7 Tips Menghemat Biaya Produksi di Pabrik Anda

Kanya Anindita
7 Tips Menghemat Biaya Produksi di Pabrik Anda

Ketika berbicara tentang penghematan biaya produksi, banyak yang mengira bahwa ini bisa dilakukan hanya dengan memangkas beberapa komponen seperti jumlah karyawan, penggunaan teknologi, desain produk, dan komponen lain yang sebetulnya membutuhkan banyak pengorbanan. Padahal, daripada melakukan cara yang mengorbankan kualitas produk dan pengalaman pelanggan, banyak cara lain yang lebih bermanfaat yang bisa dilakukan untuk menghemat biaya produksi. Di bawah ini adalah beberapa caranya. 

1. Mulai dengan Evaluasi Total

Pertama, mulai dengan ulasan menyeluruh dan realistis. Penilaian menyeluruh adalah langkah pertama yang biasanya diambil konsultan saat menangani masalah, dan sekarang ini harus menjadi langkah awal Anda juga. Dengan meluangkan waktu untuk melihat keseluruhan proses dan membuat penilaian objektif dari setiap komponen, Anda akan dapat mengetahui secara pasti apa yang Anda bisa kurangi atau ganti demi penghematan biaya produksi.

2. Prioritaskan ROI (dan juga ROX)

Setelah melakukan penilaian, penting untuk memprioritaskan hasil temuan. Seringkali, produsen selama beberapa tahun mengabaikan audit komprehensif yang mengakibatkan proses, prosedur, dan teknologi yang usang. Karenanya, penting untuk mengambil pendekatan objektif untuk membuat prioritas. Tetapi selain Return on Investment (ROI), Produsen mungkin juga ingin mempertimbangkan Return on Experience (ROX). 

Menghemat biaya juga harus menguntungkan pelanggan dan memberi mereka pengalaman yang lebih baik. Pertimbangkan untuk memindahkan dana Anda untuk berinvestasi lebih banyak di area yang dapat membantu meningkatkan pengalaman pelanggan. 

3. Kurangi Biaya Produksi dengan Teknologi

Cara yang paling efektif untuk menghemat biaya produksi di pabrik adalah dengan memanfaatkan teknologi seperti sistem ERP. Sistem ERP menyederhanakan berbagai proses kompleks dalam manufaktur, mengotomatiskan pekerjaan repetitif sehingga dapat mengurangi kebutuhan tenaga kerja yang tidak perlu. Sistem ERP juga membantu produsen mengatur anggaran, mengestimasi pendapatan serta biaya pengeluaran di masa depan, menjaga persediaan bahan baku dengan menghindari pengadaan yang berlebihan, dan masih banyak lagi. 

Baca artikel yang terkait: 10 Tips Mengurangi Downtime Perusahaan Manufaktur

4. Kurangi Konsumsi Energi

Konsumsi energi adalah yang kedua setelah tenaga kerja dalam hal biaya produksi. Untuk mengurangi biaya energi, produsen harus mulai membuat keputusan produksi berdasarkan permintaan. Dengan melakukan itu, mereka dapat menghemat biaya energi tanpa mengorbankan output atau kepuasan pelanggan. Penting juga untuk memantau proses produksi dan kondisi operasional secara real time untuk dapat mengatur berapa banyak energi yang dikeluarkan (dan meningkatkan biaya). 

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi konsumsi energi yakni:

  • Memasang lampu hemat energi
  • Mengoptimalkan kompresor udara dan memperbaiki kebocoran
  • Merombak atau mengganti sistem HVAC lama
  • Membentuk tim manajemen energi
  • Menjadwal ulang penggunaan mesin listrik bertenaga tinggi
  • Menerapkan strategi peningkatan berkelanjutan

Masing-masing cara di atas mungkin membutuhkan biaya pengeluaran, oleh karena itu penilaian harus menunjukkan apakah masing-masing cara tersebut dapat mengurangi biaya dalam jangka panjang. Mengurangi konsumsi energi juga dapat membantu pabrik Anda untuk menjadi lebih ramah lingkungan, yang mungkin dapat membantu meningkatkan pengalaman pelanggan dan mendatangkan pelanggan baru. 

5. Negosiasi dengan Vendor & Penyedia Jasa Ekspedisi

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa sistem ERP memang dapat membantu menjaga persediaan Anda dan menjauhkan Anda dari pengadaan yang berlebihan (dengan mengestimasi berapa banyak yang Anda perlukan secara akurat). Akan tetapi, soal biaya persediaan, Anda sendiri yang perlu berkomunikasi dengan vendor Anda. 

Anda dapat bernegosiasi dengan penyedia bahan baku Anda untuk mendapatkan harga diskon. Sebagai imbalan, Anda dapat menawarkan kepada mereka uang muka yang lebih besar atau membeli dalam jumlah yang lebih besar. Selain dengan vendor, Anda juga boleh mencoba bernegosiasi dengan penyedia jasa ekspedisi Anda untuk mendapatkan biaya pengiriman yang lebih rendah. Tanyakan persyaratannya pada mereka, karena di sini kuncinya adalah saling menguntungkan. 

6. Jual Barang Bongkaran Anda

Jika Anda memiliki barang bongkaran yang kemungkinan tidak Anda gunakan lagi untuk memproduksi barang baru, maka sebaiknya Anda menjualnya ke pengumpul barang bekas, bukan malah membuangnya. Anda juga bisa menjual bahan-bahan yang tidak terpakai kepada mereka. Selain membantu menghasilkan uang tambahan, ini juga merupakan langkah yang baik untuk membantu menjaga lingkungan dari limbah. 

7. Implementasikan Lean Manufacturing

Mengimplementasikan lean manufacturing berarti menghapus atau meminimalkan aktivitas kerja yang tidak bernilai dalam proses manufaktur, dari front office hingga distribusi. Ini akan membantu mengurangi biaya produksi dan meningkatkan kecepatan ke pasar, membantu produsen mewujudkan potensi penuh mereka.

Lean manufacturing juga membantu mengurangi limbah, mengoptimalkan manajemen inventaris, mempercepat lead time, mencegah produksi berlebih, dan masih banyak lagi. Pada intinya, fokus pada lean manufacturing secara berkelanjutan tidak hanya akan membantu menghemat biaya produksi, tetapi juga membawa perusahaan manufaktur Anda ke arah yang lebih baik.

Kesimpulan

Dengan menerapkan bahkan hanya beberapa dari ide penghematan biaya produksi yang diuraikan di atas, produsen dapat menjadi lebih untung. Sebelum memulai perjalanan penghematan biaya produksi, ada satu hal yang perlu diingat: walaupun objektif Anda adalah memotong biaya dan menghemat uang, penting untuk tidak mengorbankan kualitas produk atau layanan Anda. Pelanggan harus selalu tetap menjadi prioritas utama.

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles