Pengembangan suatu produk yang baik pasti melewati proses prototyping. Prototype produk adalah model awal produk yang akan perusahaan kembangkan untuk menguji kemampuannya. Setiap produk membutuhkan prototipe sebagai bahan uji keberhasilan suatu inovasi. Model ini memvalidasi konsep sebelum dikembangkan lebih lanjut.
Prototyping dapat mengefisiensikan proses pengembangan. Namun, Anda membutuhkan jenis prototipe yang tepat agar hasilnya benar. Karena itu, Anda harus memahami secara lengkap pengertian, bentuk dan contoh prototype produk.
Key Takeaways
Prototype produk merupakan versi awal produk yang tim buat untuk menguji dan mengevaluasi sebelum produksi massal.
Prototype konsep, prototype visual, prototype kerja, dan prototype pra-produksi adalah jenis utama prototype yang umum perusahaan gunakan.
Perusahaan umumnya menggunakan prototype kertas, prototype digital, dan prototype HTML.
Apa yang Dimaksud Prototype Produk?
Prototipe produk adalah suatu model awal atau versi percobaan dari produk atau sistem yang akan perusahaan kembangkan. Hal ini untuk menguji kemampuan produk atau sistem sebelum perusahaan produksi dalam skala yang lebih besar.
Dalam pengembangan produk dan desain produk, prototipe digunakan untuk memvalidasi konsep, mengidentifikasi kekurangan dan evaluasi. Selain itu, prototipe juga berguna untuk memperlihatkan kepada klien atau pelanggan potensial tentang apa yang akan mereka dapatkan (pitching).
Riset dari Product Development and Management Association (PDMA) menunjukkan bahwa produk yang melalui multiple iterations prototyping mencapai tingkat keberhasilan pasar sekitar 60%, sementara yang iterasinya sedikit sekitar 30%. Artinya, makin sering prototipe disempurnakan, makin besar peluang produk berhasil di pasar.
Jenis Prototype untuk Berbagai Kebutuhan

Prototype membantu menunjukkan keseriusan dan komitmen perusahaan dalam pengembangan produk. Dengan demikian, prototipe dapat menjadi alat dalam membantu perusahaan meraih dukungan dan investasi untuk memproduksi produk dengan sukses. Adapun jenis dari prototipe adalah:
1. Prototype konsep
Prototype produk konseptual adalah jenis prototipe yang memvisualisasikan ide awal atau konsep produk sebelum pengembangan produk dimulai. Prototipe jenis ini perusahaan buat dengan bahan-bahan yang sederhana dan tidak sepenuhnya berfungsi.
Tim pengembang biasanya membuatnya dari material sederhana seperti kardus, styrofoam, kertas, atau sketsa model fisik dasar. Tujuannya menampilkan bentuk dan gambaran umum desain produk secara cepat.
Konsep ini sering perusahaan gunakan sebagai awal dari pengembangan produk dan diikuti dengan jenis yang lebih canggih seperti functional prototype atau appearance prototype untuk memvalidasi desain dan fungsionalitas produk.
2. Prototype visual
Appearance prototype berfokus pada aspek estetika dan tampilan dari produk. Prototipe ini membantu tim pengembang untuk memvisualisasikan bagaimana produk akhir akan terlihat sertamemberikan gambaran tentang fitur desain dan estetika.
Pembuatan appearance prototype menggunakan bahan dan teknologi yang lebih canggih untuk membuat bentuk fisik dari produk. Prototipe ini sering dibuat dengan menggunakan teknologi cetak 3D dan bahan yang lebih canggih seperti plastik atau logam untuk memberikan tampilan yang lebih realistis.
Namun, appearance prototype memiliki beberapa kelemahan karena perusahaan tidak dapat mengevaluasi fungsionalitas produk secara langsung. Selain itu, biaya pembuatan prototipe jenis ini terbilang mahal.
3. Prototype kerja
Prototipe kerja atau working prototype adalah jenis prototype yang dibuat untuk menguji fungsionalitas dan kinerja produk secara langsung. Jenis ini sering perusahaan gunakan dalam tahap pengembangan produk yang lebih maju dan biasanya dibuat dengan menggunakan bahan dan teknologi yang sama dengan produk akhir.
Prototipe ini membantu tim pengembang untuk menguji fungsi dan kinerja produk secara langsung dan menemukan masalah atau kekurangan pada desain produk sebelum produk diproduksi massal.
Working prototype membutuhkan biaya yang tinggi dalam pembuatannya dan waktu yang diperlukan untuk membuat prototipe yang berfungsi penuh. Oleh karena itu, working prototype sering digunakan apabila produk hampir mencapai akhir evaluasi.
4. Prototype pra-produksi
Prototype pra produksi atau pre-production prototype adalah jenis prototype untuk memastikan bahwa produk akan perusahaan produksi secara efisien dan memenuhi spesifikasi produksi. Prototipe ini perusahaan gunakan pada tahap akhir pengembangan produk sebelum perusahaan memulai produksi massal.
Tim pengembang menggunakan bahan dan teknologi yang sama dengan produk akhir untuk membuat model fisik dari produk yang perusahaan produksi. Prototipe ini membantu tim pengembang untuk memastikan bahwa produk akan memenuhi spesifikasi produksi.
Kelemahan dari pre-prototype adalah biaya pembuatannya yang tinggi dan pembuatannya yang cukup memakan waktu. Pre-production prototype biasanya perusahaan gunakan pada tahap akhir pengembangan produk dan Anda ikuti dengan tahap produksi massal.
Peran Prototype dalam Proses Pengembangan
Peran utama dari prototipe adalah untuk memperlihatkan ide atau desain secara fisik. Dengan membuat prototipe, tim pengembang dapat memvisualisasikan dan merasakan bagaimana produk akan terlihat, bekerja, dan berinteraksi dengan pengguna secara langsung.
Selain itu, prototipe juga dapat membantu dalam proses pengujian dan evaluasi. Pengujian pada prototipe dapat membuat tim pengembang dapat mengumpulkan data dan umpan balik dari pengguna dan pemangku kepentingan lainnya sehingga dapat meningkatkan kualitas produk.
Prototipe juga dapat perusahaan gunakan untuk presentasi dan pendanaan. Sebuah prototipe yang menarik dapat membantu menarik perhatian investor dan calon pelanggan, serta memperlihatkan kemampuan tim pengembang untuk menciptakan produk yang berkualitas tinggi.
Secara keseluruhan, prototipe adalah alat yang sangat penting dalam proses pengembangan produk atau teknologi. Dengan membuat prototipe yang baik, tim pengembang dapat menghemat waktu, uang, dan sumber daya yang berharga, serta meningkatkan kesuksesan produk dalam pengembangan bisnis.
Contoh Bentuk Prototype Produk
Prototype dapat perusahaan gunakan dalam pembuatan berbagai inovasi produk. Produknya pun beragam dan sesuai dengan jenisnya. Berikut adalah contoh-contoh prototipe yang dapat Anda gunakan dalam pengembangan produk atau teknologi:
- Prototipe kertas (paper prototype): merupakan contoh desain produk yang terbuat di atas kertas. Pengembang dapat menggambar sketsa atau menggunting dan menempel elemen desain pada kertas untuk menggambarkan interaksi antara pengguna dan produk. Anda sebaiknya membuat ini pada tahap awal prototyping agar Anda memiliki desain dasar sebelum mengujinya secara digital atau dengan kode.
- Prototype digital: jenis ini menggunakan perangkat lunak atau aplikasi desain grafis. Pengembang dapat membuat interaksi dan animasi yang realistis untuk menggambarkan bagaimana produk akan berfungsi. Misalnya, menggunakan Figma atau Canva untuk membuat mockup produk.
- Prototype HTML: adalah contoh desain yang menggunakan bahasa pemrograman HTML, CSS, dan JavaScript. Dengan HTML, pengembang dapat membuat halaman web interaktif yang menunjukkan bagaimana produk akan berfungsi secara online.
Kesimpulan
Prototype adalah model awal untuk menggambarkan desain atau ide yang perusahaan kembangkan lebih lanjut. Dalam pengembangan produk atau teknologi, prototipe membantu memperjelas dan menguji konsep sebelum perusahaan melakukan investasi besar untuk produksi penuh.
Namun, saat produk masuk tahap produksi, perusahaan tetap perlu sistem yang membantu proses berjalan lebih efisien dan terkontrol. Jika Anda ingin menerapkan sistem ERP untuk mendukung operasional dan produksi, Anda bisa mulai dengan konsultasi gratis terlebih dahulu.
FAQ
Pertama, Anda harus menentukan tujuan dan batasan prototype. Kemudian, buatlah desain produknya. Dari situ, Anda dapat membuat prototipe yang sesuai dengan tujuan proses ini. Misalnya, prototipe interaktif untuk menguji fungsionalitas konsep. Lalu, uji dan tingkatkan produk berdasarkan umpan balik tester.
Tujuan prototype produk adalah untuk menguji dan mengevaluasi produk atau teknologi. Model ini memvisualisasikan konsep sehingga memudahkan identifikasi masalah desain dan fungsionalitas. Prototipe juga mengukur kegunaan dan kelayakan produk secara nyata.
Prototipe adalah versi awal suatu produk, yang dikembangkan setelah proses brainstorming. Tim pengembang membuat ini untuk menguji desain dan mengidentifikasi kekurangan. Sebaliknya, produk jadi adalah versi akhir yang dapat dibeli dan digunakan oleh pelanggan. Ini adalah hasil dari proses pengembangan produk.
Produk harus memiliki prototype untuk mengefisiensikan proses pengembangannya. Feedback menunjukkan bagian mana yang perlu perbaikan. Prototyping juga memberi tim Anda kesempatan untuk mengubah atau meningkatkan produk sebelum launching, sehingga mengurangi risiko rework yang mahal. Jadi, bisnis Anda dapat menghemat waktu dan anggaran perusahaan.












