BerandaMost ViewedAccountingMengenal Kegunaan dari Rekonsiliasi Fiskal

Mengenal Kegunaan dari Rekonsiliasi Fiskal

Setiap perusahaan wajib untuk membuat laporan keuangan. Dengan adanya laporan keuangan, maka perusahaan dapat mengetahui arus kas perusahaan serta transaksi-transaksi yang terjadi. Pembuatan laporan keuangan harus mengacu kepada standar akuntansi keuangan. Dimana standar akuntansi keuangan yang ada belum pasti sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Sehingga perusahaan perlu melakukan rekonsiliasi fiskal. Seperti apakah rekonsiliasi fiskal? Simak artikel berikut untuk mengetahui mengenai rekonsiliasi fiskal lebih lanjut.

Pengertian Rekonsiliasi Fiskal

rekonsiliasi pajak
Sumber: Rawpixel.com

Rekonsiliasi fiskal atau koreksi fiskal adalah salah satu cara untuk mencocokan beberapa perbedaan yang terdapat pada laporan keuangan komersial yang telah disusun sesuai dengan Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan dengan laporan keuangan yang telah disusun sesuai dengan penyusunan sistem fiskal. 

Para ahli dari Indonesia turut menyampaikan pendapatnya mengenai pengertian koreksi fiskal ini. Setiawan dan Musri (2006: 421) mengatakan bahwa rekonsiliasi fiskal adalah penyesuaian ketentuan menurut pembukuan secara komersial atau akuntansi yang harus disesuaikan menurut ketentuan perpajakan. Sementara itu Agoes dan Trisnawati (2007:177) mengatakan bahwa tahap ini adalah proses penyesuaian atas laba komersial yang berbeda dengan ketentuan fiskal untuk menghasilkan penghasilan neto/laba yang sesuai dengan ketentuan pajak.

Baca juga: 5 Rekomendasi Software Akuntansi di Indonesia yang Perlu Anda Pertimbangkan di Tahun 2021

Tujuan Rekonsiliasi Fiskal

Sebagai metode atau cara untuk mengetahui perbedaan yang ada pada laporan keuangan, rekonsiliasi fiskal memiliki berbagai tujuan. Berikut ini merupakan beberapa tujuannya, yaitu:

Memeriksa draf laporan keuangan

Dengan rekonsiliasi fiskal, maka suatu perusahaan dapat memeriksa kembali draf laporan keuangan yang telah dibuat sebelum nantinya diserahkan kepada Dirjen Pajak. Penting bagi perusahaan untuk memeriksa isi dari draf dengan memperhatikan transaksi, kemudian sesuaikan antara penghasilan oleh wajib pajak.

Meminimalisir terjadinya kesalahan perhitungan pajak

Perusahaan Anda tentunya tidak ingin menemui kesalahan dalam perhitungan pajak. Oleh karena itu perusahaan Anda harus melakukan koreksi fiskal. Dengan adanya kesalahan perhitungan akan menyebabkan nominal angka yang salah. Hal ini selanjutnya akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan.

Media pendukung dari draf laporan keuangan

Saat ini Dirjen Pajak memberlakukan aturan dan regulasi kepada wajib pajak untuk melakukan rekonsiliasi fiskal. Hal ini dilakukan agar wajib pajak dapat mengetahui apakah terdapat ketidaksesuaian dalam laporan keuangan yang telah dibuat. Adanya ketidaksesuaian akan mengakibatkan kesalahan hitung atas nominal pajak.

Jenis Rekonsiliasi Fiskal

Rekonsiliasi fiskal atau koreksi fiskal memiliki dua jenis yaitu beda tetap dan beda waktu. Berikut ini merupakan penjelasan dari masing-masing jenisnya:

Beda tetap

Beda tetap dapat terjadi akibat adanya perbedaan terhadap beban serta pendapatan antara pelaporan fiskal dan komersial. Adapun beda tetap dapat terbagi menjadi dua kategori, yaitu beda tetap positif dan beda tetap negatif. Beda tetap positif dapat terjadi apabila adanya laba komersial yang tidak sesuai dengan ketentuan perpajakan. Berbeda dengan beda tetap positif, beda tetap negatif terjadi ketika adanya pengeluaran sebagai beban laba komersial tidak sesuai dengan ketentuan perpajakan.

Beda waktu

Beda waktu adalah perbedaan yang bersifat sementara. Hal ini karena adanya ketidaksamaan waktu pengakuan penghasilan dan beban antara peraturan perpajakan dengan standar akuntansi keuangan. Adanya perbedaan waktu membuat terjadinya pergeseran pengakuan antara satu tahun pajak ke tahun pajak yang lainnya. 

Adapun beda waktu ini dapat terbagi menjadi dua kategori, yaitu beda waktu positif dan beda waktu negatif. Beda waktu positif dapat terjadi apabila pengakuan beban menurut SAK lebih lambat daripada pengakuan beban berdasarkan ketentuan perpajakan. Sementara itu beda waktu negatif dapat terjadi apabila pengakuan beban mengacu kepada ketentuan pajak. 

Baca juga: Kenali Pasar Oligopoli dalam Dunia Ekonomi & Bisnis

Koreksi Fiskal Positif

Koreksi fiskal positif adalah koreksi yang membuat laba fiskal bertambah atau rugi fiskal berkurang. Dengan kata lain, koreksi fiskal positif membuat laba fiskal akan menjadi lebih besar daripada laba komersial.  Terjadinya koreksi fiskal positif karena beberapa hal seperti adanya beban biaya untuk kepentingan wajib pajak, adanya dana cadangan, serta terjadinya selisih penyusutan (amortisasi komersial).

Koreksi Fiskal Negatif

Koreksi fiskal negatif adalah koreksi yang membuat laba fiskal mengalami pengurangan atau rugi fiskal mengalami penambahan. Dengan kata lain, koreksi fiskal negatif membuat laba fiskal menjadi lebih kecil daripada laba komersial. Penyebab terjadinya koreksi fiskal negatif disebabkan oleh beberapa hal seperti adanya selisih antara komersial yang ada di bawah penyusutan fiskal, adanya penghasilan yang dikenakan pajak penghasilan final, serta penghasilan tidak termasuk ke dalam objek pajak.

Baca juga: Apa itu ERP Software dan Apa Kegunaanya bagi Bisnis Anda?

Tahapan dalam Rekonsiliasi Fiskal

Berbicara mengenai tahapan rekonsiliasi fiskal, terdapat sejumlah tahapan dalam melakukan hal ini. Berikut ini merupakan tahapannya:

  1. Mengenal terlebih dahulu penyesuaian fiskal yang diperlukan.
  2. Mengidentifikasi elemen-elemen penyesuaian untuk dapat menentukan pengaruhnya kepada laba usaha kena pajak.
  3. Mengoreksi fiskal dengan melakukan koreksi fiskal positif dan negatif.
  4. Melakukan penyusunan laporan keuangan secara fiskal sebagai lampiran SPT tahunan pajak penghasilan.

Kesimpulan

Rekonsiliasi fiskal atau koreksi fiskal dapat membuat perusahaan dapat melakukan penyesuaian atas laporan keuangan sesuai dengan sistem akuntansi keuangan dan peraturan perpajakan yang berlaku. Dengan koreksi fiskal, perusahaan juga dapat memeriksa kembali draf laporan keuangan yang telah dibuat sebelum nantinya diberikan kepada Dirjen Pajak.

Di era digital ini, HashMicro sebagai penyedia Software ERP terbaik di Indonesia memberikan solusi bagi perusahaan Anda dalam mencatat transaksi yang berlangsung secara digital menggunakan Sistem Akuntansi. Dengan Sistem Akuntansi ini, Anda dapat meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi keuangan perusahaan. 

Tidak hanya itu, Anda juga dapat mengoptimalkan kegiatan operasional perusahaan dengan modul ERP pilihan dari HashMicro, mulai dari Sistem Manajemen Inventaris hingga Sistem Manajemen Dokumen. Klik disini untuk mendapatkan penawaran terbaik dan demo gratis

iinventaris Rekonsiliasi Fiskal

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Muhammad Ezra Ambiar Ganesha
A Junior Content Writer that willing to learn new thing.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Butuh Software untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan mengisi form ini dan dapatkan demo GRATIS!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA