BerandaIndustryKlasifikasi Sistem Manufaktur: Pahami Tipe Produksi dan Aliran Proses untuk Bisnis Anda

Klasifikasi Sistem Manufaktur: Pahami Tipe Produksi dan Aliran Proses untuk Bisnis Anda

Sistem Manufaktur adalah keseluruhan entitas yang bekerja dalam suatu aturan tertentu untuk mengubah resource (material, tenaga, energi dan keterampilan) menjadi suatu produk (barang atau jasa) yang dapat terjual oleh perusahaan. Pada dasarnya, perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur akan melakukan riset pasar terlebih dahulu untuk mengetahui seberapa banyak kebutuhan dari pasar dan agar produk yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan pasar pada waktu yang tepat, tempat yang tepat dan jumlah yang tepat.

Besarnya tingkat permintaan pasar membuat perusahaan menjadi kewalahan. Hal ini karena perusahaan harus meningkatkan kinerjanya agar barang produksi meningkat. Namun, perusahaan masih banyak yang menggunakan cara manual dalam meningkatkan kinerjanya. Hasilnya, perkembangan perusahaan menjadi terhambat. Namun nyatanya, terdapat salah salah satu cara untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan Hash Manufacturing Automation.

Hal tersebut tentunya akan memudahkan perusahaan untuk menentukan berapa banyak dan klasifikasi Sistem Manufaktur berbasis cloud yang akan mereka gunakan. Sehingga sistem ini membantu Anda untuk memperoleh kontrol penuh pada setiap proses produksi. Oleh karena itu, operasional bisnis perusahaan Anda akan berjalan lancar tanpa kendala ketika menggunakan Program Manufaktur berbasis web.

Dapatkan Skema Harga Software Manufaktur

Download Sekarang

Berikut terdapat klasifikasi Sistem Manufaktur terbaik yang bisa perusahaan gunakan. Sistem ini dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu klasifikasi Sistem Manufaktur yang terintegrasi berdasarkan tipe produksi dan berdasarkan aliran proses. Pelajari selengkapnya pada penjelasannya bawah ini. Untuk mendapat gambaran biaya yang perlu Anda siapkan, Anda dapat mengunduh skema perhitungan harga Software manufaktur dari HashMicro.

sistem manufaktur

Klasifikasi Sistem Manufaktur Berdasarkan Tipe Produksi

Menurut Bertrand, Wortman & Wijngaard (1990), terdapat 4 kategori dalam mengklasifikasikan sistem manufaktur berdasarkan tipe produksinya, yakni:

Make to Stock (MTS)

make to stock adalah
Sumber: www.planettogether.com

Dalam Sistem Manufaktur otomatis, sistem produksi yang terjadi apabila produsen memproduksi produk sebagai suatu persediaan sebelum datangnya pesanan dari konsumen. Perusahaan yang menerapkan strategi make to stock akan memiliki inventori yang terdiri dari produk akhir untuk dapat terkirim dengan segera apabila ada permintaan dari konsumen, dimana konsumen biasanya tidak akan memberikan toleransi keterlambatan dalam menerima pesanannya sehingga perusahaan harus mengestimasikan banyaknya persediaan produk akhir yang tepat. Oleh karena itu, produk-produk yang dapat dikategorikan ke dalam strategi make to stock adalah industri untuk barang-barang konsumsi (consumer’s good) seperti pakaian, peralatan rumah tangga, produk makanan, mainan anak-anak, karpet, dan lain sebagainya. 

Assemble to Order (ATO)

Sistem produksi akan bekerja jika produsen membuat desain standar yang terdiri atas beberapa komponen dan merakitnya setelah ada permintaan/pesanan dari konsumen. Apabila konsumen memesan produk, maka produsen akan merakit modul-modul yang ada dengan cepat dan mengirimkan dalam bentuk produk akhir kepada konsumen. Contoh perusahaan yang menerapkan sistem ini adalah perusahaan komputer rakitan, di mana perusahaan menyediakan pilihan jenis processor, motherboard, ukuran memori, ukuran hard disk, dan lain-lain. Komponen-komponen tersebut harus tersedia terlebih dahulu dan baru akan menjalankan proses perakitan menjadi komputer ketika ada pesanan dari konsumen. 

Make to Order (MTO)

klasifikasi sistem manufaktur
Sumber: clubkaizenblog.wordpress.com

Sistem produksi akan bekerja jika produsen memproduksi suatu produk banyak jika telah menerima pesanan dari konsumen. Perusahaan yang memilih strategi make to order hanya mempunyai desain produk dan beberapa material standar dalam sistem inventor dari produk-produk yang telah terbuat sebelumnya. Aktivitas proses pembuatan produk bersifat khusus dan sesuai dengan setiap pesanan dari konsumen. Produk yang dapat Anda kategorikan dalam strategi make to order adalah penggunaan parts mesin, undangan pernikahan, produk-produk kerajinan tangan berdasarkan pesanan khusus, dan pelatihan dalam perusahaan (in-house training) berdasarkan kebutuhan spesifik dari konsumen. 

Engineering to Order (ETO)

Sistem produksi akan bekerja jika konsumen meminta produsen untuk membuat produk yang mulai dari proses perancangan. Ketika menerapkan strategi ini, perusahaan tidak membuat produk itu sebelumnya atau dengan kata lain strategi ini sesuai untuk produk-produk unik. Oleh karena itu, perusahaan yang memiliki strategi ini tidak mempunyai inventori karena produk baru akan menjalankan proses produksi setelah ada permintaan konsumen. Beberapa contoh produk yang menggunakan strategi engineering to order adalah kapal, gedung bertingkat, jembatan, rumah, pagar, dan lain sebagainya. 

Baca juga: Sistem Manufaktur: Cara Memilih serta Manfaatnya bagi Perusahaan Anda

Dapatkan Skema Harga Software Manufaktur

Download Sekarang

Karakteristik Sistem Manufaktur

Perusahaan manufaktur tentunya memiliki ciri khusus yang membedakan dengan industri lainnya. Berikut merupakan ciri dan karakteristik perusahaan manufaktur yang perlu Anda ketahui:

Karakteristik MTS ATO MTO ETO
Produk Standard Keluarga produk tertentu Tidak punya keluarga produk Customized total
Kebutuhan produk Dapat teramalkan Tidak dapat teramalkan
Kapasitas Terdapat perencanaan Tidak terdapat perencanaan
Waktu produksi Tidak penting bagi pelanggan penting penting Sangat penting
Kunci persaingan Logistik Perakitan akhir Fabrikasi, perakitan akhir Seluruh proses
Kompleksitas Operasi Distribusi Perakitan Manufaktur komponen Engineering
Ketidakjelasan Operasi Terendah Tertinggi
Fokus manajemen puncak Marketing/distribusi Inovasi Kapasitas Kontrak order pelanggan
Fokus manajemen menengah Kontrol stock MPS dan order pelanggan Shop floor control, pelanggan Manajemen proyek

 

Klasifikasi Sistem Manufaktur Berdasarkan Aliran Proses

Sistem informasi manufaktur berdasarkan aliran proses atau strategi desain proses ini mendefinisikan bagaimana suatu produk industri dibuat atau diproses. Pada dasarnya, sistem manufaktur aliran proses terbagi menjadi 3 jenis yaitu sebagai berikut:

Alur Manufaktur
Sumber: Ilmumanajamenindustri.com

Klasifikasi sistem manufaktur: Fixed Site (Project)

Sistem manufaktur project adalah proses pembuatan suatu jenis produk yang terdiri dari kombinasi beberapa aktivitas yang dibatasi oleh waktu penyelesaiannya. Oleh karena itu, bentuk proyek dapat Anda gunakan apabila terdapat suatu kebutuhan khusus untuk kreativitas dan keunikan produk serta memiliki batas waktu penyelesaiannya. Salah satu contoh produksi yang menggunakan sistem produksi project diantaranya seperti produksi kapal, pesawat terbang, bangunan jembatan, gedung dan mesin-mesin besar.

Klasifikasi sistem manufaktur: Job Shop (Jumbled Flow)

Sistem manufaktur job shop adalah jenis aliran proses produksi yang digunakan untuk produk-produk dengan jumlah produksi yang sedikit namun banyak model atau variannya. Kebutuhan job shop akan fleksibilitas dalam menangani banyaknya variasi produk membutuhkan sumber daya manusia yang terampil dan mesin yang general purpose yang dikelompokkan berdasarkan fungsi sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan untuk pesanan yang berbeda. Contoh produk-produk yang menggunakan job shop production diantaranya seperti percetakan yang menerima desain poster-poster tertentu dengan jumlah yang terbatas, pabrik pakaian yang membuat seragam dengan desain dan jumlah yang ditentukan, dan lain sebagainya.

Klasifikasi sistem manufaktur: Flow Shop

Sistem manufaktur flow shop adalah jenis proses produksi yang perusahaan gunakan untuk produk-produk yang dirakit atau diproduksi dalam jumlah banyak dan berturut-turut (continuous) sehingga hasilnya akan melimpah. Sistem produksi flow shop ini menggunakan jalur produksi (production line) untuk memproduksi produk-produknya sehingga lebih meningkat. Semua produk menjalankan proses produksi dengan standar dan proses yang sama agar hasilnya tidak berbeda.  Flow shop production ini sering disebut juga dengan mass production atau Produksi Massal. Contoh produk-produk yang menggunakan flow shop production diantaranya seperti pada produksi pakaian jadi ataupun pada produk elektronik komersial (Televisi, Smartphone, DVD Player, Laptop).

Baca juga: Proses Manufaktur: Ketahui Jenis dan Pentingnya untuk Bisnis Anda

Kesimpulan

Sistem manufaktur

Berdasarkan penjelasan di atas mengenai klasifikasi sistem manufaktur, dapat Anda perhatikan bahwa jangkauan dari sistem manufaktur itu sangat luas dan memiliki peranan yang sangat penting dalam suatu bisnis. Oleh sebab itu, agar perusahaan dapat menjangkau dan memenuhi kebutuhan pasar pada waktu yang tepat, tempat yang tepat dan jumlah yang tepat, Anda dapat menggunakan Hash Manufacturing Automation dari HashMicro.

Tingkatkan produktivitas dan profitabilitas bisnis manufaktur Anda dengan sistem manufaktur terlengkap di Indonesia. Anda dapat mengunduh skema perhitungan biaya software manufaktur dari HashMicro untuk mengetahui kalkulasi biayanya. Dapatkan demo gratis sekarang juga!

Dapatkan Skema Harga Software Manufaktur

Download Sekarang

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Isma Rudyanti
Isma Rudyanti
A Junior Creative Content Writer at HashMicro with passion for creative writing, digital marketing, public relation & journalism

Coba Gratis Software HashMicro

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan DAPATKAN DEMO GRATISNYA!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA