6 Tren Industri Manufaktur Terbaru

Syifa Fadiyah
Tren Teknologi Manufaktur

Meskipun aplikasi dan perangkat pintar memiliki dampak dalam tren industri manufaktur, beberapa tren lainnya di industri ini secara signifikan mendefiniskan kembali standar manufaktur.

Tren berkepanjangan kini kian menggantikan praktik manufaktur tradisional. Industrial Internet of Things (IIoT) pun semaking merambah dan menjadi semakin tidak mungkin untuk dihindari. Mau tidak mau IIoT harus diaplikasikan.

Agar bisnis yang Anda miliki berhasil, Anda harus mengaplikasikan prinsip-prinsip operasi manufaktur di bawah ini dan pertimbangkan tren mana saja yang mempengaruhi target pasar Anda.

Green manufacturing akan menggantikan metodologi yang ada

Green manufacture adalah pembaruan proses dan kebijakan produksi yang mengutamakan operasi manufaktur ramah lingkungan.

Pada dasarnya, green manufacture menggunakan lebih sedikit sumber daya alam, mengurangi polusi dan limbah, mendaur ulang dan mengunakan bahan emisi dalam proses manufaktur.

Pelaku green manufacture meneliti, mengembangkan, dan memanfaatkan teknologi dan praktik-praktik yang dapat mengurangi dampak pada lingkungan.

Sebetulnya, praktik ini akan menguntungkan Anda. Mengapa? Bahan daur ulang yang dapat digunakan kembali dapat menguarangi biaya bahan produksi. Perusahaan dapat terus menghasilkan keuntungan sambil menjaga lingkungan.

Inisiatif ini juga akan mendorong pelanggan agar menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan, dan, dengan demikian, tren bisa terus dipraktikan secara konsisten.

Perusahaan akan beralih ke solusi marketing yang lebih praktis

Perkembangan teknologi dapat membawa manufaktur ke target pemasaran yang baru dan membuat produk baru pula. Namun demikian, perusahaan manufaktur masih mencari cara bagaimana strategi ini bisa efektif secara biaya.

Salah satu upayanya, mereka menggunakan sosial media dan crowdfunding untuk pemasaran sambil tetap mengembangkan prototipe produk.

Banyak perusahaan telah memiliki teknologi tersendiri dalam mencapai pasarnya, tapi crowdfunding dan sosial media menjadi alternatif baru. Komunikasi melalui kanal ini dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan wawasan dan feedback untuk prototipe baru dari konsumen dan pakar industri pada tahap penelitian dan pengembangan.

Dengan demikian, perusahaan dapat mengurangi biaya selama proses desain dan menghasilkan produk yang tepat sesuai dengan tren yang ada.

IIoT tidak bisa dihindari

Beberapa perusahaan menunda mengaplikasikan penerapan IIoT di bidang manufaktur karena alasan biaya investasi yang tidak sedikit, masalah keamanan, dan kekhawatiran lainnya.

Tetapi, di tahun ini, ketakutan tersebut merupakan ketakutan lama. Semua sistem manufaktur yang dijual sekarang pasti memiliki konektivitas dengan internet – selama ada koneksi internet.

Dengan demikian, lebih banyak perusahaan yang dapat menurunkan harga karena biaya produksi, pengiriman, perbaikan dan penggantian pun menurun.

Selain itu, sistem yang terintegrasi akan meningkatkan visibilitas, mengurangi risiko, dan memastikan akuntabilitas karyawan tetap baik. Pada akhirnya, kita semua akan mengucapkan selamat tinggal pada segala proses manual.

Kustomisasi akan menggantikan manajemen inventaris tradisional

Tren industri manufaktur selanjutnya akan berpusat di manajemen inventaris. Manajemen inventaris kini bergantung pada sistem analitik komputer untuk mengelola inventaris secara real-time.

Baca juga: Tips Kelola Stok Barang dengan Mudah

Sistem ini akan mengurangi kemungkinan hilangnya barang karena pencurian, rusak karena pengiriman, mengurangi overhead dan meningkatkan operasi.

Lebih jauh lagi, perusahaan akan dapat mengelola gudang lebih efisien dengan meminimalisir masalah overstock dan understock. Teknologi baru seperti percetakan 3D akan membuat kustomisasi kebutuhan persediaan lebih mudah.

Operasi real-time = Responsif

Pelaku manufaktur selalu memiliki masalah dengan merespon secara cepat. Kerenanya, penjualan B2B dan omnichannel kerap terhambat.

Tetapi, sistem dengan visibilitas and kecepatan produksi yang lebih baik, perusahaan dapat membuat penawaran harga dan memproduksi pesanan pelanggan jauh lebih tepat dan cepat.

Dari sisi pelanggan, harga yang tepat akan membuat presepsi terhadap perusahaan menjadi positif sehingga pemasaran lewat mulut ke mulut dapat terjadi.

Singkatnya, untuk bisa menjadi perusahaan yang responsif berarti membutuhkan data yang real-time.

KESIMPULAN

Tren manufaktur khususnya di bidang teknologi akan berubah tiap tahunnya. Tapi untuk sekarang, 6 poin di ataslah yang pengusaha manufaktur bisa kejar agar bisnis mereka semakin berkembang.

Baca juga: Apa Itu Software Manufaktur?

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

latest articles

Dapatkan Update Gratis dari Kami