BerandaProductsManufacturingWIP adalah Proses Produksi dalam Perusahaan Manufaktur

WIP adalah Proses Produksi dalam Perusahaan Manufaktur

Dalam berbagai macam jenis perusahaan di Indonesia, salah satunya terdapat perusahaan manufaktur. WIP adalah salah satu tahapan produksinya, seringkali dalam proyek membutuhkan waktu yang lama karena ada tahap peralihan antara produk yang sedang diselesaikan dan dianggap sebagai produk jadi. 

WIP sendiri memerlukan pertimbangan akuntansi khusus dalam periode pelaporan. Dalam kegiatan manufaktur, ada beberapa tahapan dalam proses produksi yang harus dilalui. Jenis persediaannya adalah raw material, work in progress (WIP), dan juga finished goods

Untuk mengetahui secara lengkap tentang work in progress (WIP), simaklah artikel berikut ini!

Bagaimana Akuntan Mencatat Work In Progress?

Dalam proses produksi, terdapat tiga jenis utama dalam persediaan, yaitu bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi. WIP dalam akuntan dapat terlapor sebagai item baris terpisah pada neraca perusahaan. Namun, jumlahnya biasanya cukup kecil untuk muat dalam satu item baris untuk keseluruhan inventaris.

Saat periode pelaporan semakin dekat, bagian akuntan mencoba untuk menjaga persedian barang yang sedang berjalan relatif rendah, karena sulit untuk menentukan dengan tepat untuk item WIP yang sedang berjalan. 

Lalu, pihak akuntan akan mengatasi masalah ini dengan berbagai cara, seperti: 

  • Sebelum menutup pembukuan, perusahaan melengkapi persediaan yang belum selesai dan memindahkannya ke produk jadi. 
  • Tingkat penyelesaian rata-rata standar telah teratur untuk semua pekerjaan yang sedang berlangsung. Teorinya adalah bahwa hasilnya adalah perkiraan ketika di rata-ratakan pada banyak unit. Namun, hasilnya dapat menjadi tidak akurat karena tingkat kerusakan, pengerjaan ulang, dan sisa.

Ada beberapa metode yang berguna bagi akuntan untuk menghitung jumlah unit yang masih tahap proses dalam produksi. Dalam kebanyakan kasus, akuntan menggunakan persentase overhead, tenaga kerja, dan bahan baku untuk menentukan jumlah unit yang masih dalam proses.

Biaya bahan baku biasanya yang pertama keluar karena produksi membutuhkan bahan sebelum mereka membutuhkan tenaga kerja. Namun, meskipun relatif tidak akurat, Anda dapat menggunakan perhitungan pada bagian bawah ini untuk menghitung perkiraan jumlah pekerjaan yang sedang berlangsung. 

Awal WIP + Biaya Produksi – Biaya Barang Manufaktur = Hasil Work in Progress

Perbedaan Work In Progress dan Work In Process

Work in Progress dan Work in Process merupakan istilah yang seringkali terpakai secara bergantian. Akan tetapi, keduanya merujuk pada barang yang hanya sebagian melalui proses pembuatan, dan ada sedikit perbedaan dalam jenis barang yang sebagai selesai yang terujuk oleh setiap frasa.

WIP adalah istilah yang terkait sebagai barang dalam proses, mengacu pada penyelesaian produk dalam waktu singkat dan perubahan menjadi produk jadi. Istilah ini sering digunakan dalam manufaktur.

Terkadang istilah WIP merujuk pada produk yang belum selesai dan memakan waktu yang lama. Istilah ini sering dipakai selama proyek konstruksi atau konsultasi. Meskipun mempunyai perbedaan yang tak terlalu besar, kedua jenis ini merupakan persediaan yang termasuk overhead, bahan baku, dan biaya tenaga kerja ketika terlapor pada neraca. 

Bagaimana Work In Progress berbeda dari tahap lainnya?

Terdapat tiga jenis utama persediaan dalam tahapan proses manufaktur: 

  • Bahan baku adalah bahan yang utama untuk proses produksi. Produksi bahan-bahan ini  tergantung pada proyek dan produk.
  • Work in progress adalah pekerjaan dalam proses mengacu pada bahan baku yang masih dalam pengembangan atau sedang dalam proses produksi menjadi produk akhir.
  • Produk jadi telah mencapai tahap penyimpanan akhir dan dapat dijual kepada pelanggan. Istilah ini mengacu pada produk yang telah menyelesaikan proses manufaktur.

Contoh Work In Progress

Selanjutnya adalah contoh dari WIP yang sedang berjalan, berikut ini merupakan proses produksi perusahaan yang memproduksi sisir: 

  • Pertama, siapkan bahan baku utama untuk proses produksi. Dalam hal ini, bahan bakunya adalah plastik.
  • Kedua, mengoperasikan peralatan pencetakan yang menimbulkan beban biaya tenaga kerja. 
  • Dalam titik ini, sisir merupakan sebagai barang yang telah selesai sebagian dan semua biaya yang sampai saat ini akan terlapor sebagai WIP atau work in progress pada neraca perusahaan. 
  • Setelah proses produksi sisir selesai, biaya akan melalui proses transfer ke barang jadi. 
  • Pada tahap akhir, setelah sisir terjual, biaya tersebut akan terakumulasi dari persediaan ke harga pokok 

Kesimpulan

Proses bisnis manufaktur adalah salah satu proses bisnis yang paling rumit. Terutama dalam aspek proses persediaan yang meliputi tahap produksi barang. WIP adalah barang setengah jadi yang sudah melewati proses produksi, namun belum selesai. Work in progress sendiri berkaitan dengan proses produksi dalam perusahaan manufaktur. 

Untuk membantu mengelola proses produksi secara mudah, HashMicro sebagai perusahaan penyedia Software Manufaktur terlengkap akan membantu permasalahan bisnis Anda. Mulai dari pelacakan work in progress, sumber daya, rencana produksi, hingga total penggunaan biaya secara otomatis. Selain itu sebagai sistem pelengkap HashMicro juga menyediakan sistem ERP terbaik di Indonesia. smart manufacturing

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Annastasya Berliana Dunda
Junior content writer at HashMicro's Company. If you have any questions or cooperation please kindly contact my email.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Butuh Software untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan mengisi form ini dan dapatkan demo GRATIS!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA