BerandaProductsAccountingLeverage: Pengertian, Rumus, dan Manfaatnya untuk Perkembangan Bisnis

Leverage: Pengertian, Rumus, dan Manfaatnya untuk Perkembangan Bisnis

Dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis, tentu saja modal menjadi salah satu pondasi yang utama. Modal bisnis dapat berasal dari dua sumber utama, yaitu berasal dari ekuitas dan leverage. Anda pun dapat melacak sumber modal bisnis itu dengan mudah menggunakan Software Akuntansi berbasis web dari HashMicro. Selain itu, Anda juga dapat melihat informasi keuangan secara real-time untuk buat keputusan bisnis yang lebih baik menggunakan Software Akuntansi online terbaik. Dengan menggunakan fitur-fitur terlengkap dari Program Akuntansi otomatis ini, Anda dapat mengotomatiskan pengelolaan arus kas, pembuatan laporan keuangan, hingga rekonsiliasi bank dengan mudah dan seamless

Download skema perhitungan harga Software Akuntansi Hashmicro 

Saat ini kebanyakan perusahaan lebih cenderung menggunakan leverage, karena lebih multifungsi dan menguntungkan, sehingga ekuitas yang perusahaan miliki bisa digunakan untuk keperluan lain di dalam keuangan perusahaan. Melalui penggunaan Sistem Manajemen Akuntansi yang terintegrasi, perusahaan dapat mengelola keuangan bisnis secara menyeluruh dengan hasil yang akurat. Sebelum menggunakan Sistem Manajemen Akuntansi terbaik, Anda dapat mencari tahu terlebih dahulu skema perhitungan harga Software Akuntansi sehingga dapat memperkirakan biaya yang harus dikeluarkan.

Leverage

Apa itu Leverage?

Mengutip dari laman Kompas, leverage adalah penggunaan dana utang atau pinjaman untuk meningkatkan return atau keuntungan dalam sebuah bisnis atau investasi. Selain itu, leverage atau liabilitas, juga seringkali diartikan sebagai sejumlah utang untuk membiayai atau membeli aset perusahaan, dengan tujuan agar keuntungan bisnis atau return of investment (ROI) bisa semakin maksimal. Untuk mempermudah Anda dalam memonitor informasi keuangan dan keuntungan bisnis, manfaatkan Software Akuntansi dengan fitur terbaik dari HashMicro. Dana dari utang digunakan untuk mengembangkan dan memenuhi kebutuhan bisnis. Dengan begitu, hasil yang didapat bisa jauh lebih besar ketimbang hanya mengandalkan modal sendiri yang terbatas.

Leverage berbeda dengan ekuitas dalam permodalan bisnis. Apabila liabilitas merupakan utang, maka ekuitas merupakan modal sendiri yang pemilik bisnis. Keduanya pun saling berkebalikan. Dengan memperbesar ekuitas, maka dapat memperkecil penggunaan liabilitas, begitu pula sebaliknya. Permudah perhitungan permodalan bisnis dengan Sistem Manajemen Akuntansi terlengkap yang dapat mengotomatiskan proses operasional bisnis Anda.

Download skema perhitungan harga Software Akuntansi Hashmicro 

Leverage Ratio

Leverage ratio adalah rasio jumlah utang dalam perusahaan berbanding dengan total aset yang perusahaan miliki, berarti pula kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya dengan jumlah asetnya. Terdapat beberapa rasio untuk mengukur rumus leverage, yaitu:

Debt to Total Asset Ratio

Rasio utang terhadap total aktiva/aset (DAR) atau biasa disebut rasio utang ini menunjukkan seberapa besar bagian dari keseluruhan aktiva yang menggunakan utang untuk berbelanja.

DAR = Total Utang : Total Aktiva

Semakin rendah nilai DAR, maka tingkat keamanan dananya semakin baik, dan semakin aman pula pencatatan transaksi keuangannya.Hal ini lantaran rasio utang menerangkan sejauh mana utang yang sanggup ditutupi oleh aktiva.

Debt to Equity Ratio

Rasio utang terhadap ekuitas (DER) ini menunjukkan hubungan antara jumlah utang jangka panjang dengan jumlah modal perusahaan. 

DER = Total Utang Keseluruhan : Modal sendiri x 100%

Semakin rendah nilai DER maka tingkat keamanan keuangan perusahaan akan semakin baik, begitu pula sebaliknya.

Long-term Debt to Equity Ratio

Rasio utang jangka panjang dengan ekuitas atau Long Term Debt to Equity Ratio (LTDER) digunakan untuk mengukur bagian dari modal sendiri yang menjadi jaminan untuk utang jangka panjang.

LTDER = Utang Jangka Panjang : Modal Sendiri

Times Interest Earned

Rasio kemampuan membayar bunga ini berguna untuk mengukur berapa banyak laba operasi mampu membayar bunga dari utang. Setelah menghitung Times Interest Earned (TIE), perusahaan akan tahu berapa besar laba bersih yang ia miliki, yang disebut sebagai Interest Coverage Ratio.

TIE = Laba Operasi(+Penyusutan) : Bunga Utang Jangka Panjang

Tangible Assets Debt Coverage

Perusahaan juga perlu melakukan perhitungan terhadap berapa besar aktiva/aset tetap yang bisa perusahaan gunakan untuk menjamin utang jangka panjang atau Tangible Assets Debt Coverage (TAD).

TAD Coverage = (Jumlah Aktiva+Tangible+Utang Lancar) : Utang Jangka Panjang

Jenis-jenis Leverage

Terdapat tiga jenis liabilitas yang memiliki fungsi serta kegunaan yang berbeda-beda, yaitu:

Financial leverage

Financial leverage merupakan jenis pinjaman dana untuk memaksimalkan keuntungan atas sekuritas  dan laba dari saham perusahaan. Untuk menentukan jumlah financial leverage, kita dapat melihat rasio utang terhadap ekuitas perusahaan. Semakin tinggi rasio atau persentasenya, maka akan dapat meningkatkan resiko kebangkrutan. 

Operating leverage

Operating leverage merupakan kemampuan perusahaan untuk menggunakan biaya operasi, yang merupakan biaya tetap, dengan tujuan untuk tetap menghasilkan laba penjualan terhadap laba operasi bisnis. Jenis liabilitas ini juga menunjukkan hubungan antara perubahan penjualan dan biaya dalam pendapatan operasional tetap. Jika biaya tetap perusahaan lebih tinggi daripada biaya variabel, maka perusahaan memiliki operating liabilitas yang tinggi.

Combined leverage

Jenis liabilitas ini merupakan gabungan dari dua jenis utang bisnis sebelumnya. Tentunya hal ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi pemilik usaha tetapi juga pada pemegang saham perusahaan.

Download skema perhitungan harga Software Akuntansi Hashmicro 

Cara Kerja Leverage

Leverage memiliki cara kerja yang mirip dengan utang pada umumnya. Misalkan pemilik bisnis perlu membeli suatu aset untuk mendukung jalannya operasional bisnis, namun tidak memiliki cukup uang untuk melakukan pembelian. Pada saat seperti ini perusahaan dapat menggunakan dana liabilitas atau utang. Perusahaan perlu menghitung berapa banyak yang harus mereka keluarkan untuk membayar liabilitas, karena perusahaan wajib membayar angsuran tersebut setiap bulannya ke bank dengan tanggal jatuh tempo yang jelas. 

Setelah aset tersebut terbeli, perusahaan akan bekerja keras untuk menghasilkan keuntungan dari aset yang sudah dimilikinya. Perusahaan menggunakan keuntungan yang dihasilkannya secara teratur untuk pembayaran liabilitas

Berbicara mengenai aset, Anda dapat menggunakan Aplikasi Manajemen Aset dengan fitur yang komprehensif untuk pengelolaan aset yang lebih efisien. Informasi dan data mengenai aset yang Anda miliki dapat terpantau secara mudah dengan adanya barcode dan serial number. Anda pun tidak lagi perlu mengkhawatirkan proses administrasi maintenance yang akan semakin terjaga dengan adanya pengingat. Sebaiknya Anda mencari informasi mengenai skema perhitungan harga Software Manajemen Aset sebelum menggunakannya.

Resiko Leverage

Bagaimana pun perusahaan memanfaatkan liabilitas untuk berjalannya perusahaan, utang tetap utang yang memiliki resiko. Berikut kami rangkum beberapa resiko yang harus pemilik bisnis ketahui sebelum memutuskan untuk mengambil liabilitas, di antaranya:

Semakin tinggi liabilitas, semakin sulit untung

Penting untuk ditekankan bahwa tinggi rendahnya liabilitas tidak sebanding dengan keuntungan. Karena itu perusahaan harus mengadopsi jumlah leverage yang tepat dan mempertimbangkan dengan cermat sejak awal. Sehingga perusahaan dapat memanfaatkan liabilitas sesuai dengan jumlah yang memang diperlukan.

Semakin tinggi liabilitas, beban psikologis semakin tinggi

Liabilitas sejatinya adalah utang. Maka apabila perusahaan memaksakan diri untuk mengambil jumlah liabilitas yang tinggi, bahkan tak jarang berlebihan, dapat menjadi beban bagi pemilik bisnis dan perusahaannya. Karena perhitungan pengembalian dana pinjaman merupakan tanggung jawab utama suatu perusahaan. 

Kesimpulan

Leverage adalah penggunaan dana utang atau pinjaman untuk meningkatkan return atau keuntungan dalam sebuah bisnis atau investasi. Dana ini dapat menambah ekuitas yang terbatas milik perusahaan untuk mengembangkan dan menjalankan perusahaan. Meskipun begitu, pengambilan liabilitas haruslah berdasarkan perhitungan yang matang. Karena apabila kita mengambil pinjaman modal tanpa perhitungan jumlah yang proporsional, maka akan memiliki resiko pengembalian yang membebankan.

Leverage

Software Akuntansi terbaik dan terlengkap dari HashMicro dapat membantu perusahaan Anda dalam mengatur keseluruhan aspek keuangan. Mulai dari pendapatan, saldo kas, accounts receivable, accounts payable, budget management, hingga membuat laporan laba rugi, arus kas, neraca, perubahan modal, dan lainnya dalam hitungan detik dengan satu sistem yang terintegrasi. Ketahui lebih jauh mengenai skema perhitungan Software Akuntansi dan ERP dengan mengunduhnya disini

Unduh Skema Perhitungan Harga Software Akuntansi HashMicro

Artikel Terkait:

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Anak Agung Istri Karlita Aprilianti
Anak Agung Istri Karlita Aprilianti
Junior Creative Content Writer at Hashmicro.

Coba Gratis Software HashMicro

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan DAPATKAN DEMO GRATISNYA!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA