Lihat Artikel Lainnya

BerandaProductsAccountingCara Membuat Laporan Neraca Keuangan

Cara Membuat Laporan Neraca Keuangan

Untuk Anda yang menggeluti bidang akuntansi, tentu sudah tidak asing lagi dengan laporan keuangan. Umumnya, laporan keuangan berisikan informasi perihal keuangan di sebuah perusahaan yang dapat Anda jadikan acuan untuk melihat kinerja perusahaan dalam suatu periode. Kita mengenal empat jenis laporan keuangan yang meliputi laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan neraca keuangan. Neraca keuangan adalah laporan keuangan yang berisikan informasi mengenai aset/aktiva, kewajiban pembayaran kepada pihak terkait, dan modal pada periode waktu tertentu. Dari neraca keuangan, Anda dapat melihat apakah perusahaan tersebut mengalami kerugian atau tidak. Pencatatan setiap keuangan yang masuk dan keluar harus dengan ketelitian tingkat tinggi agar tidak terjadi kesalahan data.聽

Untuk itu, Anda dapat meminimalkan potensi kesalahan pencatatan dengan Sistem ERP yaitu Sistem Akuntansi dari HashMicro yang mampu mengotomatiskan seluruh pencatatan dan pelacakan transaksi keuangan perusahaan. Untuk mengetahui biaya pengimplementasiannya, Anda dapat mengunduh skema harga perhitungan Sistem Akuntansi agar dapat menyesuaikan dengan anggaran bisnis Anda.

Hitung Estimasi Biaya & Timeline Implementasi ERP Anda

Masukan Info Kontak Anda untuk Mendapatkan Estimasi Biaya

Tutup

Butuh respon lebih cepat? Hubungi kami lewat Whatsapp

Apa itu Neraca Keuangan?

Menurut KBBI, neraca adalah catatan yang berisikan perbandingan untung dan rugi. Maka, dapat kita simpulkan bahwa neraca keuangan adalah laporan keuangan perusahaan yang berisikan tentang aset atau aktiva, kewajiban yang harus dibayarkan kepada pihak terkait, dan modal perusahaan. Penyusunan neraca keuangan biasanya di akhir periode. Hal ini berguna untuk mengetahui kalkulasi pemasukan dan pengeluaran perusahaan yang terjadi selama satu periode. Dari laporan tersebut Anda juga dapat memprediksi aliran dana di kemudian hari dan menjadi bahan evaluasi agar ke depannya bisa meningkatkan laba perusahaan.

Contoh Komponen Laporan Neraca Keuangan dalam Akuntansi Perusahaan?

komponen laporan neraca keuangan

Komponen dari laporan neraca keuangan terdiri dari tiga macam yaitu aktiva atau aset, kewajiban, dan modal. Ketiga hal tersebut menentukan cara penyajian format yang umumnya menjadi panduan dalam penyusunan laporan. Biasanya, laporan aset berada di sebelah sisi kiri sedangkan laporan kewajiban dan modal berada di sisi kanan. Untuk lebih jelas lagi, silakan simak penjelasan berikut ini:

Aset

Aset atau aktiva adalah jumlah kekayaan atau sumber daya milik perusahaan untuk mendukung kegiatan operasional bisnis. Ada dua jenis aktiva, yaitu aset lancar dan aset tetap. Aset lancar adalah aset milik perusahaan yang dapat cair dengan mudah dan dapat Anda konversikan menjadi kas dalam jangka waktu maksimal satu tahun. Contoh dari aset lancar adalah kas, piutang, persediaan, dan utang dibayar di muka. Sedangkan, aset tetap adalah aset yang memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun atau dapat digunakan dalam waktu yang panjang. Contoh dari aset tetap adalah bangunan kantor, peralatan kantor, hak milik intelektual, dan lain sebagainya.

Kewajiban (liabilities)

Kewajiban adalah utang yang harus perusahaan bayarkan kepada pihak terkait atau kreditur pada suatu periode tertentu, yang meliputi utang, pendapatan diterima di muka, serta akrual. Ada dua jenis kewajiban yaitu utang lancar dan utang jangka panjang. Utang lancar adalah utang yang jatuh tempo dalam jangka waktu satu tahun seperti utang dagang/usaha, gaji, pajak, dan lain sebagainya. Sedangkan, utang jangka panjang adalah utang yang jatuh temponya lebih dari satu tahun seperti obligasi dengan jatuh tempo lebih dari satu tahun dan pinjaman jangka panjang.

Ekuitas atau modal

Ekuitas atau modal adalah jumlah kekayaan yang pemilik perusahaan miliki dan bisa bertambah atau berkurang seperti saham disetor, laba ditahan, cadangan laba, dan modal lainnya. Cara perhitungan modal adalah dengan mencari selisih dari harta dan utang. Kerugian akan terjadi jika utang perusahaan lebih besar daripada modal atau keuntungan. Begitu pun sebaliknya.聽

download skema harga software erp
download skema harga software erp

Contoh Bentuk-bentuk Laporan Neraca Keuangan

Laporan neraca keuangan terbagi menjadi dua bentuk, yaitu scontro dan staffel. Penggunaan kedua jenis laporan tersebut dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Laporan neraca bentuk scontro (Account Form) disebut dengan bentuk T. Bentuk penyajian laporannya yaitu di sebelah kiri terdapat aset atau aktiva sedangkan di sebelah kanan terdapat modal. Sedangkan, neraca keuangan bentuk staffel biasa kita kenal dengan neraca bentuk laporan. Mengapa? Karena susunan laporan tersebut berurutan dari atas ke bawah, dengan posisi aset atau aktiva berada di paling atas, sementara utang dan modal di paling bawah.

Beberapa perusahaan lebih sering menggunakan neraca keuangan dengan bentuk staffel yang memanjang ke bawah. Penggunaan bentuk laporan neraca keuangan dapat Anda sesuaikan berdasarkan dengan banyaknya akun. Semakin banyak akun maka bentuk staffel akan lebih efektif. Maka tak heran, ada banyak perusahaan besar dengan banyak akun dan nilai yang besar lebih memilih untuk menggunakan bentuk neraca ini. Di sisi lain, bentuk scontro akan lebih berguna pada akun dan nilai yang berjumlah sedikit.聽

Baca juga: Simak Manfaat Software Akuntansi Terbaik bagi Bisnis Anda!

Cara Membuat Laporan Neraca Keuangan

cara membuat laporan neraca keuangan

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam membuat laporan neraca keuangan. Hal-hal seperti aset, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham, wajib ada di dalam laporan neraca keuangan. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam membuat neraca keuangan:

  • Tentukan tanggal dan periode pelaporan. Tanggal pelaporan biasanya adalah akhir bulan, sedangkan periode pelaporan tergantung dengan perusahaan Anda, apakah akan melaporkan setiap triwulan atau tahunan.
  • Identifikasi aset dalam dua cara yaitu item baris individual dan total aset. Jangan lupa untuk mengklasifikasikan jenis aset; aset lancar atau aset tetap.
  • Identifikasi kewajiban; utang lancar atau utang jangka panjang.
  • Hitung ekuitas pemegang saham dengan item baris yang meliputi saham biasa, saham preferen, treasury, dan pendapatan yang disimpan.
  • Kalkulasikan total liabilitas ke total saham pemegang saham lalu bandingkan dengan aset untuk memastikan neraca seimbang.聽

Kesimpulan聽

Neraca keuangan adalah laporan keuangan yang memuat informasi mengenai aset/harta kekayaan, kewajiban pembayaran kepada pihak terkait, dan ekuitas untuk suatu periode tertentu. Dengan neraca keuangan, Anda dapat mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan. Mengingat pentingnya fungsi neraca keuangan, maka akan riskan jika terjadi kesalahan dalam pencatatan data karena akan mempengaruhi ketidakseimbangan data.

Untuk itu, Sistem Akuntansi dari HashMicro hadir dengan menawarkan otomatisasi seluruh pelacakan transaksi keuangan perusahaan. Sistem juga dapat memberikan analisis mendalam dengan akurasi tinggi agar bisa mengetahui kondisi keuangan di setiap cabang. Apabila Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai Sistem Akuntansi atau Sistem ERP lainnya, segera jadwalkan demo gratis dengan kami!

Accounting

Apakah artikel Ini bermanfaat?
YaTidak

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Dewi Sartika
Dewi Sartikahttps://www.hashmicro.com/id/
Dewi Sartika adalah seorang content writer berbakat dengan pengetahuan mendalam dalam bidang akuntansi. Dengan pengalaman bertahun-tahun di industri akuntansi, Dewi telah menggabungkan passion-nya dalam menulis dengan keahlian dalam dunia keuangan.

Highlight

Artikel Populer

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Nadia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
6281222846776
Hubungi Tim Sales