Meningkatkan Kapasitas Produksi dalam 5 Langkah Mudah

Syifa Fadiyah
meningkatkan kapasitas produksi di manufaktur

Meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi adalah fokus utama dari banyak perusahaan manufaktur. Hal yang seringkali menjadi permasalahan adalah ketika produksi harus ditingkatkan tapi penambahan karyawan atau pembelian mesin baru tidak memungkinkan. 

Untungnya, di era industri 4.0 hal tersebut dapat diwujudkan. Ada banyak teknologi yang dapat membantu meningkatkan produktivitas dan pengembangan bisnis dengan mudah. Dengan Software ERP Manufaktur, misalnya, manajemen front-end dan back-end terintegrasi dan termonitor dengan baik. Dengan demikian, proses produksi bisa efektif dan memungkinkan Anda meningkatkan kapasitasnya. 

Berikut adalah 5 cara meningkatkan kapasitas produksi dengan bantuan teknologi cloud.

Mengevaluasi proses produksi yang sudah ada

Strategi ini bisa dilakukan jika Anda menginginkan produksi lebih dalam jangka panjang. Melakukan pemantauan di berbagai macam area di bisnis dapat membantu Anda mengetahui apa saja yang bisa dioptimalkan. 

Anda bisa bertanya langsung kepada karyawan Anda bagaimana mereka memandang proses produksi yang mereka kerjakan. Biasanya saran dari mereka berguna dan tepat sasaran. Selain itu, melalui sistem manufaktur, Anda bisa melihat apa saja yang mengonsumsi banyak waktu dan sumber daya. Lalu lihat kemungkinan apakah ada tahapan yang bisa diefektifkan.

Mengurangi downtime mesin

Banyak perusahaan mengumpulkan dan mengelola data secara manual. Jika Anda masih menggunakan metode itu, Anda akan kesulitan mencari tahu apa yang sering menyebabkan mesin mengalami downtime.

Dengan sistem ERP yang terintegrasi dengan mesin-mesin, Anda dapat memonitor operasi mesin secara real-time dan mengetahui kapan mesin mengalami downtime. Akses data yang cepat memungkinkan Anda menganalisis masalah yang ada dan memperbaikinya secepat mungkin.

Mesin yang berfungsi dengan baik tentunya bisa meningkatkan produksi secara maksimal.

Mengidentifikasi hambatan yang ada

Poin ini berkaitan dengan poin di atas. Dengan memantau mesin secara real-time, Anda bisa mendapatkan data akurat mengenai proses produksi dan melihat hambatan apa saja yang terjadi di tahapan ini secara persis. 

Jika Anda telah menemukan hal-hal yang menghambat performa mesin baik yang disebabkan masalah teknis atau human-error, tindak lanjutnya dapat dilakukan sesegera mungkin. Cara ini juga mencegah masalah berulang di saat Anda harus meningkatkan kapasitas produksi.

Anda harus proaktif mengidentifikasi masalah dalam proses produksi. Inspeksi rutin dapat mendorong efisiensi dan produktivitas produksi pabrik Anda.

Melibatkan peran karyawan

Salah satu metode yang paling jelas dan paling sering digunakan dalam menanggapi permintaan yang melonjak adalah dengan meminta karyawan bekerja lembur. Cara ini bisa dibilang sebagai jalan pintas untuk meningkatkan kapasitas produksi karena mudah dilakukan.

Tapi, Anda perlu ingat cara ini tidak layak digunakan sebagai strategi jangka panjang. Kerja lembur yang terus-menerus bisa membuat karyawan Anda tertekan dan kelelahan. Hal ini bisa berakibat pada produktivitas yang menurun dan menyebabkan produksi tidak maksimal.

Artikel terkait: 5 Tips Meningkatkan Produktivitas Karyawan di Perusahaan Manufaktur

Mengevaluasi efektivitas supplier

Seringkali masalah yang membuat Anda tidak bisa meningkatkan kapasitas produksi ada pada manajemen pembelian. Masalah pertama bisa datang dari vendor Anda secara langsung. Jika Anda sering mengalami keterlambatan, kesalahan, bahkan kerusakan pada barang yang dikirim berulang kali, sebaiknya Anda mencari supplier lain yang bisa memenuhi kebutuhan bisnis Anda. 

Masalah kedua bisa datang dari manajemen pabrik Anda. Menggunakan cara manual bisa memperlambat pengadaan barang. Bisa jadi hambatan tersebut ada pada proses persetujuan yang lama atau tidak menukar barang yang salah atau rusak dengan cepat.

Otomatiskan proses tersebut dengan Sistem Manajemen Pembelian. Proses persetujuan dapat dilakukan kapanpun dan di manapun dalam satu platform. Selain itu terdapat fitur yang dapat mempercepat proses penerimaan barang dan komunikasi dengan vendor. Anda juga bisa mengelola backorder atau pengembalian barang dengan mudah. 

Simpulan

Meningkatkan kapasitas produksi tanpa menambah karyawan ataupun mesin sangat mungkin bisa dilaksanakan. Anda hanya perlu memantau seluruh operasi bisnis Anda secara real-time untuk mengoptimalkan proses produksi dan manajemen supplier, baik secara teknis maupun SDM-nya. Implementasi Sistem ERP Manufaktur memudahkan Anda dalam mengaplikasikan strategi ini.

Tetapi untuk jangka panjang, sebaiknya Anda mulai mengalokasikan dana untuk investasi pada mesin, memperluas pabrik Anda, dan menambahkan karyawan Anda. 

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles