BerandaIndustryManufacturingMenghitung Purchase Price Variance dalam Sistem Manufaktur

Menghitung Purchase Price Variance dalam Sistem Manufaktur

Strategi penetapan harga sangat berpengaruh ketika bisnis memperkenalkan produk dan bersaing di pasaran. Bagi perusahaan dan proses manufaktur, Purchase Price Variance (PPV) atau Varian Harga Beli merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan untuk mencapai kesuksesan. Formula ini membantu perusahaan melihat bagaimana perubahan harga bahan baku mempengaruhi Cost of Goods Sold  dan Gross Profit Margin. Sistem manufaktur yang terintegrasi dengan software akuntansi dapat mempermudah perhitungan data-data tersebut.

PPV  adalah varian yang terjadi karena adanya keragaman sebagai akibat dari perbedaan biaya aktual sebuah material dengan telah dianggarkan sebelumnya. PPV dapat membantu mengukur efektivitas penjualan produk karena bisnis dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang fungsi penetapan harga dan keuangan untuk menambah keuntungan.

Bagaimana indikator ini dapat membantu sistem manufaktur?

Pembelian material dapat mencapai hingga 70% dari keseluruhan biaya manufaktur perusahaan. Oleh sebab itu, penting untuk membuat anggaran terlebih dahulu dan kemudian memastikan bahwa biaya tersebut tidak melebihi pengeluaran yang telah direncanakan. Ketika ingin membuat anggaran namun tidak mengetahui harga material sebenarnya, lakukan estimasi dengan memasukkan harga standar atau rata-rata item di pasaran.

Jadi, misalnya, jika bagian purchasing membeli item seharga Rp 100,000 per unit tahun lalu dan kemudian membeli item yang sama seharga Rp 70,000 tahun ini, maka PPV perusahaan meningkat. Semakin baik harga yang dinegosiasikan maka semakin baik juga PPVnya.

Faktor yang mempengaruhi

Biaya produk diambil dari metode inventaris seperti first-in-first-out. Akibatnya, biaya aktual bervariasi dengan margin yang cukup besar dari harga pasar saat ini. Kekurangan barang material atau barang komoditas meningkatkan harga produk. Ketika permintaan di pasaran tinggi, perusahaan sering kali akan mengeluarkan biaya lebih untuk pengiriman agar bisa memperoleh bahan untuk pemasok dalam waktu singkat.

Perusahaan manufaktur mungkin akan mendapat varian harga yang menguntungkan ketika melakukan pembelian produk dalam jumlah besar, namun metode ini membawa risiko menumpuknya persediaan material. Membeli dalam jumlah kecil juga berisiko karena bisnis mungkin kehabisan persediaan. Hal ini tentu akan mengganggu proses produksi yang dapat mengakibatkan perbedaan harga yang tidak menguntungkan. Oleh karena itu, bisnis harus merencanakan dengan baik terkait penggunaan sumber daya dan data untuk mengontrol varian harga secara efektif.

Tentukan nilai dari beberapa variabel berikut

  • Harga aktual material: harga yang benar-benar dibayar, bukan yang dianggarkan atau dihitung sebelumnya
  • Harga standar: biaya yang diharapkan untuk mendapatkan satu unit produk
  • Kuantitas aktual: jumlah material yang dibeli

Menghitung PPV pada sistem manufaktur

Purchase Price Variance = (harga aktual – harga standar) x kuantitas aktual

Contoh

Misalnya, jika Anda akan membeli 100 material bahan baku untuk keperluan produksi, dan harga standar masing-masing item adalah Rp50.000. Harga sebenarnya yang Anda bayarkan ternyata adalah Rp45.000 dan Anda membeli barang tersebut sebanyak 100 pcs.

Purchase Price Variance : (45.000 – 50.000) x 100 = – 500.000

Ini artinya Anda telah menghemat dana sebesar Rp500.000 untuk pembelian tersebut.

Jika hasil perhitungan tersebut positif berarti total biaya lebih dari yang dianggarkan. Sebaliknya, ketika angka yang dihasilkan negatif, biaya material lebih kecil dari yang dianggarkan. Targetkan PPV dengan negatif karena perusahaan Anda tentunya ingin membeli material dengan harga yang lebih kecil dari yang telah diestimasi sebelumnya. Cara ini membantu untuk menjaga margin keuntungan lebih tinggi.

Lakukan perbandingan antara total biaya pembelian aktual dengan biaya yang dianggarkan, untuk mengetahui varian yang menguntungkan atau merugikan. Varian harga berperan ketika sebuah perusahaan merencanakan anggaran tahunannya untuk tahun berikutnya. Karena harga standar suatu barang ditentukan beberapa bulan sebelum benar-benar membeli barang tersebut, varian harga terjadi jika harga sebenarnya pada saat pembelian lebih tinggi atau lebih rendah dari harga standar yang ditentukan dalam tahap perencanaan anggaran tahunan perusahaan.

Memprediksi PPV

PPV adalah indikator historis yang memberitahu Anda apa yang telah terjadi di masa lalu. Dalam menyusun rencana anggaran perusahaan, dibutuhkan perhitungan yang menjangkau masa depan. Masukkan perkiraan varian harga beli, untuk mengestimasi margin laba kotor dan profitabilitas secara keseluruhan kedepannya.

Jika ingin menghitung PPV untuk material yang akan dibeli gunakan rumus:

Estimasi PPV  = (perkiraan harga  – harga standar) x perkiraan jumlah

Kesimpulan

Untuk mendapatkan PPV yang baik, perusahaan harus bernegosiasi secara baik dengan pihak vendor juga melakukan pembelian dalam jumlah besar untuk mendapatkan potongan harga. Gunakan sistem manufaktur otomatis untuk membantu efisiensi operasional perusahaan Anda.

Baca juga:

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Anatha Ginting
Anatha Ginting
A full-time Content Writer at HashMicro. Strive to develop my writing skill and knowledge in terms of business, technology, and other relevant issues.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

spot_img

Butuh Software untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan mengisi form ini dan dapatkan demo GRATIS!

Novia

Novia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Butuh Bantuan?

Hubungi tim ahli kami untuk konsultasi gratis melalui WhatsApp.
+6287888000015
×
Butuh Bantuan?