5 Tantangan Berat yang Dihadapi Manajemen Logistik

Syifa Fadiyah
manajemen logistik

Industri logistik kini kian berkembang dan terus berubah karena perusahaan-perusahaan yang berkembang di industri ini menerapkan teknologi dan inovasi baru tiap tahunnya. Namun demikian, perkembangan ini menuntut manajemen logistik untuk melakukan perubahan karena tantangan industri ini makin banyak.

Lantas, apa saja tantangan yang dihadapi industri dan manajemen logistik hari ini dan apa saja yang bisa dilakukan untuk menanganinya? Simak poin-poin berikut.

Memangkas biaya transportasi

Harga bahan bakar yang makin mahal dan inflasi adalah faktor-faktor yang membuat biaya transportasi semakin naik. Salah satu cara menyiasatinya adalah dengan berinvestasi pada transportasi yang menggunakan bahan bakar lebih hemat seperti gas alam, biodiesel, dan listrik.

Akan tetapi, memangkas biaya bahan bakar atau biaya lainnya tidak akan cukup. Harus ada pendekatan strategis  yang diaplikasikan ke manajemen logistik untuk menghilangkan atau mengurangi hambatan-hambatan yang menyebabkan pembengkakkan biaya.

Untuk melakukannya, manager logistik perlu memiliki prediksi yang akurat mengenai penjualan di masa yang akan datang. Dengan demikian, segala pengeluaran dapat di atur berdasarkan prediksi pendapatan.

Menggunakan software logistik yang bisa memberikan projeksi yang demikian dapat memudahkan perusahaan dalam menghadapi tantangan di industri logistik.

Memenuhi kebutuhan konsumen

Tujuan utama dari manajemen logistik adalah agar barang dikirim dengan jumlah yang benar, dikirim dengan waktu dan tempat yang tepat. Tetapi, kini, konsumen meminta pelayanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka dalam hal paket layanan dan harga. Selain itu, konsumen juga menginginkan transparasi pengiriman barang mereka.

Cara menjawab tantangan ini adalah dengan mengedepankan fleksibilitas yang dapat didapatkan oleh konsumen. Perusahaan logistik harus mampu menyediakan pengalaman yang personal dan ditujukan untuk berbagai segmen konsumen.

Software logistik dapat memudahkan pekerjaan ini. Sistem akan menyimpan seluruh data historis pendapatan dan pengeluaran yang dapat digunakan untuk memprediksi jenis paket layanan dan harganya di masa yang akan datang.

Vendor/Supplier Relationship Management

Hubungan antara vendor atau supplier dengan perusahaan logistik adalah sebuah tantangan yang harus disiasati dengan benar. Salah satu caranya adalah dengan membuat standarisasi kerja yang disepakati ke dua belah pihak.

Kesepakatan tersebut hanya bisa dicapai apabila menguntungkan kedua perusahaan. Komunikasi adalah sarana terpenting untuk mewujudkannya. Perusahaan logistik harus mampu memahami bisnis vendornya yang sama-sama berusaha mendapatkan keuntungan dari jasa atau produk yang mereka berikan.

Oleh karena itu, mempelajari bisnis mereka dapat membangun hubungan yang baik dan hal ini dapat menyokong kesuksesan kedua belah pihak.

Manajemen SDM

Manajemen SDM bisa dibilang salah satu tantangan yang sulit karena perusahaan logistik harus bisa memperlakukan karyawannya secara manusiawi tapi tetap memberikan keuntungan semaksimal mungkin.

Tetapi, karena sebuah perusahaan logistik pasti memiliki kantor di berbagai lokasi, manajemen karyawannya bisa lebih mudah. Dengan menunjuk manajer di lokasi-lokasi penting, kantor pusat dapat memberikan pembagian tugas dan dilaksanakan dengan lebih efisien.

Sistem logistik yang dapat terintegrasi dengan sistem HRM dapat mempermudah manajer logistik untuk mengatur tugas dan jadwal, memantau kinerja karyawan, membuat invoice, dan hal lainnya. Manajer dapat dengan mudah memonitor karyawannya dan memberitahu mereka jika ada perubahan informasi yang perlu mereka ketahui.

Kebijakan lingkungan dan kebijakan pemerintah

Standar kemanan, peraturan, dan regulasi transportasi di tiap daerah dan negara pasti berbeda. Jika perusahaan logistik adalah perusahaan yang memiliki klien global, maka operasi bisnis harus mengikuti kebijakan di mana proses bisnis dilakukan. Kebijakan ini termasuk juga kebijakan mengenai lingkungan. Industri logistik dituntut untuk peduli dengan emisi kendaraan yang dihasilkan serta turut menjaga lingkungan.

Implementasi sistem yang efisien dapat mempermudah perusahaan logistik untuk memenuhi kebijakan pemerintah lokal, mempermudah audit, menjaga kualitas, dan mencegah perbuatan yang melanggar hukum. Selain itu, dengan menggunakan software, perusahaan logistik tidak perlu lagi melakukan segala dokumentasi dan proses bisnis secara manual menggunakan kertas. Dengan demikian, perusahaan logistik dapat berkontribusi untuk menerapkan operasi bisnis yang ramah lingkungan.

Kesimpulan

Manajemen logistik sebaiknya harus mampu beradaptasi dengan lanskap industri dan tantangannya yang berubah-ubah. Oleh karena itu, untuk bisa menjalankan manajemen logistik yang sukses harus dapat memenuhi tuntutan bisnis tersebut.

Baca artikel lainnya: 5 Tips Mengoptimalkan Manajemen Transportasi dalam Bisnis Jasa Pengiriman

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

latest articles

Dapatkan Update Gratis dari Kami