5 Tren Manufaktur di Tahun 2019 yang Wajib Diketahui

Kanya Anindita
5 Tren Manufaktur di Tahun 2019 yang Wajib Diketahui 5 Tren Manufaktur di Tahun 2019 yang Wajib Diketahui

Tahun 2019 merupakan tahun yang cemerlang bagi pengusaha manufaktur di Indonesia. Prospek industri manufaktur pada tahun ini diproyeksikan naik hingga 5,4%. Ini tentunya dapat dicapai apabila produsen dalam negeri dapat meningkatkan produksi mereka.

Salah satu strategi yang dapat dilakukan produsen nasional untuk mengoptimalkan produksi mereka adalah dengan mengikuti berbagai perubahan dan perkembangan tren dalam industri manufaktur, sehingga mereka dapat bersaing dengan produsen-produsen dalam negeri

Berikut ini adalah lima tren manufaktur yang diperkirakan akan mengambil alih industri ini pada tahun ini.

1. Mobile ERP

Penerapan aplikasi mobile ERP di seluruh lokasi pabrik manufaktur akan semakin meningkat di tahun 2019. Peningkatan ini diperkuat oleh kemajuan dalam hal integrasi, kegunaan, dan pertumbuhan jaringan seluler berkecepatan tinggi.

Produsen melihat mobile ERP sebagai teknologi yang menyediakan akurasi data yang lebih besar, mengoptimalkan efisiensi operasional, dan mengurangi penundaan produksi. Melalui mobile ERP, produsen dapat lebih mudah mengakses laporan penjualan, melacak persediaan bahan baku dan barang jadi, menjadwalkan pemeliharaan aset, memonitor pengiriman barang ke pelanggan, dan masih banyak lagi.

Selain itu, mobile ERP berbasis cloud juga dianggap sebagai opsi perangkat lunak yang lebih murah dan mudah diimplementasikan bila dibandingkan dengan on-premise ERP. Maka diperkirakan akan semakin banyak perusahaan manufaktur berskala kecil dan medium yang akan mengimplementasikan perangkat lunak ini di tahun 2019.

2. 3D Printing

3D printing sejauh ini dinilai efektif dalam membuat rapid prototyping dan penggunaannya diperkirakan akan terus meningkat di tahun ini. Dalam manufaktur sendiri, teknologi ini juga dapat membantu meningkatkan efisiensi departemen penelitian dan pengembangan (research and development).

Departemen penelitian dan pengembangan membutuhkan prototipe. Biasanya, prototipe dibuat dengan menggunakan tangan atau alat cetakan, yang tentunya membutuhkan waktu pengerjaan yang lama. Tetapi dengan 3D printing, prototipe dapat dibuat dalam waktu yang lebih cepat dan dengan biaya yang lebih sedikit.

3. Blockchain

Istilah blockchain belum banyak dikenal di luar lingkup cryptocurrency hingga tahun 2017 – 2018, akan tetapi teknologi ini diperkirakan akan mengambil alih sektor manufaktur dengan cepat pada tahun ini. Menurut majalah Manufacturing Global, teknologi yang awalnya dirancang untuk Bitcoin ini akan secara langsung berdampak pada kecepatan, keamanan, dan efektivitas biaya operasional keuangan di sektor manufaktur.

Dalam satu sistem distributed ledger, teknologi blockchain dapat memengaruhi berbagai area manajemen, pelacakan, dan pelaporan transaksi dalam rantai pasokan. Dengan tampilan riwayat aktivitas yang lebih transparan, produsen akan dapat melihat setiap bagian dalam rantai pasokan secara real time dan mengidentifikasi masalah sebelum meluas.

Baca juga artikel terkait: Daftar 5 Software Manufaktur Terbaik di Indonesia

4. AI & Machine Learning

Di tahun ini, diperkirakan akan ada kebutuhan yang lebih besar bagi produsen untuk melibatkan AI dan machine learning dalam operasional mereka. Kombinasi dari kedua teknologi ini memiliki kemampuan untuk mengelola volume data, menghasilkan data yang lebih mudah dibaca, dan menawarkan solusi yang dapat meningkatkan daya tanggap produsen, meningkatkan efisiensi, dan membantu mengidentifikasi peluang bisnis baru.

5. IoT yang Lebih Canggih

Penggunaan IoT (Internet of Things) di lantai toko dan lantai produksi akan semakin merajalela di tahun ini. Tahun ini akan ada mesin-mesin yang sistem operasinya memiliki antarmuka grafis yang dapat dikonfigurasi ke panel kontrol dan perangkat seluler.

Saat ini para penyedia teknologi IoT sedang gencar menyiapkan produk generasi terbaru mereka untuk memenuhi kebutuhan produsen yang semakin meningkat. Kini dengan kemunculan 5G yang dapat memberikan peningkatan besar dalam kecepatan pengunduhan dan pengurangan delay, produsen juga dapat memanfaatkan IoT dengan lebih optimal.

Bagaimana Caranya Beradaptasi dengan Tren Manufaktur Terbaru?

Setiap tahun, selalu ada tren terbaru dalam industri manufaktur yang mungkin membuat banyak produsen panik dan bingung. Jika Anda memutuskan untuk tidak mengikuti tren, maka Anda bisa tertinggal dari kompetitor dan akan lebih sulit memenangkan hati pelanggan baru. Akan tetapi, mengaplikasikan tren manufaktur tanpa pertimbangan juga bukan langkah yang bijak.

Ketika Anda berpikir untuk berinvestasi pada teknologi terbaru, Anda juga harus memikirkan apa yang terbaik untuk bisnis Anda. Identifikasi tantangan yang hingga saat ini masih dihadapi bisnis Anda dan ketahui kebutuhan bisnis Anda yang paling mendesak. Pastikan juga Anda memiliki cukup modal untuk investasi dan kondisi keuangan bisnis Anda sudah stabil.

Penggunaan peralatan canggih seperti robot bisa membantu Anda dalam mempercepat proses produksi, tetapi sebaiknya diimbangi juga dengan perangkat lunak yang memadai. Jika saat ini Anda sama sekali belum menggunakan otomasi dalam operasional manufaktur Anda, maka implementasi sistem ERP adalah langkah yang paling tepat untuk memulainya.

Dengan sistem ERP, produsen dapat mengintegrasikan seluruh aspek dalam proses bisnis mereka, mulai dari rantai pasokan, produksi, keuangan, SDM, hingga pelanggan. Sistem ERP berbasis cloud memungkinkan produsen untuk mengotomatiskan operasional mereka di beberapa lokasi pabrik dari mana saja dan kapan saja. Dan dengan menggunakannya bersamaan dengan IoT atau teknologi terbaru lainnya, produsen tentu akan mendapatkan visibilitas dan kontrol yang lebih besar dalam bisnis mereka.

Dapatkan Free ERP
Hosting Server &
Maintenance
Selama 1 tahun,
GRATIS!    Learn More »

You may like