01.
Apa itu HashMicro
02.
ERP itu cocok untuk perusahaan seperti apa
03.
Kenali Produk HashMicro
04.
Keunggulan HashMicro
05.
Proses Implementasi
06.
Apakah demo nya gratis?
0:00 / 0:00
BerandaProductsProject Management5 Langkah Melakukan Manajemen Risiko di Perusahaan

5 Langkah Melakukan Manajemen Risiko di Perusahaan

Ada banyak sekali buku dan dokumen yang menjelaskan pentingnya sebuah perusahaan menjalankan manajemen risiko. Buku-buku itu menjelaskan bahwa manajemen risiko berguna sebagai pencegahan sebelum terjadinya bencana yang menimpa perusahaan Anda. Bencana apa yang sekiranya akan menimpa perusahaan Anda?

Bencana tersebut bukanlah bencana alam seperti banjir atau gempa bumi. Yang kami maksud adalah gagalnya pengerjaan proyek dan perusahaan berujung merugi dan terpaksa gulung tikar pada akhirnya. Terkadang, kontrak juga dapat menjadi berisiko apabila perusahaan kurang teliti, sehingga perusahaan juga perlu memerhatikan manajemen kontrak. Manajemen risiko yang baik akan menghindarkan Anda dari kejadian-kejadian tersebut.

Download Sekarang: Perhitungan Skema Harga Software Kontrak bagi Kebutuhan Bisnis Anda

Dalam pengertiannya, manajemen risiko adalah memikirkan kejadian terburuk apa yang mungkin menimpa perusahaan, berapa besar kemungkinannya, dan mengambil tindakan preventif sebelum hal itu terjadi. Jadi, Anda bisa meminimalisir resiko yang kemungkinan akan menimpa perusahaan Anda dan menghindari kerugian yang besar.

Menurut Warren Buffet, risiko akan menghampiri saat Anda mengabaikannya. Tak mengapa untuk memikirkan potensi risiko terburuk selama Anda memikirkan usaha yang bisa untuk menghindarinya.

Pada kenyataannya, manajemen risiko tidaklah serumit yang kita bayangkan. Yang penting prosesnya harus melibatkan seluruh aspek perusahaan Anda dan duduk bersama untuk membahasnya. Nah, berikut ini harus menjalankan 5 langkah dalam manajemen risiko.

Baca juga: Apa Itu ERP Software dan Apa Kegunaannya bagi Bisnis Anda?

manajemen risiko

Daftar Isi

Pikirkan kemungkinan terburuk apa yang mungkin terjadi

Buat daftar kemungkinan terburuk apa saja yang bisa menimpa proyek, atau mengganggu jalannya perusahaan. Bertukar pikiran (brainstorming) dengan manajemen perusahaan adalah cara yang tepat untuk mencari tahu kemungkinan apa yang bisa terjadi.

Dengan membuat daftar seperti ini, Anda bisa melihat kemungkinan buruk mana saja yang bisa saling tumpang tindih. Dengan demikian Anda bisa menghindari dua hal buruk yang bisa menimpa perusahaan sekaligus, yang sudah pasti sangat merugikan perusahaan Anda. Selain itu, dengan menyiapkan solusi secepat mungkin, maka permasalahan yang terjadi pun akan semakin cepat teratasi, sehingga meminimalisir kemungkinan-kemungkinan terburuk terjadi.

Perkirakan kapan kemungkinan ini bakal terjadi

Setelah membuat semua daftar risiko, beri tanggal kapan kiranya risiko tersebut bakal terjadi. Mengetahui hal ini adalah langkah penting untuk mempersiapkan diri agar jangan sampai risiko benar-benar terjadi.

Cara ini memungkinkan Anda untuk memberikan prioritas pada risiko yang mungkin terjadi lebih dulu. Anda juga bisa memberi tanda pada risiko yang tak mungkin lagi terjadi karena melakukan mitigasi untuk risiko tersebut sudah terlebih dahulu.

Baca Juga: Optimalkan Pembayaran Digital dengan Software Akuntansi

Ukur dampak risikonya

Langkah selanjutnya adalah mengukur dampak dari masing-masing risiko. Ada dua hal yang harus diukur, yakni berapa besar kemungkinan risiko itu akan terjadi, dan seberapa besar dampak dari risiko tersebut, lalu berikan skor masing-masing.

Sebagai contoh, kita berikan rentang skor dari 1 sampai 5 untuk kedua hal yang harus diukur di atas. Setelah itu kita kalikan kedua hal tersebut untuk mendapatkan rating dari setiap risiko. Untuk mudahnya, mari kita lihat tabel di bawah ini:

manajemen resiko

Dari tabel di atas kita bisa melihat bahwa Risiko A kemungkinan terjadinya kecil sekali, meski dampaknya cukup besar terhadap perusahaan. Maka dari itu risiko A mendapat rating 4, yang mana mendapat prioritas yang rendah. Sementara Risiko B tinggi sekali kemungkinannya untuk terjadi dan berdampak pada mandeknya kelangsungan proyek atau bisnis Anda. Maka dari itu Risiko B perlu mendapatkan prioritas yang lebih tinggi.

Mengenai rentang risiko, Anda bisa menentukan sendiri. Misalnya mengkategorikan dari 1 sampai 10  “tak mengkhawatirkan”, 11 sampai 18 terbilang “perlu diwaspadai”, dan 19 sampai 25 masuk dalam taraf “berbahaya” dan harus diprioritaskan mitigasinya.

Tentukan langkah mitigasi

manajemen resiko

Ada 4 langkah yang bisa dilakukan sebagai mitigasi risiko, yakni acceptance, avoidance, limitation, dan transference.

  1. Acceptance
    Mitigasi pertama yang bisa dijalankan yakni acceptance atau biarkan saja risiko itu terjadi. Umumnya mengambil langkah ini saat risiko tak memiliki dampak yang signifikan atau kecil kemungkinannya untuk terjadi.
  2. Avoidance
    Anda melakukan berbagai macam cara untuk menghindari risiko tersebut menimpa proyek atau perusahaan Anda. Umumnya mitigasi semacam ini butuh investasi yang cukup besar, dan mempertimbangkan jika kemungkinan terjadinya cukup tinggi dan imbasnya cukup besar.
  3. Limitation
    Anda tahu bahwa risiko tersebut pasti terjadi dan imbasnya cukup besar. Opsi ini saat Anda tak bisa menghindarinya, namun sangat mungkin untuk meminimalisir dampak kepada perusahaan saat risiko menghampiri.
  4. Transference
    Alih-alih menelan pil pahit risiko, Anda meminta pihak lain yang mau dan mampu menenggaknya tanpa ragu. Mitigasi risiko semacam ini umum dilakukan perusahaan di aspek manajemen atau menggunakan sistem HRM.

Tetapkan pihak yang akan bertanggung jawab

Meski dalam melakukan perumusan manajemen risiko secara bersama-sama, namun tak serta merta menanggung setiap risiko bersama. Harus ada satu penanggung jawab untuk masing-masing risiko. Orang yang akan memilih penanggung jawab tersebut harus menjalankan mitigasi.

Tak bijak rasanya jika Anda harus membebankan pekerjaan mitigasi pada orang yang tak hadir dalam diskusi ini, karena sudah pasti orang tersebut akan menolak tanggung jawab tersebut mentah-mentah. Berikan pada peserta diskusi karena sudah pasti ia memahami betul harus melakukan mitigasi seperti apa.

Kesimpulan

Manajemen risiko bukanlah hal yang menakutkan dan perlu untuk menghindari. Justru dengan mendiskusikannya bersama dengan karyawan perusahaan, Anda bisa mengambil langkah pencegahan terbaik untuk menangani setiap risiko yang mungkin menghampiri.

Manajemen risiko adalah salah satu bagian dari sistem manajemen proyek di sebuah perusahaan. Penting bagi setiap manajer proyek untuk mengetahui, mengukur, dan memitigasi risiko yang mungkin terjadi selama pelaksanaan proyek. Tentunya saat ini perusahaan memerlukan sistem yang dapat menyelesaikan proyek dengan mudah.

Download Sekarang: Perhitungan Skema Harga Software kontrak bagi Kebutuhan Bisnis Anda

Dengan penggunaan software manajemen kontrak dari HashMicro dapat memastikan ketepatan penyelesaian proyek dan anggaran proyek bisa terserap maksimal. Dengan fitur manajemen proyek, pengelolaan anggaran, dan manajemen timeline, Anda dapat memanfaatkan sumber daya dalam proyek dengan efektif. Baca tips lainnya seputar manajemen proyek dengan mengklik link berikut ini.

manajemen risiko

 

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Coba Gratis Software HashMicro

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan DAPATKAN DEMO GRATISNYA!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Nadia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA