BerandaProductsHRM/PayrollJenis dan Kebijakan Cuti Karyawan (+Contoh Surat Cuti Lengkap!)

Jenis dan Kebijakan Cuti Karyawan (+Contoh Surat Cuti Lengkap!)

Seorang karyawan biasanya akan bekerja selama lima hari dalam seminggu. Namun, bukan berarti karyawan tidak dapat tidak hadir selama hari kerja tersebut. Karyawan pun kadang kala pasti memiliki halangan atau hal lain yang tidak bisa ditinggalkan saat hari kerja. Sehingga karyawan akan mengambil hari cuti selama kepentingannya berlangsung. Dalam artikel ini, kami akan membahas mengenai kebijakan cuti karyawan yang ada di Indonesia, termasuk jenis-jenis dan contoh surat cuti karyawan.

Baca juga: Absensi Online, Integrasi Sistem untuk Efisiensi Manajemen Kehadiran Karyawan

Demo gratis sistem ERP HashMicro

Daftar Isi

Hak Cuti Karyawan di Indonesia dan Contoh Surat Cuti

Setiap karyawan tentunya memiliki hak untuk mengajukan cuti ke perusahaan. Meskipun begitu, karyawan perlu memiliki alasan yang tepat saat mengajukan cuti. Terdapat beberapa jenis hak cuti yang dapat karyawan peroleh selama bekerja. Jenis beserta contoh surat cuti tersebut dapat kami rangkum sebagai berikut. 

Cuti tahunan

Cuti tahunan adalah hak setiap karyawan yang bekerja di suatu perusahaan. Hak ini tentunya harus karyawan peroleh selama setahun bekerja. Setiap perusahaan berbeda-beda, namun biasanya setiap karyawan akan mendapatkan jatah cuti tahunan sebanyak 12 hari per tahun jika karyawan tersebut sudah bekerja selama minimal satu tahun. Selain tergantung dari perusahaan, jumlah cuti tahunan ini pun bergantung pada posisi dan kedudukan karyawan di dalam perusahaan.

Contoh surat cuti kerja tahunan

contoh surat cuti tahunan

Cuti besar

Berdasarkan UU Cipta Kerja 21/2020 dan Peraturan Pemerintah 35/2021 yang mengatur tentang Perjanjian Kerja Waktu tertulis: “Perusahaan tertentu dapat memberikan istirahat panjang yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama. Ketentuan lebih lanjut mengenai perusahaan tertentu diatur dengan Peraturan Pemerintah.” 

Artinya, ketentuan istirahat panjang dapat berbeda di masing-masing perusahaan, sesuai dengan perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama antara perusahaan dan karyawan. Kemudian menurut Pasal 3 Kepmenaker No. KEP.51/MEN/IV/2004 tentang Istirahat Panjang pada Perusahaan Tertentu menegaskan bahwa selama menjalankan hak istirahat panjang, pekerja berhak atas upah penuh yang wajib pengusaha bayar selama masa cuti tersebut.

Cuti bersama

Tidak ada aturan khusus yang mengatur mengenai jumlah pasti cuti bersama setiap tahunnya. Namun pemerintah akan mengumumkan hari libur nasional dan cuti bersama setiap tahunnya. Saat waktu libur nasional dan cuti bersama ini, pasal 85 UU 13/2003 menegaskan pekerja tidak wajib bekerja, karena hal tersebut pengumuman kepastian hari libur nasional dan cuti bersama setiap tahunnya menjadi penting dalam dunia kerja. 

Cuti hamil/melahirkan

Aturan mengenai cuti hamil/melahirkan terdapat dalam Pasal 82 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pada ayat 1 yang bunyinya “Pekerja perempuan berhak memperoleh istirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan. Kemudian pada pasal 84 UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menetapkan pula “Setiap pekerja/buruh yang menggunakan hak waktu istirahat hamil dan melahirkan berhak mendapat upah penuh.” Sehingga meskipun karyawan yang tengah hamil atau melahirkan dalam masa cuti, mereka tetap mendapatkan gaji mereka secara penuh.

Contoh surat cuti melahirkan

contoh surat cuti melahirkan

Cuti sakit

Cuti sakit merupakan hak mutlak yang dimiliki oleh pekerja bahkan pasal 153 ayat (1) huruf A UU Ketenagakerjaan 13/2003. Jumlah hari cuti biasanya akan bergantung pada rekomendasi yang tertulis di surat keterangan dokter yang diajukan bersamaan dengan surat pengajuan cuti. Oleh karena itu, surat keterangan dokter menjadi syarat penting yang harus ada untuk mengajukan cuti sakit. Selain itu UU Cipta Kerja 11/2020 juga memberi perlindungan berupa larangan PHK kepada pekerja dengan alasan berhalangan masuk kerja karena sakit menurut keterangan dokter selama waktu tidak melampaui 12 (dua belas) bulan secara terus-menerus. 

Contoh surat izin cuti karena sakit

contoh surat cuti sakit

 

Baca juga: Cuti Haid: Syarat Pengajuan dan Ketentuannya

Cuti karena alasan penting

Selain beberapa jenis cuti yang spesifik di atas, karyawan juga boleh mengajukan cuti untuk alasan pribadi yang penting. Menurut Pasal 93 Ayat (2) dan (4), terdapat beberapa alasan penting yang dapat menjadi alasan untuk mengajukan cuti dengan ketentuan sebagai berikut.

  • Karyawan menikah: 3 hari
  • Menikahkan anaknya: 2 hari
  • Mengkhitankan anaknya: 2 hari
  • Membaptis anak: 2 hari
  • Isteri melahirkan atau keguguran kandungan: 2 hari
  • Suami/isteri, orang tua/mertua atau anak atau menantu meninggal dunia: 2 hari
  • Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia: 1 hari

Pengaturan kelayakan cuti karyawan harus mempertimbangkan kinerja perusahaan dan kebutuhan karyawan secara umum. Sehingga pengajuan cuti tidak mempengaruhi kinerja perusahaan.

Contoh surat cuti menikah

contoh surat cuti menikah

Perbedaan Cuti Karyawan Tetap dan Karyawan Kontrak

Status karyawan, baik karyawan tetap maupun karyawan swasta, tidak secara spesifik menjadi pembeda perolehan hak cuti menurut undang-undang. Karena hal tersebut, biasanya cuti akan diatur dalam surat kontrak atau perjanjian kerja sebelum karyawan resmi bergabung dalam perusahaan, sehingga menjadi kesepakatan bersama. Untuk menghindari kesalahpahaman tentang ketentuan cuti yang berlaku di perusahaan. Jika perlu, sertakan semua karyawan dalam sosialisasi cuti agar karyawan baru paham dan karyawan lama tidak lupa mengenai ketentuan dan aturan cuti. 

Mudahkan Pengelolaan Cuti Karyawan Dengan Software HRM

Banyak sekali perusahaan yang masih berkutat secara manual mengenai pengajuan cuti karyawannya. Padahal dibandingkan dengan pencatatan manual, pencatatan menggunakan sistem akan memudahkan segala sesuatu yang berkaitan dengan cuti karyawan. Sistem HRM dari HashMicro dapat membantu perusahaan untuk menyederhanakan proses pengajuan cuti karyawan, mengotomatiskan pembaruan jatah cuti, serta ketentuan lainnya dengan sangat mudah. Bukan hanya manajemen cuti, sistem terbaik di Indonesia ini juga memberikan efisiensi dalam payroll management, presensi, hingga pengelolaan database karyawan dengan lengkap dan aman.

HashMicro HRM Software

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Anak Agung Istri Karlita Aprilianti
Junior Creative Content Writer at Hashmicro.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Butuh Software untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan mengisi form ini dan dapatkan demo GRATIS!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA