Mitos-Mitos Seputar Bisnis Networking yang Harus Anda Jauhi

Syifa Fadiyah
bisnis networking

Bisnis networking. Anda pasti paham keberlangsungan perusahaan dan karir Anda bergantung pada aktivitas ini. Tapi, untuk beberapa orang kata “networking” sendiri bisa terkesan “kotor”. Hal ini dikarenakan bisnis networking sering diasosiasikan dengan citra egois, terlalu ambisius, hingga panjat sosial.

Padahal, seperti namanya, bisnis networking hanya bertujuan untuk membangun network – membangun hubungan secara dua arah atas dasar saling percaya. Kegiatan ini merupakan kekuatan terbesar yang membangun bisnis Anda – selain keahlian tentunya. Miskonsepsi yang demikian mengakibatkan banyak orang terlalu takut untuk melakukannya sehingga tidak merasakan manfaat networking.

Inilah 5 mitos yang harus Anda buang jauh-jauh mengenai networking.

Kegiatan yang hanya cocok untuk orang extrovert

Semua orang butuh dan mampu melakukan networking. Itu juga berlaku pada orang introvert. Mereka bisa melakukan network sama baiknya dengan para extrovert – bahkan lebih baik.

Suka bersosialisasi dan mudah bergaul bukan syarat utama untuk melakukan networking. Justru, yang memudahkan Anda dalam networking adalah menjadi seorang yang cerdas, pendengar yang baik, dan disiplin. Anda harus mampu menjaga komunikasi dua arah dan benar-benar memperhatikan apa yang lawan bicara Anda katakan.

Selain dari sifat-sifat tersebut, networking yang berhasil membutuhkan orang yang tahan banting; dalam kata lain mampu mengatasi penolakan atau kegagalan. Hal terburuk yang bisa terjadi adalah jejaring Anda tidak ingin menjalin hubungan bisnis dengan Anda atau mereka tidak bisa membantu Anda. Jangan khawatir. Ini lumrah terjadi dan jelas lebih baik daripada tidak pernah mencoba sama sekali.

Networking itu menjalin hubungan yang tidak tulus

Ini menjadi salah satu stigma populer mengenai networking. Tidak heran. Networking memiliki reputasi sebagai aktivitas orang oportunis yang niatnya hanya mendapatkan klien atau mencari pekerjaan. Jika networking membuat Anda merasa “kotor”, berarti Anda belum melakukan networking dengan benar.

Inti dari kegiatan ini adalah membangun hubungan mutual yang saling menguntungkan melintasi berbagai sektor dan industri. Anda menawarkan nilai yang bisa Anda berikan ke mereka dan, sebaliknya, mendapatkan sebuah nilai dari mereka.

Networker yang baik tidak hanya menggunakan jejaringnya untuk keperluan sendiri. Malah kebalikannya. Sebagaimana mereka mencari kesempatan untuk bisnis mereka, networker yang baik juga secara aktif memberikan nilai mereka dalam hubungan bisnis tersebut.

Seorang networker akan menjadi katalis untuk pertumbuhan bisnis selama mereka selalu berusaha untuk membangun koneksi mutual ini – sekalipun manfaatnya dirasa secara tidak langsung. Pada akhirnya, “apa yang ditanam itu yang dituai” berlaku di sini.

Tidak perlu bisnis networking jika sudah berpengalaman

Sebetulnya yang satu ini bukan alasan yang masuk akal jika sampai membuat Anda tidak mau berjejaring. Betul, pengalaman menentukan kesuksesan karir Anda. Anda bisa membuat resume dan cover letter sebagus mungkin sampai-sampai manajer HR tidak bisa menolak. Tapi mengapa membuang-buang kesempatan?

Padahal, kenyataannya, banyak orang-orang di hidup Anda yang mau membantu Anda dalam hal karir. Tetapi, mereka tidak bisa membantu jika mereka tidak mengetahui Anda, cerita Anda, dan hal yang ingin Anda penuhi. Singkatnya, mereka tidak bisa membantu jika Anda tidak meminta.

Kartu nama yang banyak sudah termasuk networking

Kapan terakhir Anda melihat-lihat kartu nama yang ada di laci meja kerja? Itu pun kalau Anda benar menyimpannya. Kartu nama tidak akan berguna tanpa koneksi yang sungguhan dengan orang yang bersangkutan.

Menjaga jejaring itu membutuhkan waktu, usaha, dan rencana. Anda juga butuh perkiraan dan harus proaktif. Ucapkan terimakasih dan apresiasi – beritahu network Anda bahwa mereka sudah memberikan nilai yang untuk Anda. Catat hari ulang tahun, hari jadi perusahaan, hari libur, lalu kirimlah kartu ucapan atau hadiah kecil.

Tindakan kecil seperti ini bisa berarti besar. Sisakan waktu untuk tetap terhubung, sekalipun itu hanya untuk makan siang bersama atau telepon. Koneksi yang kuat tidak terjadi begitu saja sehingga perlu dipupuk.

Hubungan bisnis harus tercipta secara organik

Salah. Networking itu tidah harus terjadi secara organik. Ya, networking adalah perangkat bisnis, dan seperti hal lainnya di bisnis, semua harus direncanakan, diperhitungkan, dan dieksekusi secara strategis.

Ketika memasuki lingkungan networking, cari tahu dulu siapa yang akan hadir dan siapa yang ingin Anda ajak bicara. Sosialisasi secara personal dan bisnis networking itu sangat berbeda dan poin-poin tadi itulah pembedanya.

Kesimpulan

Bisnis networking merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun bisnis atau karir. Sulit untuk membangun bisnis tanpa networking dan susah untuk berjejaring dengan semua mitos yang berbeda. Ini waktunya Anda menghancurkan mitos tersebut dan memulai membangun organisasi Anda dengan lebih baik.

Gunakan Sistem CRM yang bisa memudahkan Anda untuk mengelola informasi klien atau jejaring Anda dan menghubunginya dengan mudah. 

 

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles