Cara Menerapkan Lean Manufacturing dalam 6 Langkah

Syifa Fadiyah

Lean Manufacturing adalah optimasi praktik, proses, dan kebiasaan pekerja menggunakan prinsip-prinsip Lean. Tujuannya adalah agar bisa bekerja secara efisien, berinovasi dengan cepat, dan menghasilkan nilai lebih untuk pelanggan. Cara menerapkan Lean manufacturing mencakup proses yang panjang. Tetapi, Anda akan menemukan rangkuman dari langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mempraktikannya di artikel berikut ini. 

1. Menemukan motivasi untuk menerapkan lean manufacturing

Pertama-tama, perusahaan harus mengetahui apa yang mereka kerjakan. Mereka melakukan rutinitas produksi tapi apakah mereka sudah tahu mengapa rutinitas itu dilakukan sedemikian rupa? Pertanyaan ini mungkin sulit untuk dijawab, tapi penjabarannya sangat diperlukan. 

Ingat, Lean dapat mengubah cara kerja hingga struktur organisasi. Jadi, Anda harus bisa meyakinkan tim, departemen, dan seluruh perusahaan mengapa mereka harus mengubah hal-hal fundamental di organisasi. 

Mengapa harus ada perubahan? Apakah Anda ingin menemukan cara baru berhubungan dengan pelanggan, menjadi inovatif, meningkatkan keuntungan, atau memenangkan persaingan global. Temukan apa yang dibutuhkan perusahaan dan sosialisasikan. 

2. Melakukan evaluasi kesiapan perusahaan

Setelah menemukan objektif yang ingin dicapai, lakukan peninjauan terhadap kondisi perusahaan Anda. Tahapan ini bertujuan untuk melihat apakah perusahaan Anda mampu menerapkan prinsip lean. Peninjauan tersebut termasuk:

  • Stabilitas dan kualitas produk dan proses produksi
  • Ketersediaan mesin dan line
  • Karyawan yang bisa bertindak sebagai problem solver. Biasanya orang yang memiliki kemampuan Measurement System Analysis (MSA) dan Statistical Process Control (SPC) dibutuhkan. 

Setelah itu, tentukan orang-orang utama yang akan terlibat dalam proses perombakan ini. Apabila Anda sendiri belum pernah menerapkan lean manufacturing, mintalah dampingan seseorang yang telah berpengalaman. 

3. Mulai mensosialisasikan program

Kini, Anda secara formal harus menyampaikan program yang telah disusun ke seluruh lapisan organisasi. Proses ini mungkin memakan waktu berhari-hari, terutama saat mempresentasikan ke jajaran tinggi perusahaan. Mereka harus memahami bagian apa saja yang perlu dipangkas, kalkulasi takt, OEE, penyesuaian line, dan lainnya. 

Setelah itu, berikan training yang dibutuhkan pelaksana program dengan memadai. Karena banyak hal yang harus dikuasai, pelatihan harus dilakukan dengan padat karena jika tidak, ditakutkan banyak materi yang terlupakan. 

4. Membuat value stream mapping

Fungsi dari pemetaan value stream adalah untuk memahami bagaimana alur kerja baru Anda. Flowchart ini akan mendokumentasikan semua tahapan dalam proses Lean dan akan mengidentifikasi waste, mengurangi cycle times, dan mengimplementasikan perbaikan-perbaikan baru. 

Value stream mapping terdiri banyak aktivitas. Cara yang efektif untuk melakukan pemetaan ini adalah dengan menggunakan Kanban, tool yang dapat memvisualisasikan proses, akuntabilitas, dan struktur kerja.

5. Menerapkan strategi lean

Di dalam value stream mapping, harus ada strategi yang menjabarkan bagaimana

  • Mensinkronkan supply produk ke pelanggan sesuai permintaan mereka tanpa produksi dan inventaris berlebih. 
  • Mensinkronkan produksi dengan membagi work in progress secara efektif untuk memenuhi permintaan dengan waktu lead produksi yang minimal.
  • Membuat alur produksi yang baru dan mereduksi inventaris, jarak antar stasiun produksi, kecacatan produksi, dan pekerjaan yang tidak diperlukan.
  • Menerapkan sistem pull-demand di mana proses produksi baru akan berjalan ketika ada permintaan konsumen. Sistem ini membantu Anda mengurangi overhead, mengoptimalkan inventaris, dan menghemat ruang di gudang. 

Dalam pelaksanaannya, gunakan Sistem ERP Manufaktur yang dapat memberikan Anda informasi mengenai performa inventaris, mesin, WIP, lamanya proses produksi secara real-time. Sistem ini juga memudahkan Anda menerapkan sistem pull-demand dengan mengelola permintaan pelanggan dan penjadwalan proses produksi. 

Jangan lupa juga untuk mendokumentasikan seluruh proses ini dalam bentuk Gantt chart.

6. Mempertahankan peningkatan yang telah dicapai

Prinsip Lean juga termasuk konsep bagaimana memastikan peningkatan secara berkelanjutan. Tujuan Anda adalah bagaimana mempertahankan proses-proses di perusahaan Anda fokus pada aktivitas yang membawa nilai banyak dan mengeliminasi pekerjaan yang tidak diperlukan. 

Pengembangan yang berkelanjutan dapat dicapai dengan metode Plan-Do-Check-Act (PDCA) yang dapat meningkatkan manajemen proyek, product lifecycle, SDM, dan manajemen supply chain. 

Selain itu, pemimpin juga harus dapat memimpin bawahannya dengan baik. Buat semua karyawan merasa memiliki tanggung jawab atas tugas yang mereka lakukan dan beri mereka kepercayaan untuk mengerjakannya. 

Simpulan

Cara menerapkan Lean manufacturing harus dilakukan secara sistematis, dimulai dari perencanaan, eksekusi, dan sustaining. Sebaiknya implementasi ini dilakukan secara bertahap dan perlahan. Pahami dengan baik konsep-konsep Lean agar terhindar dari implementasi yang gagal. Tetapi, apabila Anda bisa melakukan seluruh tahapan dengan baik dengan pemahaman yang menyeluruh, perusahaan Anda akan memiliki peluang sukses yang lebih besar.

 

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles