01.
Apa itu HashMicro
02.
ERP itu cocok untuk perusahaan seperti apa
03.
Kenali Produk HashMicro
04.
Keunggulan HashMicro
05.
Proses Implementasi
06.
Apakah demo nya gratis?
0:00 / 0:00
BerandaAgriculturePentingnya Integrasi Startup Pertanian Dengan Software ERP Agrikultur

Pentingnya Integrasi Startup Pertanian Dengan Software ERP Agrikultur

Sektor pertanian adalah salah satu sektor penting untuk menunjang perekonomian negara. Sejak dulu, Indonesia terkenal sebagai negara agraris yang memiliki banyak wilayah pertanian dan sumber daya alam yang melimpah. Bahkan sebagian besar penduduk Indonesia bekerja pada sektor pertanian. Namun, terdapat stigma di masyarakat bahwa pekerjaan kantoran dan industri lebih bermanfaat dan maju ketimbang bekerja sebagai petani. Padahal saat ini pertanian di Indonesia sedikit demi sedikit mengalami perkembangan dengan dengan munculnya digitalisasi dan startup pertanian. Para petani, khususnya petani muda sudah mulai beradaptasi dengan Software ERP untuk merancang startup pertanian miliknya.

Adanya startup dapat membantu petani untuk mengelola lahan yang terbatas, bahkan lahan rumah kaca untuk bercocok tanam. Namun, perkembangan ini tidak menutup adanya kendala dalam mengelola kegiatan pertanian, seperti tidak memiliki strategi panen dan kesulitan memperkirakan kondisi musim. Dalam mengatasi hal tersebut, startup dapat memanfaatkan Smart Agriculture Solution untuk mengoptimalkan seluruh kegiatan pertanian, mulai dari pengelolaan lahan hingga penetapan masa panen. Efeknya, pekerjaan sebagai petani tidak melulu masyarakat anggap sebagai pekerjaan yang memalukan. Bahkan, profesi petani modern menjadi dream job bagi sebagian masyarakat. Simak pembahasan pada artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai startup pertanian dan pentingnya integrasi dengan software.

Startup Pertanian

Apa Itu Startup Pertanian?

Apa yang terlintas dalam pikiran Anda ketika mendengar startup pertanian? Sebagian besar berpikir bahwa startup pertanian merupakan cara untuk mempermudah dan meningkatkan pendapatan kegiatan bertani. Sebetulnya pemikiran tersebut memang benar, tetapi jika startup tersebut sudah mengelola kegiatan pertanian dengan baik. Untuk mengelola startup pertanian dengan tepat, perlu mengetahui terlebih dahulu pengertian dari startup pertanian itu sendiri.

Startup sendiri adalah perusahaan rintisan yang baru berjalan pada kurun waktu tertentu dan masih dalam tahap pengembangan. Sehingga pengertian startup pertanian adalah perusahaan rintisan yang baru berjalan dengan pemanfaatan teknologi untuk membantu kegiatan pertanian. Umumnya, startup pertanian ini memfasilitasi keperluan dan jasa dengan memanfaatkan berbagai fitur unggul software dan teknologi untuk mempermudah kegiatan pertanian. Untuk itu, startup perlu melakukan integrasi dengan software untuk mengefisienkan seluruh operasional bisnis pertanian.

Baca Juga: 6 Teknologi Canggih untuk Memajukan Bisnis Agrikultur

Integrasi Startup Pertanian dan Software Agrikultur untuk Membantu Petani

Kunci dalam mengelola pertanian modern adalah dengan mengoptimalkan berbagai teknologi yang ada. Terlebih saat ini terdapat startup yang dapat membantu mengelola kegiatan operasional pertanian. Startup yang merupakan perusahaan rintisan tentunya juga perlu memaksimalkan pemanfaatan teknologi, seperti Software Agrikultur. Hal ini harus startup lakukan agar bisa menjawab semua kebutuhan, baik dari para petani maupun konsumen. Berikut merupakan pentingnya integrasi startup dan software agrikultur untuk membantu petani mempermudah kegiatannya.

Mendorong perkembangan smart farming

Perkembangan Metode Smart Farming dengan Bantuan Software

Smart Farming adalah salah satu model pertanian modern dengan melakukan peningkatan terhadap seluruh kegiatan operasional pertanian. Petani tidak perlu kesulitan karena melakukan pekerjaan secara manual untuk menggarap berhektar-hektar lahan. Dengan bantuan startup dan pemanfaatan Smart Agriculture Solution, petani dapat melakukan smart farming dan modernisasi seluruh operasional pertaniannya. Bahkan dengan melakukan smart farming petani dapat meningkatkan hasil dan menghindari keborosan. Model pertanian ini umumnya memanfaatkan metode bertani yang cerdas, seperti:

1. Mengotomatisasi sistem irigasi

Sistem irigasi adalah salah satu komponen penting dalam kegiatan bertani, khususnya bertani sayuran dan buah-buahan. Pengairan yang tepat akan membantu mengoptimalkan perkembangan tanaman dengan hasil yang maksimal. Dengan mengotomatisasi sistem irigasi, petani tidak perlu membuang banyak waktu dan kesulitan untuk menyiram tanaman satu per satu. Pengairan tanaman akan menjadi lebih efisien dan mencegah terjadinya telat mengairi tanaman karena penjadwalan penyiraman sudah terjadwal dengan baik. Sistem irigasi yang tepat ini juga akan mencegah tanaman mati karena busuk atau terlalu banyak menerima air.

2. Mengoptimalkan prediksi cuaca

Dalam kegiatan pertanian, ada baiknya petani mengetahui kondisi iklim dan cuaca sebelum bercocok tanam. Indonesia sebagai negara dengan iklim tropis memiliki dua musim, yaitu kemarau dan penghujan sebagai bahan pertimbangan sebelum bertani. Dengan Smart Agriculture Solution, petani dapat memanfaatkan fitur weather sensors untuk mengetahui prediksi cuaca secara real-time. Prediksi cuaca dapat berguna untuk membantu startup dan petani dalam menentukan jenis tanaman yang cocok. Dengan begitu, proses bertani dapat berjalan dengan lebih lancar dan efisien.

3. Pemantauan lahan secara otomatis

Dengan bantuan startup dan integrasi Software Agrikultur, kegiatan bertani dapat petani lakukan secara presisi. Pemantauan kualitas dan kondisi lahan dapat petani lakukan dengan mudah dan otomatis. Terlebih, setiap daerah memiliki kecocokan tersendiri terhadap tanaman yang bisa tumbuh dan berkembang di sana. Pemantauan lahan juga penting karena tidak semua petani mempunyai lahan yang luas untuk bisnis agrikulturnya. Namun, dengan bantuan software mereka dapat memanfaatkan alternatif lain, seperti melakukan penanaman secara vertikal.

4. Ketepatan penentuan masa panen

Dengan mengoptimalkan sistem irigasi, prakiraan cuaca hingga kualitas lahan, petani dapat memperoleh hasil panen yang maksimal. Bahkan bantuan startup dan software memungkinkan petani untuk mengelola pemantauan fase panen secara rutin dan otomatis. Hal ini dapat berguna agar kualitas hasil panen produksi pertanian tetap terjaga. Bahkan dengan integrasi software, petani dapat meminimalisir risiko kegagalan panen.

5. Mempermudah pelaksanaan metode hidroponik

Metode hidroponik adalah salah satu model smart farming dengan memakai cairan bernutrisi ke tanaman yang sulit dikembangkan secara konvensional, seperti selada. Penanaman secara hidroponik tidak membutuhkan lahan yang luas, bahkan terkadang dapat petani satukan dengan vertical farming. Dalam menjalankan metode hidroponik, penting bagi startup dan petani untuk mengontrol secara ketat, khususnya terkait cairan nutrisi. Smart Agriculture Solution dapat mempermudah aktivitas supply chain untuk mengoptimalkan metode hidroponik secara lebih efektif dan efisien. Bahkan petani juga dapat melacak perkembangan dan pemeliharaan tanaman secara otomatis.

Memfasilitasi platform untuk menjual dan mendistribusi

Startup pertanian tidak hanya membantu petani dalam proses produksi, tetapi juga membantu menjual dan mendistribusikan produk hasil panen. Kedua hal tersebut saling berkaitan karena umumnya penjualan produk pertanian berjenis pre-order (PO) dan ready stock. Hal tersebut startup lakukan untuk menjaga kesegaran produk hingga ke tangan konsumen, karena produk pertanian tidak selalu tahan lama. Dengan waktu distribusi yang singkat, startup harus mampu memiliki sistem distribusi yang baik.

Umumnya, startup melakukan penjualan dan pendistribusian melalui mobile app dan website yang terintegrasi dengan suatu sistem, seperti Smart Agriculture Solution. Dengan begitu, startup dapat mengoptimalkan pendistribusian produk pertanian dengan cepat dan mudah. Startup juga dapat memantau semua pemasukan dan pengeluaran biaya operasional pertanian secara real-time dan akurat. Bahkan, software ini dapat terintegrasi dengan Software Akuntansi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangannya.

download skema harga software erp
download skema harga software erp

Memanfaatkan penggunaan drone atau pesawat nirawak

Startup dan beberapa perusahaan besar di bidang pertanian biasanya memiliki pesawat, baik yang memiliki awak maupun tanpa awak, seperti drone. Umumnya, teknologi ini startup manfaatkan untuk meningkatkan hasil produksi dan mengefisienkan proses bertani. Biasanya drone banyak startup manfaatkan untuk melihat keamanan pertanian, memberikan pestisida, herbisida ataupun insektisida, melakukan pemupukan, penyemaian, polinasi hingga pemetaan lahan dengan sensor. Biasanya hal-hal ini startup lakukan terhadap lahan yang sangat luas. Dengan begitu, petani dapat mengefisienkan waktu dan melakukan aktivitas penting lainnya.

Menggunakan sensor berbasis IoT (Internet of Things)

Biasanya startup menggunakan semacam software dengan sensor khusus, seperti Smart Agriculture Solution untuk mengoptimalkan seluruh aktivitas pertanian. Integrasi antara startup dan software ini merupakan hal penting, karena dapat menyediakan informasi yang akurat terkait prakiraan cuaca hingga pengelolaan buruh dan karyawan. Pada dasarnya, sensor khusus yang ada pada software dapat membantu menyederhanakan seluruh operasional agrikultur hanya dengan satu sistem. Dengan begitu, seluruh proses dapat petani jalankan secara sederhana dengan hasil yang maksimal.

Mempermudah pembuatan laporan

Integrasi dengan software memungkinkan startup untuk menyederhanakan pengelolaan keuangan pertanian. Software Agrikultur mempermudah startup untuk membuat laporan secara lengkap dan akurat. Terlebih, dengan software berbasis cloud yang tepat startup dapat mengontrol secara penuh atas usaha pertanian kapan dan dimana saja, sehingga progres dapat terlacak dengan baik. Dengan begitu startup dapat dengan mudah memperoleh laporan keuangan, pengadaan hingga transfer stok produk pertanian dengan berbagai template yang profesional.

Baca Juga: Peran Agribisnis dalam Perekonomian dan Pendapatan Negara

Kesimpulan

Sektor pertanian adalah salah satu sektor penting untuk menunjang perekonomian negara. Perkembangan iptek dan munculnya startup pertanian mulai memberikan peluang untuk memajukan kegiatan pertanian sehingga tidak lagi dipandang sebelah mata. Penting bagi startup untuk mengintegrasikan operasionalnya dengan Software Agrikultur. Karena pada dasarnya kunci untuk mengelola pertanian modern adalah dengan mengoptimalkan perkembangan teknologi yang ada.

Smart Agriculture Solution dapat menjadi pilihan yang tepat untuk mendorong modernisasi seluruh operasional bisnis pertanian bagi startup dan petani. Dengan software, startup dapat memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia, seperti weather sensor untuk membantu mengetahui prakiraan cuaca. Selain itu, startup dapat memantau kondisi lahan, penetapan masa panen secara otomatis hingga mengoptimalkan aktivitas supply chain. Bahkan, sistem ini dapat startup integrasikan dengan sistem lain, seperti Sistem Akuntansi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan pertanian. Untuk mengetahui lebih lanjut, unduh skema perhitungan harga Smart Agriculture Solution  dari HashMicro. Segera jadwalkan demo gratis sekarang!

Startup Pertanian

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Kharisma Oktaviani
Kharisma Oktaviani
A content writer intern with the objective to generate ideas for writing helpful articles.

Coba Gratis Software HashMicro

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan DAPATKAN DEMO GRATISNYA!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Nadia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
628111961171
×
Dapatkan Demo Gratis!