BerandaProductsAccountingJenis-jenis & Contoh Jurnal Pembelian yang Penting Untuk Anda Ketahui!

Jenis-jenis & Contoh Jurnal Pembelian yang Penting Untuk Anda Ketahui!

Dasarnya, jurnal pembelian digunakan oleh para pemilik perusahaan untuk mencatat aktivitas yang terkait dengan transaksi pembelian. Selain itu, ada juga jurnal penjualan yang menjalankan fungsi serupa dengan jurnal ini.

Transaksi jual beli merupakan kegiatan utama perusahaan yang berlangsung secara teratur dan konsisten. Oleh karena itu, perlu adanya pencatatan yang akurat, tepat, baik, dan benar. Sekarang, mari kita membahas jurnal pembelian secara rinci, lengkap dengan contoh, dan bagaimana pencatatannya dalam laporan keuangan pada artikel ini.

Baca juga: Fungsi dan Contoh Jurnal Penutup dalam Akuntansi Perusahaan

Demo gratis sistem ERP HashMicro

Daftar Isi

Pengertian Jurnal Pembelian

Singkatnya, jurnal pembelian adalah entri jurnal yang digunakan untuk mencatat berbagai pembelian yang telah terjadi. Transaksi dicatat dalam jurnal jenis ini dengan cara yang sama seperti transaksi penjualan yang dicatat dalam jurnal penjualan. Hal ini berlaku untuk pembelian yang dilakukan secara kredit, tunai, atau untuk pengembalian barang. Hal ini juga berlaku untuk diskon pembelian.

Pembelian bahan baku, misalnya, yang dicatat dalam jurnal pembelian bahan baku. Sedangkan, pembelian kendaraan akan dicatat dalam jurnal pembelian kredit yang disertai dengan jumlah PPN yang sesuai.

Baca juga: Manajemen adalah | Pentingnya bagi Kelangsungan Bisnis Anda

Empat Jenis Jurnal Pembelian dan Contoh Pencatatannya

Terdapat empat jenis jurnal pembelian yang harus Anda ketahui: jurnal pembelian tunai, jurnal pembelian kredit, jurnal pembelian diskon, dan jurnal retur pembelian dan diskon. Jurnal pembelian tunai adalah jenis jurnal pembelian yang paling umum. Berikut ini adalah penjelasannya lengkapnya:

Jurnal Pembelian Tunai

Pengecer dan perusahaan perdagangan kecil biasanya menggunakan sistem persediaan perpetual terkomputerisasi untuk melacak tingkat stok mereka.

Perhatikan contoh jurnal pembelian tunai di bawah ini.

Diketahui pada tanggal 8 Februari 2020, perusahaan PT GHI melakukan pembelian bahan baku secara tunai dari Toko Budi Jaya dengan total Rp 2.510.000.

Pada sistem ini, maka pembelian bahan baku yang dilakukan secara tunai di atas dicatat pada jurnal baku seperti berikut ini:

Jurnal Pembelian

Baca juga: Apa itu Jurnal Umum? Ketahui Manfaatnya bagi Perusahaan!

Jurnal Pembelian Kredit

Dalam sistem akuntansi perusahaan perdagangan, jasa, dan manufaktur, pembelian yang perusahaan lakukan secara kredit adalah sebuah aktivitas yang sering dicatat sebagai transaksi. Perhatikan contoh berikut untuk melihat cara membuat catatan:

Diketahui pada tanggal 9 Februari 2020, PT GHI melakukan pembelian barang dari Toko Cemerlang Jaya secara kredit dengan total nilai Rp 9.250.000 plus PPN 10%. Nah, berikut ini adalah pencatatan jurnal pembelian kredit yang ditambahkan dengan PPN atas kegiatan transaksi tersebut.

Jurnal PembelianJurnal Diskon Pembelian

Saat ini, sebagian besar pabrik yang telah diidentifikasi oleh pemilik bisnis tidak akan menawarkan diskon untuk pembelian yang dilakukan di awal. Umumnya, faktur hanya memberikan informasi tentang tanggal jatuh tempo dan denda atas keterlambatan pembayaran.

Sampai Anda telah menerima faktur setidaknya beberapa hari sebelum tanggal jatuh tempo berakhir, Anda tidak akan berhak atas keuntungan apa pun, terlepas dari tanggal jatuh tempo. Namun, selama Anda mengikuti langkah-langkah yang diuraikan di bawah ini, Anda akan dapat menggunakan dana Anda untuk tujuan yang lebih produktif di masa mendatang, seperti membuat rekening bank.

Dalam suatu bisnis atau organisasi, penerimaan diskon pembelian yang dilakukan melalui pembayaran barang dan jasa yang lebih cepat dapat dicapai dengan menurunkan harga barang dan jasa. Sebagian besar bisnis telah menerapkan sistem akuntabilitas yang memungkinkan pelanggan memanfaatkan diskon apa pun yang ditawarkan kepada mereka.

Untuk penjelasan lebih dalam dan agar Anda lebih mengerti, perhatikanlah jurnal pembelian diskon di bawah ini.

Katakanlah perusahaan PT HMH sudah mengeluarkan faktur sebanyak Rp 3.000.000 pada PT ABC di tanggal 12 Juni 2018, dengan diberlakukannya syarat 2/10, n/30. Lalu, tanggal akhir periode diskon sebanyak Rp 60.000 baru bisa diperoleh di tanggal  7 Februari 2020.

Asumsikanlah agar bisa membayar faktur di tanggal 7 Februari 2020, PT GHI harus meminjam uang selama 20 hari periode kredit. Bila kita asumsikan dengan tingkat suku bunga tahunan yang sebanyak 6% dan satu tahun dihitung sebanyak 360 hari, maka bunga pinjaman dan penghematan yang bisa dilakukan PT GHI adalah berikut ini:

1. Besar pinjaman:

= Rp 3.000.000 – Rp 60.000

= Rp 2.940.000

2. Bunga pinjaman:

= Rp 2.940.000 X 6% X (20/360)

= Rp 9.800

3. Penghematan bersih untuk Perusahaan PT GHI:

Diskon 2% atas Rp 3.000.000 = Rp. 60.000

Bunga selama 20 hari dengan tingkat suku bunga 6% atas Rp 2.940.000 = (Rp 9.800)

Penghematan dari pinjaman = Rp 50.200

Penghemat juga dapat Anda ketahui dengan cara membandingkan tingkat suku bunga atas uang yang sudah dihemat karena mengambil diskon dan tingkat bunga pada uang yang dipinjam untuk mengambil disko tersebut.

Untuk PT GHI, tingkatan bunga yang bisa dihemat pada contoh ini kita perkirangan dengan mengubahnya sebanyak 2% untuk waktu 20 hari ke tingkat bunga tahunan, seperti berikut ini.

= 2% x (360 hari/20 hari

= 2% x 18 = 36%

Lalu, jika perusahaan PT GHI meminjam uang untuk mengambil keuntungan dari diskon, PT GHI akan diminta untuk membayar bunga sebesar 6 persen. Kemudian, jika perusahaan tidak menerima potongan tersebut, maka perusahaan tersebut diharuskan membayar bunga sebesar 36 persen untuk penggunaan Rp. 2.940.000 selama periode 20 hari tambahan.

Sebaliknya, pada sistem persediaan perpetual, pembeli akan mendebet rekening persediaan sebesar jumlah yang tertulis pada faktur pada awal transaksi. Ketika faktur dibayar, pembeli akan mengkredit akun persediaan dengan jumlah faktur yang didiskon.

Silakan lihat contoh jurnal pembelian diskon yang disediakan di bawah ini.

Diketahui Perusahaan PT GHI ingin mencatat faktur dari perusahaan PT LML dan pembayarannya di akhir periode diskon adalah seperti di bawah ini.

(Debit) Persediaan Rp 3.000.000

(Kredit) Utang Usaha – PT MKM Rp 3.000.000

(Debit) Utang Usaha – PT MKM Rp 3.000.000

(Kredit) Kas Rp 2.940.000

(Kredit) Persediaan Rp 60.000

Bila perusahaan PT GHI tidak mengambil diskon karena tidak membayar faktur hingga tanggal 27 Februari Juli 2020, maka pencatatan pembayarannya adalah seperti di bawah ini.

(Debit) Utang Usaha – PT LML Rp 3.000.000

(Kredit) Kas  Rp 3.000.000

Baca juga: Manajemen adalah | Pentingnya bagi Kelangsungan Bisnis Anda

Jurnal Retur dan Potongan Pembelian

Item yang dikembalikan ke jurnal retur pembelian, juga dikenal sebagai retur pembelian, memenuhi syarat untuk mendapatkan diskon pembelian. Dalam kebanyakan kasus, pembeli akan mengirimkan surat nota debit kepada penjual. Sebagai ilustrasi, perhatikan skenario berikut:

Dalam contoh nota debet di atas, jelas bahwa jumlah yang diajukan pembeli kepada penjual harus didebet dari rekening utang usaha yang telah dicatat penjual dalam pembukuannya. Selain itu, memo tersebut berisi informasi tentang cara mengembalikan barang dan mengajukan permintaan diskon.

Salinan nota debit dapat digunakan oleh pembeli sebagai dasar untuk mencatat pengembalian dan pengurangan pembelian, atau sebagai sarana untuk menunda pembelian sambil menunggu persetujuan dari penjual. Dalam skenario kedua ini, pembeli diharuskan untuk mendebet perdagangan atau hutang dagang dan mengkredit saldo persediaan.

Ambil contoh ilustrasi berikut:

Diketahui PT YaBerkah melakukan pencatatan pengembalian barang yang ditunjukkan pada memo debit di atas sebagai berikut:

(Debit) Utang Usaha – PT Sukses Penuh Keberkahan Rp 9.000.000

(Kredit) Persediaan Rp 9.000.000

Saat pembeli melakukan pengembalian barang atau diberikan potongan pembelian sebelum pembayaran faktur, maka jumlah memo debit akan dikreditkan dari nilai faktur. Jumlah ini selanjutnya harus dikurangi dengan diskon pembelian.

Kesimpulan

Pembelian barang dan jasa adalah salah satu kegiatan terpenting dalam organisasi mana pun, baik itu organisasi jasa, perdagangan, atau manufaktur. Perusahaan manufaktur hampir pasti akan membeli bahan baku dan bahan penolong dari pemasok untuk mendukung operasi manufaktur mereka. Perusahaan jasa memerlukan pemasok untuk membantu mereka dalam operasi bisnis mereka. Di sisi lain, perusahaan perdagangan membutuhkan pemasok untuk barang dagangan mereka serta bantuan dengan operasi mereka.

Jurnal pembelian lebih mudah untuk dicatat setelah kita berdiskusi secara menyeluruh tentang materi pelajaran. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa laporan keuangan yang disajikan adalah valid dan akurat, serta dapat digunakan sebagai acuan oleh pelaku bisnis dalam menyusun strategi operasional untuk periode akuntansi berikutnya.

Namun, jika Anda tidak memiliki banyak waktu untuk menyelesaikan entri jurnal pembelian, Sistem Akuntansi terpercaya dari HashMicro dapat membantu Anda dalam menghemat waktu. Anda akan dapat menghasilkan ratusan jenis laporan keuangan yang berbeda, termasuk laporan pembelian, hanya dengan memasukkan sebagian dari informasi yang diperlukan. Tunggu apa lagi? Coba sekarang!

Jurnal Pembelian

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Olivia Mariane Gunawan
Looking forward to give the readers more new insights and useful informations everyday! For business inquiries: [email protected]

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Butuh Software untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan mengisi form ini dan dapatkan demo GRATIS!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA