CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

Asset Risk Management untuk Perlindungan Aset Jangka Panjang

Diterbitkan:

Aset berperan sebagai penopang utama aktivitas bisnis, mulai dari operasional harian hingga pencapaian tujuan jangka panjang. Seiring intensitas penggunaan yang terus meningkat, aset juga membawa potensi risiko yang dapat memengaruhi kinerja dan keberlanjutan perusahaan.

Untuk itu, pengelolaan aset tidak cukup hanya berfokus pada pemeliharaan fisik atau pencatatan administrasi. Perusahaan perlu memahami risiko yang melekat pada aset agar penggunaan, pemeliharaan, dan pengambilan keputusan terkait aset dapat dilakukan secara lebih terkontrol.

Dalam konteks tersebut, asset risk management menjadi kerangka kerja yang membantu perusahaan mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko aset secara sistematis. Pendekatan ini mendukung upaya menjaga nilai aset sekaligus melindungi bisnis dari dampak risiko jangka panjang.

Key Takeaways

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Apa Arti Asset Risk Management?

      Manajemen risiko aset merupakan pendekatan terstruktur untuk mengenali, menilai, dan mengurangi potensi kerugian yang berkaitan dengan aset perusahaan. Fokusnya adalah menjaga keseimbangan antara performa aset, biaya sepanjang siklus hidup, dan tingkat risiko agar profitabilitas bisnis tetap optimal.

      Pendekatan ini tidak terbatas pada asuransi, tetapi mencakup pengendalian risiko dari tahap pengadaan hingga peremajaan atau penghapusan aset. Karena setiap fase siklus hidup memiliki karakter risiko yang berbeda, penanganannya perlu dirancang secara spesifik dan dapat diukur.

      Topik ini sangat penting bagi pimpinan di sektor padat aset seperti manufaktur, konstruksi, dan logistik. Pengelolaan risiko yang kurang baik dapat memengaruhi keuntungan perusahaan dan meningkatkan risiko ketidakpatuhan terhadap regulasi pemerintah.

      Mengapa Perusahaan Perlu Menerapkan Manajemen Risiko Aset?

      Penerapan manajemen risiko aset berperan penting dalam menjaga stabilitas operasional dan mencegah downtime yang berdampak pada biaya bisnis. Pendekatan ini sejalan dengan PP No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan SMK3, yang mewajibkan perusahaan mengidentifikasi dan mengendalikan risiko operasional.

      Dari sisi finansial, kegagalan aset dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan biaya pemeliharaan yang direncanakan dengan baik. Risiko aset yang tidak dikelola secara sistematis juga berpotensi menurunkan metrik kinerja OEE.

      Selain aspek operasional dan finansial, kepatuhan terhadap regulasi serta reputasi bisnis turut dipengaruhi oleh pengelolaan risiko aset yang tepat. Manajemen risiko aset membantu kesiapan audit dan menjaga kepercayaan klien, terutama pada bisnis dengan kontrak atau Service Level Agreement (SLA).

      Jenis-Jenis Risiko Aset yang Wajib Diwaspadai

      Jenis-Jenis Risiko Aset yang Wajib DiwaspadaiRisiko aset tidak hanya terbatas pada kerusakan fisik atau kehilangan, tetapi mencakup spektrum yang lebih luas dan kompleks. Berikut adalah klasifikasi risiko utama yang harus menjadi perhatian manajemen Anda.

      1. Operasional dan Kegagalan Teknis

      Risiko ini timbul akibat kegagalan fungsi aset dalam mendukung operasi sehari-hari, seperti mesin pabrik yang mogok tiba-tiba. Anda perlu memantau kondisi aset secara real-time untuk mencegah unplanned downtime yang mengganggu rantai pasok. Kegagalan teknis sekecil apapun bisa memicu efek domino pada seluruh lini produksi.

      2. Keamanan dan Kehilangan Aset

      Ancaman pencurian, penyalahgunaan, atau kehilangan aset fisik sering terjadi di lapangan maupun gudang yang pengawasannya kurang memadai. Tanpa sistem pemantauan terintegrasi, pelacakan aset bergerak menjadi sulit dan membuka celah bagi tindakan kriminal, baik dari pihak internal maupun eksternal.

      3. Finansial dan Depresiasi

      Nilai aset bisa turun lebih cepat dari perkiraan karena pola penggunaan yang tidak wajar atau perubahan kondisi pasar. Kesalahan perhitungan depresiasi berisiko mengganggu akurasi laporan keuangan dan perencanaan belanja modal ke depan.

      4. Kepatuhan dan Legalitas

      Pelanggaran regulasi, seperti lisensi software kedaluwarsa atau alat berat tanpa uji kelayakan, dapat menimbulkan risiko hukum yang serius. Karena itu, perusahaan perlu memantau dokumen dan masa berlaku perizinan agar seluruh aset tetap memenuhi standar keselamatan dan ketentuan hukum yang berlaku.

      Tahap Penerapan Strategi Manajemen Risiko Aset

      Anda tidak menerapkan manajemen risiko aset sekali lalu selesai, karena proses ini berjalan sebagai siklus berkelanjutan yang menuntut perencanaan rapi. Berikut langkah strategis yang bisa Anda gunakan untuk membangun kerangka kerja yang kuat.

      1. Identifikasi dan Inventarisasi Aset Menyeluruh

      Mulailah dari pendataan seluruh aset tanpa terkecuali, baik aset utama maupun pendukung. Di perusahaan manufaktur, misalnya, pendataan biasanya mencakup mesin produksi, panel listrik, kompresor, hingga perangkat ukur, lalu disatukan dalam database yang berisi kode aset, lokasi, kondisi, dan PIC.

      2. Analisis Probabilitas dan Dampak Risiko

      Setelah aset terdata, ukur kemungkinan terjadinya risiko dan besarnya dampak terhadap bisnis. Gunakan matriks risiko untuk memprioritaskan aset kritis yang membutuhkan perhatian dan alokasi sumber daya lebih besar.

      3. Penerapan Pemeliharaan Preventif

      Berikutnya, susun pola perawatan rutin yang mengacu pada jam operasi, catatan penggunaan, serta rekomendasi pabrikan. egiatan seperti pelumasan, pengencangan komponen, kalibrasi, dan servis berkala bisa dijadwalkan sesuai jam kerja atau interval kilometer.

      4. Monitoring dan Evaluasi Berkelanjutan

      Aset selalu berubah kondisinya seiring waktu, sehingga pembaruan data dan peninjauan berkala perlu menjadi kebiasaan. Banyak perusahaan menjalankan inspeksi rutin dan review catatan perawatan agar informasi aset tetap akurat serta praktik pengelolaan tetap selaras dengan kebutuhan operasional.

      Peran Teknologi dalam Meminimalisir Risiko Aset

      Teknologi modern berperan vital dalam meminimalisir risiko dengan mengotomatiskan pelacakan dan perawatan. Penggunaan sistem digital menghilangkan human error yang sering terjadi pada pencatatan manual dan memberikan visibilitas menyeluruh.

      Penggunaan spreadsheet manual sudah tidak lagi memadai untuk mengelola ribuan aset dengan risiko yang semakin kompleks. Teknologi seperti barcode scanning, RFID, dan GPS tracking dapat memberikan data real-time mengenai lokasi dan status aset. Hal ini sangat efektif untuk mencegah kehilangan dan penyalahgunaan aset.

      Sistem manajemen aset yang canggih mampu mengintegrasikan data operasional dengan data keuangan secara mulus dan akurat. Fitur otomatisasi seperti notifikasi jadwal maintenance dan kalkulasi depresiasi membantu manajemen membuat keputusan berbasis data.

      Perjalanan SMS Finance Beralih ke Manajemen Aset yang Lebih Terstruktur

      SMS Finance menerapkan asset management software untuk merapikan pencatatan aset dan memantau kondisi aset secara real-time dalam satu dashboard. Alur kerja yang terdigitalisasi mempercepat proses approval dan menekan risiko kesalahan input. Data aset juga selalu terbarui, sehingga tim dapat bekerja lebih responsif dan akurat.

      Implementasi ini juga didukung oleh sistem pengelolaan asset, sehingga pelacakan, jadwal perawatan, dan dokumen legal aset lebih mudah dikendalikan dari satu sistem. Pada akhirnya, pengawasan aset lebih terkontrol dan keputusan pengadaan lebih terukur.

      1. Pelacakan aset lintas lokasi

      Sistem membantu tim mengetahui posisi aset, siapa pemegangnya, dan status penggunaannya kapan pun dibutuhkan. Ini memudahkan audit internal dan mengurangi aset “hilang jejak” di gudang maupun lapangan.

      2. Penjadwalan maintenance otomatis

      Jadwal servis dibuat berdasarkan interval waktu atau jam pakai, lalu sistem mengirim pengingat sebelum jatuh tempo. Cara ini menekan downtime mendadak dan memperpanjang usia pakai aset.

      3. Kontrol dokumen dan kepatuhan aset

      Dokumen seperti izin, sertifikat, dan masa berlaku lisensi tersimpan terpusat dan mudah ditelusuri. Tim jadi lebih cepat menindaklanjuti dokumen yang akan kedaluwarsa dan meminimalkan risiko sanksi.

      Kesimpulan

      Asset risk management berperan dalam membantu perusahaan mengenali aset yang paling berdampak terhadap operasional serta risiko yang menyertainya. Dengan pemahaman yang lebih baik sejak awal, potensi gangguan dan biaya tak terduga dapat dikelola secara lebih terukur.

      Pengelolaan risiko aset yang sistematis juga mendorong konsistensi kinerja aset dari waktu ke waktu. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menjaga nilai aset sekaligus mengurangi ketidakpastian yang dapat memengaruhi stabilitas operasional.

      Secara keseluruhan, asset risk management menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan aset jangka panjang. Dengan pengendalian risiko yang tepat, perusahaan dapat mendukung keberlanjutan bisnis dan pengambilan keputusan yang lebih solid.

      AssetManagement

      Pertanyaan Seputar Asset Risk Management

      • Apa perbedaan manajemen aset dan risiko aset?

        Manajemen aset fokus pada optimalisasi kinerja, sedangkan manajemen risiko fokus pada identifikasi dan mitigasi ancaman terhadap aset tersebut.

      • Bagaimana cara menentukan prioritas risiko aset?

        Gunakan matriks risiko yang mengukur dua dimensi utama: probabilitas kejadian dan dampak kerugian finansial jika risiko terjadi.

      • Apa itu preventive maintenance aset?

        Tindakan perawatan aset yang dijadwalkan secara rutin untuk mencegah kerusakan mendadak dan merupakan strategi utama mitigasi risiko.

      Ana Kristiani

      Content Writer

      Ana adalah asset management specialist dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di bidang manajemen aset dan keuangan perusahaan. Fokus menulis tentang manajemen siklus hidup aset, inventarisasi dan pelacakan aset, dan integrasi sistem digital untuk monitoring aset, sehingga membantu bisnis mencapai kinerja maksimal.

      Anandia adalah seorang praktisi dengan gelar Master of Business Administration dari Universitas Bina Nusantara, serta memiliki kemampuan kuat dalam strategi bisnis dan manajemen pemasaran. Pengalaman lebih dari lima tahun di bidang marketing telah membentuk keahliannya dalam pengembangan strategi pemasaran, analisis pasar, dan pengelolaan tim lintas wilayah. Perjalanan karirnya di industri teknologi dan software enterprise memperkuat kemampuannya dalam memahami kebutuhan pelanggan B2B, mengelola kampanye pemasaran digital, serta mengoptimalkan performa tim untuk mencapai target pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      TINGGALKAN KOMENTAR

      Silakan masukkan komentar anda!
      Silakan masukkan nama Anda di sini

      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya