10 Kesalahan Umum dalam Bisnis E-Commerce yang Wajib Anda Hindari!

Kanya Anindita
10 Kesalahan Umum dalam Bisnis E-Commerce yang Wajib Anda Hindari! Sumber: seologist.com

Saat ini bisnis e-commerce semakin diminati oleh pemain bisnis retail dan grosir. Menjual produk secara online dinilai lebih efisien ketimbang berjualan di toko fisik, sebab pemiliknya tidak perlu membayar sewa toko dan mempekerjakan banyak karyawan. Cukup hanya dengan membeli situs web atau memanfaatkan marketplace yang tersedia, Anda sudah bisa menjual produk Anda di manapun Anda berada.

Meskipun terdengar mudah, bisnis e-commerce tidak menjamin Anda untuk meraih keuntungan yang lebih banyak daripada bisnis offline. E-commerce juga penuh tantangan dan pemiliknya pun tidak luput dari kesalahan. Berikut ini adalah sepuluh kesalahan umum dalam bisnis e-commerce yang wajib dihindari.

1. Salah Memilih Platform.

Salah satu kesalahan paling fatal yang sering dibuat ketika menjalankan bisnis e-commerce adalah memilih platform yang salah. Sebuah platform yang memiliki banyak pengguna atau sangat populer belum tentu tepat untuk bisnis jualan Anda. Sebelum memilih marketplace, sebaiknya Anda pahami terlebih dahulu kebutuhan Anda dan juga pelanggan Anda. Pelajari juga seluk beluk platform yang akan Anda pilih, misalnya jenis produk yang populer di sana. Cari tahu apakah Anda memiliki target market Anda di sana.

Agar dapat menjangkau lebih banyak calon pelanggan dan meningkatkan penjualan Anda, cobalah untuk menjual produk Anda di beberapa platform sekaligus. Menggunakan software manajemen marketplace akan sangat membantu Anda dalam mengelola bisnis online Anda. Software ini memungkinkan Anda untuk mengakses seluruh penjualan Anda, mengambil dan memproses pesanan pelanggan, mengatur stok, dan membuat daftar produk di setiap marketplace Anda.

2. Tidak menargetkan audiens yang tepat

Sudahkah Anda membidik audiens yang tepat? Anda harus benar-benar yakin pada jawaban Anda. Menargetkan audiens yang salah bisa menjauhkan Anda dari keuntungan. Inilah mengapa sangat penting untuk menentukan target audiens sebelum Anda memulai bisnis e-commerce Anda. Pahami produk Anda dan buatlah buyer persona yang mewakili kriteria pembeli ideal Anda.

3. Tidak Melayani Pelanggan dengan Baik.

Jangan sepelekan layanan pelanggan. Meskipun Anda tidak bertatapan langsung dengan pelanggan Anda, layanan pelanggan tetaplah penting. Permudah pelanggan Anda untuk menanyakan berbagai pertanyaan seputar produk Anda atau menyampaikan komplain. Sederhanakan proses pembayaran (beri berbagai opsi) dan pengembalian barang atau uang untuk pelanggan Anda.

4. Deskripsi & Gambar Produk yang Kurang Lengkap.

Pelanggan Anda tidak bisa menyentuh atau mencoba produk Anda, oleh karena itu satu-satunya cara untuk meyakinkan mereka adalah memberikan gambar dan deskripsi produk yang detail. Pasang gambar produk Anda dari berbagai sudut. Jika produk yang sama memiliki warna yang berbeda, pastikan untuk menampilkannya juga atau setidaknya menjelaskannya dalam deskripsi produk.

Deskripsi produk juga tidak kalah penting dari gambar produk Anda. Cantumkan cara penggunaan, bahan, garansi, kandungan nutrisi (jika makanan), dan informasi penting lainnya mengenai produk Anda. Deskripsi produk yang lengkap akan menghindari ekspektasi pelanggan yang tidak sesuai.

5. Proses check-out yang rumit. 

Proses check-out yang rumit akan membuat pelanggan malas melanjutkan pembayaran. Untuk menghindari hal tersebut, Anda harus dapat membuat prosesnya menjadi lebih cepat dan sederhana. Pastikan bahwa pelanggan Anda tidak perlu memasuki banyak halaman mulai dari dari pembelian hingga pembayaran. Berikan opsi “login melalui media sosial” atau “check-out sebagai tamu” agar mereka tidak perlu lagi membuat akun yang memakan waktu lama. Sediakan pula beberapa opsi pembayaran untuk mempercepat proses pembayaran mereka, misalnya melalui mobile banking atau akun virtual.

6. Kurangnya opsi pengiriman.

Salah satu hal yang sering luput dari perhatian pemilik bisnis e-commerce adalah metode pengiriman. Anda mungkin berpikir bahwa menyediakan satu opsi pengiriman saja sudah cukup. Anda cenderung memilih metode pengiriman yang paling memudahkan Anda. Tetapi, bagaimana dengan pelanggan Anda?

Anda juga harus memikirkan metode pengiriman yang disukai oleh pelanggan Anda. Pelanggan akan berpikir ulang untuk membeli produk Anda jika mereka hanya melihat satu opsi pengiriman, apalagi jika biayanya sama dengan harga produk yang akan mereka beli. Menggunakan beberapa metode pengiriman akan membantu Anda mengirim pesanan lebih cepat. Seandainya ada satu operator yang tidak aktif, maka Anda masih bisa memilih operator yang lainnya.

7. Melupakan Media Sosial.

Tidak memanfaatkan media sosial ketika Anda menjalankan bisnis online merupakan salah satu kesalahan fatal. Facebook dan Instagram bisa membantu Anda mendatangkan lebih banyak prospek yang jumlahnya mungkin lebih dari yang Anda harapkan. Jadi, pastikan e-commerce Anda selalu terhubung dengan media sosial.

8. Tampilan E-Commerce yang Tidak Mobile Friendly.

Sebagian besar calon pelanggan Anda mungkin lebih sering melakukan transaksi melalui smartphone dibandingkan melalui desktop. Melakukan pembelian melalui seluler membutuhkan waktu dan usaha yang minimal, apalagi ini bisa dilakukan di mana saja. Jadi, pastikan e-commerce Anda terlihat bagus dalam tampilan seluler. Lebih bagus lagi jika Anda bisa memungkinan pelanggan untuk memilih tampilan e-commerce Anda sesuai dengan device apapun yang mereka gunakan.

9. Menjalankan Bisnis E-Commerce Tanpa Mengoptimalkan SEO.

Bagaimana orang-orang akan menemukan e-commerce Anda? Mereka mungkin akan mencari produk yang Anda jual dengan memasukkan kata kunci spesifik di mesin pencarian seperti Google. Pada umumnya, orang-orang hanya akan memilih situs web yang muncul pada halaman pertama saja. Agar e-commerce Anda terdaftar di halaman depan, Anda perlu mengoptimalkan konten Anda supaya lebih SEO friendly.

10. Navigasi situs web yang buruk.

Jangan terlalu fokus mempercantik tampilan e-commerce Anda sehingga Anda melupakan pengalaman pengguna Anda. Navigasi yang buruk bisa menyebabkan calon pelanggan Anda kabur bahkan sebelum melihat produk Anda.

Informasi yang sulit ditemukan, ketidaktersediaan tombol, atau terlalu banyak jenis huruf dan warna akan membuat pengunjung e-commerce Anda frustrasi. Hindari hal tersebut dengan menyediakan kemudahan navigasi. Pastikan pengunjung mudah menemukan berbagai informasi yang mereka cari, pergi dari satu halaman ke halaman lainnya, dan mendapatkan opsi yang mereka butuhkan.