah yang harus diambil selanjutnya yakni memutuskan untuk menggunakan ERP konvensional atau ERP berbasis Cloud. ERP konvensional memang akan cukup memakan banyak biaya dari modal startup, meskipun software ERP ini akan dapat dengan mudah disesuaikan dan menjamin  keamanan data. ERP konvensional juga memerlukan investasi di bidang TI dan sumber daya manusia untuk maintenance nya. Pembaruan dan peningkatan ERP konvensional juga akan menghabiskan banyak waktu dan biaya.

ERP berbasis Cloud sedang tren di pasaran, karena harganya jauh lebih rendah dibandingkan ERP konvensional. Akan tetapi, perusahaan harus terus menyesuaikan diri dengan arus proses yang tersedia di ERP berbasis Cloud, karena tidak ada proses kustomisasi di ERP berbasis Cloud. Sumber daya atau perangkat lunaknya juga harus dibagi dengan beberapa pengguna sekaligus. Karena ERP berbasis Cloud ini sifatnya langganan, maka ini akan menambah biaya operasional perusahaan. Namun, kelebihannya di sini adalah bahwa seandainya perusahaan memutuskan untuk berhenti menggunakan ERP berbasis Cloud, maka yang perlu mereka lakukan hanyalah berhenti berlangganan, sementara jika perusahaan berhenti menggunakan ERP konvensional, maka  keseluruhan investasi pada perangkat lunak itu pun terbuang sia-sia.

Karena perusahaan startup baru terbentuk, maka arus manajemennya mungkin belum terbentuk dengan baik dan biaya operasionalnya juga masih perlu dipertimbangkan secara luas. ERP berbasis Cloud menjadi saat ini sangat populer di pasaran dan bisa dijadikan alternatif yang bagus untuk menggantikan implementasi ERP konvensional. ERP berbasis Cloud sangat membantu perusahaan startup, karena software ini dapat merampingkan banyak proses bisnis di tahap awal itu sendiri.

Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan saat memilih ERP:

  • Pilih vendor ERP berpengalaman yang sudah sering menangani perusahaan startup – Hal ini dapat membantu mempermudah proses, karena proses ERP berevolusi dari pengalaman dengan banyak klien. Semua peraturan pemerintah yang ada seperti pajak, kontribusi PF, pengarsipan TDS, dll akan tersedia dalam perangkat lunak yang ada. Setiap peraturan industri baru yang diberlakukan akan ditambahkan secara otomatis oleh vendor ERP untuk mematuhi mandat pemerintah
  • Memahami proses bisnis – ERP harus dipilih sesuai konsensus dengan promotor dan pakar industri di dalam perusahaan. Pakar industri akan tahu bagaimana bisnis bekerja atau alur proses yang terlibat. Para promotor perlu memahami pentingnya ERP dan menyetujui biaya yang dikeluarkan untuk berinvestasi di dalamnya.
  • Perkirakan biaya – Meskipun ERP berbasis Cloud lebih murah, implementasinya bisa memakan biaya operasional yang lebih besar daripada biaya modal. Oleh karena itu, sebaiknya pilih ERP yang cost-wise untuk perusahaan.
  • Gunakan sistem yang diperlukan saja- Jangan mempersulit proses dengan berlangganan modul ERP yang tidak perlu, hanya karena vendor menyuruh Anda untuk menggunakannya. Biaya tambahan dan sumber daya dipakai untuk tujuan-tujuan lainnya yang lebih penting seperti digital marketing dan SEO.
  • Jangan lupakan upgrade – Meskipun Anda tidak perlu berlangganan modul yang tidak diinginkan, namun ERP Anda harus tetap memiliki modul tambahan untuk tahap selanjutnya jika diperlukan. Misalnya, jika Anda memilih ERP manufaktur dan kemudian Anda memutuskan untuk menjual produk yang sama dengan yang Anda produksi, maka sebaiknya Anda mengintegrasikan ERP Anda dengan modul penjualan atau POS.
  • Rencanakan sumber daya – Entah berbasis Cloud atau konvensional, ERP akan memerlukan setidaknya satu sumber khusus yang akan bertanggung jawab mengelola seluruh data dan keamanannya. Untuk ERP konvensional, sejumlah sumber daya mulai dari sistem engineer hingga administrator jaringan dan administrator keamanan diharuskan untuk selalu bertanggung jawab pada software. Sumber daya lainnya seperti server, workstation, peralatan jaringan, dan lainnya juga harus bisa mengelolanya. Sedangkan untuk ERP berbasis Cloud, satu atau dua orang saja sudah cukup untuk menangani ERP dalam perusahaan. Anda hanya perlu mengadakan training untuk pengguna untuk menggunakan ERP berbasis Cloud yang pastinya tidak akan memakan banyak biaya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.