Beranda Industry Manufacturing 5 Tahapan Perencanaan Produksi

5 Tahapan Perencanaan Produksi

Berfungsi sebagai panduan untuk kegiatan manufaktur perusahaan. Pada perusahaan, proses ini dilakukan dengan menetapkan dan mengurutkan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai target produksi, sehingga semua staf yang terlibat bisa mengetahui segala hal terkait proses tersebut. Dengan software manufaktur, perusahaan dapat membantu tahapan perencanaan produksi.

Perencanaan produksi adalah proses administrasi yang terjadi dalam bisnis manufaktur dan memastikan bahwa bahan mentah, staf, dan item lain yang diperlukan telah diperoleh dan siap untuk membuat produk jadi sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Baca juga: Perencanaan Produksi | Tips Efektif Meningkatkan Production Planning

Berikut ini adalah beberapa tahapan perencaan produksi:

Perkirakan demand produk Anda

Perkirakan permintaan konsumen, sehingga bisnis bisa mengetahui berapa banyak produk yang perlu diproduksi selama periode waktu tertentu. Perusahaan mungkin telah mengetahui jumlah pesanan yang dikonfirmasi untuk beberapa bulan ke depan. Namun, Anda Anda perlu tetap memprediksi berapa banyak lagi yang mungkin akan ada.

Ada metode yang berbeda untuk memperkirakan permintaan produk Anda. Teknik tradisional untuk memperkirakan permintaan produk didasarkan pada informasi historis, seperti pesanan yang dilakukan oleh pelanggan di masa lalu. Meskipun ini adalah metode yang sangat umum, Anda perlu mempertimbangkan kejadian eksternal dan internal di lingkungan bisnis Anda yang dapat mengubah pola masa lalu. Beberapa contohnya ialah tren terbaru pasaran, perlambatan ekonomi, atau marketing campaign yang dapat meningkatkan atau menurunkan permintaan produk dibandingkan dengan yang terjadi di masa lalu.

Tentukan opsi potensial untuk proses produksi

Tentukan berbagai opsi produksi yang tersedia untuk memenuhi perkiraan permintaan produk. Misalnya, jika Anda ingin memproduksi produk tertentu, perlu menggunakan sejumlah mesin, sumber daya manusia, dan bahan. Kombinasi yang berbeda dari input ini dapat menyebabkan waktu dan biaya produksi yang berbeda.

Mulailah dengan memetakan semua tahapan perencanaan produksi Anda. Rencana proses produksi akan berbeda dan unik untuk masing-masing perusahaan. Tentukan sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tugas yang terlibat dalam proses produksi. Lihatlah bagaimana kombinasi yang berbeda dari sumber daya menghasilkan waktu dan biaya produksi yang berbeda, seperti misalnya:

  • Sumber daya manusia: Tentukan jumlah staf yang akan terlibat dalam setiap tahap proses produksi, ketersediaan mereka, dan biaya. Pastikan waktu mereka digunakan dengan baik.
  • Mesin dan Peralatan: Identifikasi mesin yang dibutuhkan dan ketersediaannya, termasuk perawatan atau penggantian yang mungkin diperlukan.
  • Bahan: Buatlah daftar dari semua bahan yang dibutuhkan untuk produksi dan bagaimana Anda mendapatkannya. Lakukan review terhadap kemampuan pemasok, termasuk waktu pengiriman. Memiliki bahan yang tersedia saat dibutuhkan sangat penting untuk proses produksi.
  • Inventaris: Pertimbangkan cara untuk mengoptimalkan inventaris Anda. Menyimpan inventaris dalam jumlah besar memerlukan biaya yang banyak, di satu sisi menyimpan inventaris sedikit juga berisiko karena dapat terjadi fluktuasi pada permintaan sewaktu – waktu.

Pilih opsi untuk produksi yang menggunakan kombinasi sumber daya secara lebih efektif

Bandingkan biaya dan waktu dari setiap opsi produksi potensial. Pilih opsi yang menggunakan kombinasi sumber daya paling efisien dan yang memungkinkan terpenuhinya permintaan produk. Opsi yang dipilih harus memaksimalkan kapasitas operasional perusahaan. Selalu pastikan Anda dapat menutupi biaya yang terlibat dalam proses produksi seperti pembelian bahan serta pembayaran gaji staf.

Berikan rencana produksi Anda dengan semua departemen dan staf yang terlibat. Jika semua orang tahu apa yang harus dilakukan, dan bahan dan peralatan apa yang harus digunakan setiap tugas proses produksi, maka peluang berjalan lancarnya kegiatan operasional akan semakin tinggi.

Monitor dan kontrol performa

Pada tahapan perencanaan produksi ini, pastikan bahwa proses tersebut telah berjalan sesuai dengan rencana. Pemantauan dan pengendalian adalah tentang membandingkan apa yang terjadi dengan apa yang seharusnya terjadi. Memiliki sistem kontrol yang siap membantu mendeteksi masalah sesegera mungkin setelah terjadi, sehingga memberi lebih banyak waktu untuk memperbaikinya sebelum terlambat.

Penyesuaian

Bersiaplah untuk menyesuaikan rencana jika diperlukan. Rencana produksi harus fleksibel untuk mengakomodasi perubahan dalam permintaan pelanggan. Selain itu, Anda perlu memperhitungkan kemungkinan risiko yang mungkin timbul selama proses produksi. Sebagai contohnya adalah kerusakan mesin, pekerja jatuh sakit atau pemasok tidak mengantarkan tepat waktu dan memiliki rencana mitigasi risiko.

Kesimpulan

Sebuah rencana produksi akan membantu untuk memenuhi permintaan produk sekaligus meminimalisir waktu dan biaya produksi dengan menyederhanakan proses, mengurangi waktu tunggu antar operasi, dan mengoptimalkan penggunaan pabrik, peralatan, dan inventaris. Untuk melakukan ini, Anda harus menyelaraskan rencana produksi dengan strategi dan rencana bisnis, juga mendukung perencanaan produksi dengan berkoordinasi bersama departemen lain, seperti procurement, keuangan, dan pemasaran.

Artikel terkait:

7 Tips Menghemat Biaya Produksi di Pabrik Anda

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Anatha Ginting
Anatha Ginting
A full-time Content Writer at HashMicro. Strive to develop my writing skill and knowledge in terms of business, technology, and other relevant issues.

Butuh Software untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan mengisi form ini dan dapatkan demo GRATIS!

Most Popular