5 Kesalahan Umum pada Proses Pengendalian Kualitas Produk

Syifa Fadiyah
pengendalian kualitas

Karyawan inspeksi produk Anda membuat kesalahan? Jangan panik. Sebelum kesalahan ini terjadi berulang kali, ketahuilah bahwa masalah seperti ini dapat dihindari. Memang benar, proses pengendalian kualitas dan inspeksi produk seharusnya dilakukan sebaik-baiknya.

Tahapan ini berdampak besar pada kepuasan sekaligus keamanan pelanggan pada saat menggunakan produk. Nyatanya, inspektur yang paling terlatih pun bisa saja membuat kesalahan.

Artikel ini akan membahas kesalahan yang sering terjadi pada proses inspeksi produk serta pada protokol dan standar pengendalian kualitas. Tujuan mengidentifikasi masalah pada proses ini adalah agar Anda dapat memberikan transparasi dan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Image result for quality control

Tidak melatih semua orang yang terlibat

Seringkali manajemen berasumsi bahwa manajer dan supervisor sudah pasti memahami tugas mereka dan bisa dipercaya untuk melakukan pengendalian kualitas. Oleh karena itu, perusahaan cenderung memprioritaskan training kepada karyawan biasa dan menganggap pelatihan untuk manajer tidak terlalu penting.

Tindakan ini kurang tepat. Pemegang jabatan tinggi dalam hal pengendalian kualitas justru membutuhkan pelatihan yang lebih sering karena keputusan mereka berdampak besar.

Ketika anggota timnya membuat kesalahan, konsekuensi terburuknya adalah perusahaan Anda merugi. Tetapi, ketika manajer atau supervisor membuat keputusan yang tidak tepat, nama baik perusahaan Anda akan terancam.

Artikel terkait: 5 Tips Meningkatkan Produktivitas Karyawan di Perusahaan Manufaktur

Tidak memahami spesifikasi produk dan standar kualitas

Biasanya klien akan memberikan daftar spesifikasi yang akan diteruskan ke departemen yang akan melakukan inspeksi. Daftar tersebut bisa berisi ukuran, dimensi, warna, kandungan, dan parameter lain dari sebuah produk. Catatan ini juga mencakup batas toleransi kecacatan produk.

Sering kali, ketika inspektur telah memeriksa begitu banyak barang, mereka melewati detail-detail kecil atau melupakan sesuatu di daftar spesifikasi tadi. Akibatnya barang yang dihasilkan tidak memenuhi standar yang sudah ditetapkan pelanggan dan merugikan Anda dan klien Anda. Ada beberapa cara untuk menyiasati masalah ini.

  • Pastikan karyawan yang bertugas memahami semua syarat dan spesifikasi sebelum pengendalian kualitas dilakukan melalui briefing. 
  • Berlakukan rotasi tim inspeksi untuk memastikan karyawan yang bertanggung jawab tidak terlalu lelah dan teliti saat melakukan pengecekan.

Menggunakan peralatan yang tidak tepat

Ada beberapa peralatan yang biasanya pabrik gunakan untuk melakukan pengendalian kualitas. Tetapi, tim pengecekan mungkin melakukan kesalahan sebagai berikut:

  • Lupa membawa peralatan yang dibutuhkan
  • Salah membawa peralatan
  • Membawa peralatan yang tidak dikalibrasi dengan benar.

Hal-hal tersebut akan menghasilkan laporan yang tidak akurat. Misalnya, jika Anda memproduksi wastafel yang disesuaikan dengan fixture tertentu. Pada proses pengecekan, inspektur membawa alat yang tidak tepat untuk pengukuran tersebut. Tentu saja laporan yang dihasilkan tidak bisa dipercaya karena tidak memenuhi standar operasi pengecekan kualitas produk.

Untuk mengatasinya, tim inspeksi harus diberikan penjelasan khusus mengenai spesifikasi dan peralatan yang dibutuhkan untuk memastikan kualitas produk serinci mungkin.

Melibatkan Management Representative (MR) dalam pelaporan

Ada kalanya tim MR berusaha meyakinkan para inspektur bahwa masalah yang ada di laporan bukan bagian dari cacatnya produk, tidak mempengaruhi fungsi produk, sehingga tidak perlu dilaporkan. Saran seperti ini akan menjadi masalah ketika ternyata kecacatan produk tidak diantisipasi dalam daftar syarat lulus uji kualitas.

Oleh karena itu, tim pengecekan harus selalu melaporkan kecacatan produk yang tidak bisa ditoleransi oleh standar produksi. Pihak MR perlu juga mendapatkan laporan yang berisi kondisi produk dan standar yang seharusnya dipenuhi agar keberhasilan produksi tidak semata-mata berdasarkan asumsi saja.

Melakukan pengecekan secara manual

Pengendalian kualitas menjadi sangat tidak efektif jika harus dilakukan secara manual. Baik itu menggunakan kertas dan pulpen ataupun dokumen Excel. Cara ini hanya akan menghabiskan waktu Anda mensortir produk jadi di dokumen yang bertumpuk. Anda menjad terhambat untuk memastikan kualitas secara efektif.

Teknologi seperti Sistem Manufaktur dapat membantu Anda bekerja lebih cepat dan akurat. Setelah proses produksi selesai, Anda bisa langsung mencatat kondisi produk berdasarkan standar-standar yang harus dipenuhi. Dengan sistem berbasis cloud, data-data tersebut dapat diakses di mana saja dan kapan saja.

Baik tim inspeksi maupun MR dapat langsung mengunduh data-data tersebut beserta variabel tertentu untuk dijadikan laporan yang akurat.

Artikel terkait: Apa Itu Software Manufaktur?

Kesimpulan

Wajar jika inspektur yang bertanggung jawab sesekali membuat kesalahan. Karena itulah prosedur yang lengkap dan menyeluruh harus dimiliki manajemen untuk menghindari kesalahan yang berulang. Jika kelengkapan dokumen, kompetensi karyawan, dan hal-hal teknis sudah mumpuni, pengendalian kualitas bisa jauh lebih efektif dan akurat.

Baca artikel selanjutnya: Hindari 5 Kesalahan ini Dalam Perencanaan Proses Manufaktur

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles