01.
Apa itu HashMicro
02.
ERP itu cocok untuk perusahaan seperti apa
03.
Kenali Produk HashMicro
04.
Keunggulan HashMicro
05.
Proses Implementasi
06.
Apakah demo nya gratis?
0:00 / 0:00
BerandaMost ViewedAccountingPerbedaan Akun Nominal dengan Akun Riil yang Perlu Diketahui Akuntan

Perbedaan Akun Nominal dengan Akun Riil yang Perlu Diketahui Akuntan

Istilah akun nominal dan akun riil sudah pasti tidak asing lagi dalam kegiatan akuntansi. Sebab, pencatatan transaksi keuangan harus berdasar dengan prinsip akuntansi, sehingga setiap pencatatannya dibukukan menurut kategorinya. Hal ini bertujuan agar laporan keuangan menjadi lebih rapi dan terbaca dengan mudah oleh pihak yang bersangkutan. Meski begitu, pencatatan secara manual ini perlu ketelitian tinggi. Oleh karenanya, saat ini banyak dari perusahaan mulai beralih memakai Software Akuntansi berbasis cloud untuk terhindar dari human error yang justru bisa merugikan perusahaan.

Perusahaan perlu memilih software yang tepat untuk mengotomatisasi pencatatan dan memudahkan pengkategorian akun. Proses akuntansi secara manual yang memakan waktu bisa perusahaan minimalisasikan, terlebih jika perusahaan memiliki banyak cabang bisnis. Dengan Software Akuntansi, perusahaan bisa memperoleh hasil perhitungan yang tepat dan akurat tanpa khawatir terjadi kesalahan pencatatan, sehingga memungkinkan profitabilitas perusahaan ikut meningkat.

akun nominal

Baca Juga: Anggaran: Kunci untuk Meningkatkan Profit Perusahaan

Penggolongan Akun Dalam Akuntansi

Penggolongan akun dalam akuntansi bertujuan untuk mengetahui akun-akun tersebut mempunyai sifat berkesinambungan atau tidak. The Golden Rules of Accounting menjadi salah satu pedoman dalam penggolongan jenis akun pada laporan keuangan. Terdapat tiga jenis kelompok akun dalam laporan keuangan menurut The Golden Rules of Accounting, yaitu akun nominal (nominal account), akun riil (real account), dan akun personal (personal account). Namun, secara umum akun juga bisa dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu

Akun nominal (sementara)

Akun nominal (nominal account) adalah akun dalam laporan keuangan yang sifatnya sementara. Dengan kata lain, pada laporan keuangan akun ini hanya mempertahankan saldonya pada satu periode berjalan. Akun nominal berisi laporan pendapatan dan beban. Biasanya pencatatannya terjadi pada laporan laba rugi yang mencakup laporan pengeluaran, laba (keuntungan), pendapatan, dan tingkat kerugian yang perusahaan alami. Dalam pencatatannya, akun nominal harus sesuai dengan tanggal dan waktu entri jurnal.

Dalam kegiatan akuntansi, akun nominal juga terkenal sebagai akun tertutup (close account). Umumnya, pada akhir periode saldo pada akun nominal akan dipindahkan ke akun tetap, sehingga saldo akun nominal pasti selalu bernilai nol setiap akhir periode. Dalam akuntansi, hal ini populer dengan istilah ‘tutup buku’. Tujuannya untuk mencegah saldo tercampur dengan saldo pada periode fiskal berikutnya. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi perusahaan mengetahui perolehan keuntungan pada setiap periodenya.

Akun riil (tetap)

Pengertian Akun Riil atau Akun Tetap pada Penggolongan Jenis Akun Dalam Kegiatan Akuntansi nominal
Sumber: Getty Images/Zephyr18

Akun tetap atau akun riil adalah jenis penggolongan akun yang selalu ada dalam neraca keuangan, seperti modal, aktiva, dan utang. Dalam proses pencatatannya, akun riil memiliki sejumlah saldo yang permanen (tetap). Artinya, jumlah saldo tersebut akan sama (tetap) dalam setiap periode waktu tertentu selama perusahaan tersebut beroperasi. Akun riil mempertahankan saldonya di luar periode akuntansi yang sedang berjalan. Singkatnya, saldo akun riil pada periode sebelumnya akan menjadi saldo awal bagi periode selanjutnya.

Akun campuran

Penggolongan yang ketiga adalah akun campuran. Akun campuran adalah gabungan dari akun nominal dan akun riil. Umumnya, akun ini berfungsi untuk menambah akun lainnya. Dalam akuntansi, akun campuran juga terkenal sebagai akun kontra.

Fungsi Akun Nominal dan Akun Riil

Fungsi Adanya Pembagian Jenis Akun Sementara, Akun Tetap dan Akun nominal

Pada dasarnya kegiatan pengelompokan jenis akun sendiri terjadi bukan tanpa alasan. Tujuannya untuk mempermudah pencatatan keuangan perusahaan dengan membedakan masing-masing akun. Adanya akun sementara dan akun tetap berfungsi untuk melihat secara rinci sesuai dengan sifatnya masing-masing. Dengan sifat dan jenisnya yang berbeda, kedua jenis akun ini memiliki fungsinya tersendiri.

Fungsi akun sementara (nominal)

Akun sementara berfungsi untuk memudahkan staf akuntan atau staf keuangan dalam melakukan penggolongan transaksi secara tepat. Dengan begitu, nantinya aktivitas perhitungan untuk masing-masing transaksi bisa memberikan hasil yang akurat. Bukan hanya itu, akun sementara juga memudahkan staf akuntan melakukan matching concept terhadap akun-akun yang mempunyai keterkaitan secara langsung. Misalnya, akun pendapatan dengan HPP dan biaya-biaya lain pada laporan laba-rugi.

Selain itu, adanya akun sementara ini juga bisa memudahkan staf akuntan dalam penyusunan laporan posisi keuangan. Misalnya, laporan laba rugi yang bisa mempermudah staf akuntan menghitung nilai akun laba (rugi) ditahan pada laporan posisi keuangan. Namun, jika staf akuntan masih memakai cara manual, maka perlu ketelitian agar terhindar dari kesalahan pencatatan. Jika salah atau kurang mencatat satu angka saja bisa berdampak buruk bagi laporan keuangan perusahaan.

Hadirnya Sistem Akuntansi menjadi solusi bagi akuntan untuk semakin mempermudah penyusunan laporan keuangan. Penggunaan sistem ini bisa mempermudah pembuatan laporan laba rugi hanya dalam hitungan detik. Bahkan sistem ini juga bisa perusahaan maksimalkan untuk kelancaran laporan arus kas melalui integrasi sistem CRM-Sales. Dengan begitu perusahaan bisa lebih mudah melacak tagihan pelanggan atau client yang belum lunas.

Fungsi akun tetap (riil)

Akun tetap mempunyai fungsi utama untuk menggambarkan kondisi keuangan perusahaan. Saldo yang berkesinambungan dari periode sebelumnya ke periode selanjutnya menunjukkan bahwa aktivitas operasional perusahaan terus berjalan (going concern). Bukan hanya itu, akun tetap juga bisa menjadi objek pengamatan saat proses audit berjalan, baik dari pihak audit internal maupun eksternal. Tujuannya untuk mengetahui kesesuaian laporan keuangan perusahaan dengan standar pelaporan keuangan tanpa ada kesalahan penyajian.

Fungsi lainnya adalah untuk memberikan informasi mengenai potensi perusahaan bisa bertumbuh dan memperhitungkan nilai bersih perusahaan. Informasi ini bisa berguna bagi stakeholders, pemegang saham, kreditur, dan investor.  Dengan begitu, pengambilan keputusan investasi atau pun pemberian pinjaman juga menjadi lebih mudah.

Baca Juga: Pengertian dan Pentingnya Financial Controller Bagi Keuangan Perusahaan

Contoh Akun Nominal

Laporan Laba Rugi atau Income Statement Perusahaan akun nominal
Sumber: Getty Images/Tzido

Akun sementara pada dasarnya meliputi penjualan, harga pokok penjualan dan biaya-biaya dalam laporan laba rugi. Akun sementara juga mencakup dividen dan prive pada laporan perubahan ekuitas serta biaya dibayar di muka. Umumnya akun sementara terdiri dari dua (2) kelompok, yaitu beban dan pendapatan. Beban adalah sejumlah biaya yang harus perusahaan bayarkan untuk setiap kegiatan bisnisnya. Beban masih bisa terbagi lagi menjadi dua kelompok, yaitu:

  • Beban operasional: biaya yang harus perusahaan keluarkan untuk memperoleh pendapatan. Contohnya beban perlengkapan, beban sewa, beban gaji, beban asuransi, dan beban iklan.
  • Beban non operasional: biaya yang harus perusahaan keluarkan dan terjadi bukan hanya karena kegiatan utama operasional bisnis, seperti beban bunga dan kerugian piutang tak tertagih.

Selain beban, dalam akun sementara juga terdapat akun pendapatan, yaitu jenis akun yang mengalami penambahan jumlah aset dari aktivitas dan operasional bisnis. Pendapatan juga bisa terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Pendapatan operasional: pendapatan berdasarkan aktivitas penjualan atau kegiatan inti perusahaan. Contohnya pendapatan penjualan pada perusahaan dagang dan pendapatan jasa angkutan pada perusahaan transportasi.
  • Pendapatan non-operasional: pendapatan yang berasal dari luar usaha atau kegiatan inti perusahaan dan sifatnya tidak tetap. Contohnya pendapatan komisi dan pendapatan bunga.

Software Akuntansi menjadi solusi untuk mempermudah perusahaan menggolongkan akun apa saja yang termasuk ke dalam akun nominal. Dengan begitu, perusahaan bisa mengetahui pendapatan dan biaya atau beban pengeluaran secara tepat dalam periode tertentu. Perhitungan pun bisa menjadi lebih mudah dengan hasil yang akurat.

Contoh Akun Riil

Contoh akun nominal dan akun rill
Sumber: Getty Images/Tzido

Akun-akun yang termasuk dalam akun riil umumnya akun yang tercantum dalam laporan posisi keuangan. Umumnya akun riil terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu harta (aktiva), utang (liabilitas), dan modal (ekuitas). Bagian aktiva atau aset mencakup kas, bank, piutang usaha, deposito, dan aktiva tetap. Fungsinya sebagai alat utama untuk aktivitas operasional perusahaan.

Kemudian pada bagian utang atau kewajiban mencakup utang usaha, utang gaji, utang hipotik yang harus perusahaan bayarkan. Akun utang harus tetap perusahaan catat jangka waktu atau tanggal jatuh tempo pengembaliannya. Bagian terakhir, yaitu modal atau ekuitas mencakup total aset atau kekayaan yang perusahaan miliki, seperti tanah, uang, bangunan, dan bentuk lainnya. Dalam laporan posisi keuangan, modal mencakup laba (rugi) ditahan dan modal pemilik.

Dengan kemajuan teknologi yang ada, staf akuntansi tidak perlu pusing jika kesulitan membedakan jenis akun. Saat ini, terdapat Sistem Akuntansi yang bisa membantu mengontrol kondisi keuangan secara menyeluruh, mulai dari saldo kas, piutang, utang dan akun-akun. Laporan keuangan pun bisa lebih mudah balance tanpa khawatir terjadi kesalahan pencatatan.

Baca Juga: Apa Itu Manajemen Aset? Pengertian, Tujuan Hingga Tips Menjalankannya

download skema harga software erp
download skema harga software erp

Perbedaan Utama Akun Nominal dan Akun Riil

Pada dasarnya akun sementara dan akun tetap adalah satu kesatuan dalam laporan keuangan. Meski begitu, keduanya tetap mempunyai perbedaan yang nyata. Berikut beberapa perbedaan antara akun sementara dan akun tetap berdasarkan beberapa aspek:

  • Waktu tutup akun: saldo awal dan akhir pada akun nominal selalu berjumlah nol (0). Sedangkan saldo akun riil tidak berakhir pada angka 0, karena jika akun riil masih memiliki saldo pada periode sebelumnya, maka saldo tersebut bisa perusahaan pakai untuk periode fiskal selanjutnya.
  • Pencatatan akun: akun nominal pencatatannya dalam laporan laba rugi, mencakup nilai laba, pengeluaran, pendapatan, dan kerugian perusahaan. Selain itu, pencatatan akun nominal terjadi berdasarkan entri jurnal tentang tanggal dan waktu. Sedangkan akun riil pencatatannya pada laporan neraca keuangan, mencakup catatan modal pemilik, kewajiban, dan aset yang perusahaan miliki.
  • Tujuan pemakaian akun: akun nominal berfungsi untuk mengetahui jumlah kerugian dan keuntungan bersih yang perusahaan peroleh. Sedangkan akun riil berfungsi untuk menentukan posisi keuangan, jumlah aset, dan liabilitas perusahaan.   

Manfaat Mengetahui Akun Nominal dan Riil dalam Bisnis

Untuk memaksimalkan pengelolaan keuangan tersebut, sangat penting bagi perusahaan dalam mengetahui akun nominal dan riil. Oleh sebab itu, perusahaan perlu membedakan setiap akun, sebab setiap akun memiliki fungsi yang berbeda. Adapun pengelompokan akun dilakukan agar pencatatan keuangan dapat terkelola secara lebih baik, sehingga dapat membantu perusahaan dalam memperoleh informasi keuangannya. Manfaat lain adalah memudahkan perusahaan dalam mengetahui pertumbuhan serta perkembangan dari aset. Hal ini dapat dilakukan dengan mencermati catatan dari setiap transaksi, baik itu riil ataupun nominal. Dengan demikian, perkembangan aset bisa diketahui dengan mudah untuk kemudian dilakukan prediksi, sehingga dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan dalam membuat suatu kebijakan.

Baca Juga: Contoh Budgeting Perusahaan Menggunakan Software Akuntansi

Kesimpulan

Dalam aktivitas perusahaan, pengelolaan keuangan adalah hal yang krusial bagi kelancaran bisnisnya. Semakin berkembang suatu perusahaan, maka pencatatan dan perhitungan keuangannya juga akan semakin kompleks. Penggunaan cara manual di tengah digitalisasi hanya akan memakan banyak waktu dan energi. Perusahaan perlu menggunakan sebuah Software Akuntansi berbasis cloud yang bisa menyederhanakan seluruh proses akuntansi.

akun nominal

Sebagai penyedia layanan terbaik, HashMicro menghadirkan Software Akuntansi yang bisa mengotomatisasi seluruh transaksi keuangan secara tepat dan akurat. Berbagai fitur unggulan bisa mengefisiensikan proses pembukuan, kalkulasi depresiasi aset, pembuatan berbagai jenis laporan hingga memudahkan pembuatan keputusan bisnis dengan informasi keuangan yang real-time dan akurat. Unduh skema harga Software Akuntansi dari HashMicro untuk mengetahui rinciannya. Segera jadwalkan demo gratis sekarang!

 

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Kharisma Oktaviani
Kharisma Oktaviani
A content writer intern with the objective to generate ideas for writing helpful articles.

Coba Gratis Software HashMicro

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan DAPATKAN DEMO GRATISNYA!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Nadia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
628111961171
×
Dapatkan Demo Gratis!