Strategi Business Development yang Efektif untuk Kemajuan Bisnis

Kanya Anindita
Strategi Business Development yang Efektif untuk Kemajuan Bisnis

Business development adalah proses menerapkan strategi efektif di seluruh perusahaan Anda untuk mendorong pertumbuhan dan meningkatkan pendapatan. Proses ini melibatkan tim  untuk mengejar peluang demi membantu bisnis Anda tumbuh, menemukan prospek baru, dan mengonversi lebih banyak prospek ke pelanggan.

Business development berkaitan erat dengan penjualan, karena tim pengembangan bisnis berkontribusi besar pada pertumbuhan penjualan. Akan tetapi, kedua hal ini sebenarnya berbeda. Sebelum membahas tentang strategi-strategi pengembangan bisnis yang efektif, mari ketahui dahulu apa perbedaannya dengan penjualan.

Business Development vs Sales

Fungsi pengembangan bisnis mirip dengan penjualan, namun melibatkan lebih banyak tanggung jawab seperti membantu perusahaan meningkatkan dan mempertahankan hubungan dengan prospek, mempelajari karakter pelanggan Anda, meningkatkan brand awareness, dan mencari peluang baru untuk memaksimalkan pertumbuhan bisnis.

Sebaliknya, tim penjualan menjual produk atau layanan Anda ke pelanggan dan berupaya mengubah prospek menjadi pelanggan. Pekerjaan yang berkaitan dengan pengembangan bisnis dianggap dapat menyederhanakan pekerjaan tenaga penjualan.

Berikut ini adalah beberapa pekerjaan tim business development secara umum:

  • Menentukan dan mengidentifikasi prospek
  • Mencari peluang bisnis baru
  • Up-to-date tentang kompetisi dan tren terbaru
  • Buat laporan ke tim sales dan manajer development
  • Membantu memastikan kepuasan dan loyalitas pelanggan

Strategi Business Development yang Perlu Diterapkan

Berikut ini adalah beberapa strategi pengembangan bisnis yang perlu Anda terapkan untuk demi kemajuan bisnis Anda. Taktik-taktik ini dapat membantu Anda menemukan lebih banyak  prospek ideal, mengembangkan network secara lebih efektif, dan meningkatkan brand awareness.

Bangun Hubungan dengan Prospek & Pelanggan

Komunikasi telepon terbukti bukan metode networking yang paling efektif. Ada dua cara lain yang lebih efektif untuk memperkuat hubungan dengan prospek atau pelanggan, yakni dengan menemui mereka secara langsung dan berhubungan dengan mereka di media sosial. 

Anda dapat menemui prospek atau pelanggan Anda secara langsung di konferensi, pameran, atau acara yang terkait dengan industri Anda. Pertimbangkan untuk menyelenggarakan acara Anda sendiri dan mengundang seluruh prospek serta pelanggan Anda saat ini. Usahakan untuk terhubung dengan mereka lewat media sosial seperti LinkedIn, untuk mengetahui kabar terbaru dari mereka dan untuk membagikan informasi penting tentang produk atau jasa Anda.

Sediakan Konsultasi Gratis 

Menjelaskan tentang bagaimana produk atau jasa Anda dapat membantu bisnis calon pelanggan Anda mempercepat pengambilan keputusan. Ini juga akan membantu Anda memahami prospek Anda lebih jauh sehingga Anda dapat menilai apakah mereka prospek ideal yang Anda cari atau tidak. Ini akan membantu Anda untuk lebih fokus kepada prospek yang berkualitas.

Siapkan Demo Gratis 

Berikan prospek Anda demo penjualan agar mereka dapat melihat bagaimana produk atau layanan Anda bekerja secara nyata. Pastikan demo ini disesuaikan dengan kebutuhan prospek untuk menunjukkan bagaimana produk atau layanan Anda dapat membantu mengatasi masalah mereka. Anda dapat membagikan demo ini secara langsung atau melalui obrolan video.

Tingkatkan Pemeliharaan Prospek

Ingatlah untuk tetap memelihara prospek Anda, entah itu melalui panggilan telepon, email, meeting, atau metode komunikasi lainnya. Tujuan dari pemeliharaan prospek adalah untuk mengingatkan prospek pada produk atau layanan Anda. Ketika Anda menghubungi mereka di awal, mereka mungkin belum membutuhkannya. Jadi, tidak ada salahnya untuk kembali menawarkan apa yang Anda jual kepada mereka.

Untuk memudahkan Anda melakukan follow up dan membuat penawaran kepada setiap prospek, Anda perlu memiliki sistem CRM yang dapat diandalkan. Sistem CRM juga dapat memudahkan Anda mengidentifikasi prospek potensial dan mengestimasi revenue dari setiap prospek.

Buat Konten yang Relevan

Buat berbagai jenis konten seperti blog, video, dan postingan media sosial untuk prospek sehingga mereka dapat mempelajari lebih lanjut tentang brand dan produk atau layanan Anda. Pastikan isi konten Anda bukan sekedar promosi, tetapi juga informasi dan tips yang berguna untuk prospek Anda. Pertimbangkan juga untuk membuat e-book yang dapat diunduh melalui situs web Anda.

Jalin Komunikasi yang Baik dengan Marketing

Meskipun tim business development umumnya berada dalam departemen sales, bukan berarti pekerjaan internal mereka hanya melibatkan anggota tim penjualan saja. Tim pengembangan bisnis juga perlu menjalin komunikasi dengan departemen-departemen lainnya, terutama marketing

Tim pemasaran berperan untuk menciptakan konten untuk target audience Anda. Jadi, alangkah baiknya jika tim pengembangan bisnis dapat bekerja sama dengan tim pemasaran tentang blog, marketing campaign, postingan media sosial, dan konten situs web supaya hasilnya semakin relevan dengan prospek Anda.

Adakan rapat secara berkala agar tim BD dan pemasaran untuk saling bertukar pikiran dan berbagi update. Gunakan sistem CRM yang tepat agar kedua tim dapat berkolaborasi dengan lebih baik.

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles