5 Tips Sukses Menjalankan Bisnis Fintech

Kanya Anindita
5 Tips Sukses Menjalankan Bisnis Fintech

Bisnis fintech saat ini telah menjadi jenis bisnis yang paling berkembang di Indonesia. Jenis layanan yang diberikan beragam, mulai dari pembayaran non-tunai, pinjaman dana (peer-to-peer lending), pemberian informasi finansial (aggregator), hingga investasi dan asuransi. Fakta ini menunjukan bahwa tingkat persaingan dalam industri finance semakin ketat. 

Memenangkan persaingan dalam sektor keuangan memang tidak mudah, akan tetapi Anda dapat membuat bisnis Anda selangkah lebih maju jika Anda melakukan strategi bisnis yang tepat. Berikut ini adalah beberapa tips sukses bisnis fintech yang dapat Anda lakukan. 

1. Fokus pada Layanan Pelanggan

Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan oleh pengusaha bisnis fintech terutama yang masih startup adalah terlalu fokus pada peningkatan pendapatan. Ini diakui oleh Akshay Garg, pendiri Kredivo, yakni salah satu bisnis fintech ternama di Indonesia. Menurutnya, saat ini banyak perusahaan yang terlalu fokus untuk meningkatkan keuntungan, namun melupakan layanan pelanggannya. Padahal, layanan pelanggan penting untuk ditingkatkan untuk mendapatkan kepercayaan publik pada bisnis Anda. 

Ketika bisnis Anda telah dipercaya oleh publik, maka mencari investor semestinya tidak akan sulit. Setidaknya ini yang dialami oleh Modalku, pionir layanan peer-to-peer lending berbasis teknologi finansial di Indonesia. Layanan pelanggan yang baik yang disertai dengan keterbukaan pada publik membuat bisnis fintech tersebut semakin dipercaya baik oleh pengguna maupun investor. 

2. Bangun Kultur Kerja yang Baik

Kesuksesan bisnis fintech tidak dapat diraih tanpa peran orang-orang yang bekerja di dalamnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk membangun dan mempertahankan budaya kerja yang baik.

Tidak ada deskripsi yang ideal mengenai seperti apa budaya kerja yang baik, tetapi perusahaan yang memilikinya pasti memiliki ciri-ciri berikut ini:

  • Lingkungan kerja yang produktif
  • Tingkat stress yang rendah
  • Komunikasi yang transparan
  • Kepuasan karyawan yang tinggi
  • Pergantian karyawan yang rendah
  • Ada ruang untuk terus tumbuh bagi karyawan

Tekanan di lingkungan kerja mungkin tidak dapat dihindari, tetapi sangat mungkin untuk dikurangi. Pergantian karyawan yang tinggi dan produktivitas yang menurun akan menimbulkan banyak kendala dalam berbagai aktivitas bisnis. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan manajemen SDM Anda. 

Pastikan Anda selalu membayar gaji dan tunjangan tepat waktu, minta karyawan Anda mengisi survei kepuasan, tinjau pencapaian mereka, serta analisis dan bantu tingkatkan kinerja mereka. Untuk memudahkan Anda memastikan seluruh proses tersebut berjalan dengan baik, sebaiknya gunakan sistem HRM tersentralisasi yang dapat menyederhanakan berbagai persoalan HR yang rumit di seluruh perusahaan.

3. Temukan Mitra & Investor yang Terpercaya

Anda akan bersaing dengan banyak bisnis fintech lain yang memiliki banyak modal sehingga penting bagi Anda untuk menemukan mitra dan investor yang terpercaya di proses awal. Ini mungkin merupakan tahap yang cukup sulit dilakukan, namun Anda harus sabar dan selektif.

Calon mitra dan investor Anda harus memiliki ide dan passion yang sama seperti Anda, sehingga proses pembagian saham dapat berjalan dengan lancar. Pilih sumber pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Perusahaan modal ventura dapat menyediakan sejumlah besar modal dengan input strategis, namun seringkali menginginkan keterlibatan dalam keputusan-keputusan penting. Investor swasta tidak terlalu mengganggu, tetapi biasanya sumber daya modalnya terbatas.

4. Pastikan Kelancaran Arus Kas 

Anda tidak hanya perlu mengamankan modal Anda di awal, tetapi juga di saat bisnis Anda telah berjalan. Mendukung bisnis Anda agar terus berjalan saja tidak cukup, Anda juga perlu memastikan bahwa bisnis Anda meraih untung. 

Ketahui dengan baik biaya yang harus dikeluarkan bisnis Anda untuk memberikan pinjaman kepada pelanggan Anda dan berapa banyak pendapatan Anda dalam periode tertentu (misalnya sebulan atau setahun). Pastikan Anda tidak mengeluarkan biaya lebih banyak dari yang Anda dapatkan. Oleh karena itu, penting untuk mengatur pengeluaran dan mengecek tagihan pelanggan secara rutin.

Aplikasi keuangan bisnis seperti EQUIP Accounting dapat membantu Anda mengelola keuangan bisnis dengan lebih baik. Perangkat lunak ini memudahkan Anda mengatur pengeluaran dan mengalokasikan anggaran, mengecek utang dan piutang, mengestimasi pendapatan, serta menghitung laba rugi dan mengetahui sumbernya. Alat ini juga memudahkan staf keuangan untuk menindaklanjuti setiap tagihan yang jatuh tempo, sehingga tidak ada lagi pembayaran faktur yang terlambat. Hasilnya, arus kas bisnis yang lebih sehat. 

5. Investasi pada Teknologi yang Mendukung Bisnis Fintech

Jumlah bisnis fintech di Indonesia semakin meningkat. Masing-masing memiliki keunikan dan penawaran yang menarik bagi pelanggan. Anda harus meningkatkan keunggulan kompetitif Anda jika ingin memenangkan persaingan dalam bisnis teknologi keuangan ini. 

Salah satu cara paling cerdas untuk meningkatkan keunggulan kompetitif dalam bisnis fintech adalah dengan berinvestasi pada sistem otomasi bisnis seperti ERP. Sistem ERP membantu Anda mendapatkan wawasan yang lebih luas terhadap bisnis Anda, mencakup mulai dari akuntansi, SDM, layanan dukungan pelanggan, hingga manajemen aset dan manajemen kontrak. 

Dengan diotomatiskannya sebagian besar proses bisnis, efisiensi dan produktivitas dapat ditingkatkan, sementara biaya operasional dapat dikurangi secara signifikan. Laporan analitik yang lengkap dan akurat akan membantu Anda mengambil keputusan bisnis dengan lebih baik. Anda pun dapat lebih fokus untuk berinovasi demi menyediakan layanan yang lebih baik bagi pelanggan.

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles