CNBC Awards

Mengenal Cost of Product dan Cara Mudah Menghitungnya

Diterbitkan:

Product cost adalah total biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk, termasuk bahan baku, tenaga kerja, dan overhead. Biaya ini dihitung untuk menentukan harga jual dan menganalisis efisiensi produksi.

Cost of product adalah faktor yang sangat penting dalam melancarkan dan mengefektifkan proses produksi barang atau layanan lainnya. Nama lain dari cost of product adalah biaya produksi yang perhitungannya memiliki manfaat besar untuk mengetahui nilai setiap produk. 

Perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur memerlukan pertimbangan yang matang dalam menghitung biaya produksi. Saat ini, penerapan Software Manufaktur HashMicro menjadi solusi yang dapat mengotomatiskan pencatatan dan penggunaan biaya produksi yang dapat diakses dengan mudah dan real time. Sesuaikan anggaran perusahaan Anda dengan perhitungan skema harga berikut. 

Key Takeaways

  • Cost of product atau biaya produksi adalah biaya yang perusahaan keluarkan selama proses manufaktur atau mengolah barang dengan tujuan menghasilkan produk siap pasar.
  • Unsur biaya produksi ada biaya langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead.
  • Menghitung biaya produksi dapat dilakukan dengan menggunakan software yang 1.750+ pengusaha sukses Asia Tenggara pakai untuk mencegah kerugian akibat human error, dll. Cobalah software tersebut di sini.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Apa Itu Cost of Product?

      Cost of product adalah total biaya yang dikeluarkan perusahaan manufaktur untuk mengolah bahan baku hingga menjadi produk siap jual. Biaya ini menjadi dasar penentuan harga jual sekaligus alat kontrol efisiensi proses produksi.

      Secara umum, biaya produksi mencakup tiga komponen utama, yaitu bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik. Seluruh komponen tersebut harus direncanakan secara cermat dalam anggaran produksi agaR biaya tetap terkendali.

      Cost of product berbeda dengan biaya operasional yang digunakan untuk mendukung aktivitas manajerial dan administratif perusahaan. Jika biaya operasional berfokus pada keberlangsungan bisnis, biaya produksi berperan langsung dalam menciptakan nilai pada barang yang dijual. 

      Baca Juga: Manfaat Sistem Produksi untuk Perkembangan Perusahaan Manfaktur

      Unsur-Unsur Cost of Product

      Dalam manufaktur, biaya produk umumnya terbagi menjadi tiga kelompok utama.

      1. Biaya bahan baku langsung (Direct Material)

      Biaya bahan baku adalah seluruh pengeluaran untuk memperoleh material utama yang akan menjadi bagian dari produk jadi. Sumbernya bisa dari pembelian lokal, impor, atau material hasil proses internal (misalnya material yang perlu dipotong/diolah dulu sebelum dipakai produksi).

      Yang sering membuat biaya bahan baku melonjak adalah biaya yang membuat bahan siap dipakai produksi, misalnya:

      • harga beli material sesuai invoice
      • ongkos angkut & handling (bongkar-muat, forklift, packing)
      • biaya gudang terkait penerimaan dan penyimpanan material
      • pajak/PPN sesuai ketentuan dan dokumen pembelian

      2. Biaya tenaga kerja langsung (Direct Labour)

      Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya untuk pekerja yang kontribusinya bisa ditelusuri langsung ke aktivitas produksi. Contohnya operator mesin, assembler, atau bagian finishing yang jam kerjanya memang melekat pada proses pembuatan barang.

      Komponen yang umumnya masuk direct labour bukan hanya gaji pokok, tetapi juga biaya kompensasi yang terkait langsung dengan pekerja produksi, seperti:

      • gaji dan upah lembur
      • tunjangan produksi/shift
      • komponen jaminan/asuransi tertentu (sesuai kebijakan perusahaan)

      3. Biaya overhead pabrik (Manufacturing Overhead)

      Overhead pabrik adalah biaya produksi selain bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung. Biaya ini tetap perlu dialokasikan ke produk agar biaya produk realistis.

      Overhead sering jadi sumber selisih terbesar karena sifatnya tidak selalu bisa ditelusuri per unit secara langsung.

      Contoh overhead pabrik yang umum:

      • listrik, air, dan utilitas pabrik
      • pemeliharaan & perbaikan mesin
      • depresiasi mesin/peralatan
      • sewa pabrik dan biaya fasilitas produksi
      • gaji tenaga kerja tidak langsung (QC, maintenance, supervisor produksi tertentu)
      • bahan penolong produksi (pelumas, consumables, alat bantu kecil)

      Baca juga: Sistem Manufaktur: Cara Memilih dan Manfaatnya Bagi Perusahaan Anda

      Bagaimana Cara Menghitung Cost of Product?

      Perhitungan cost of product berfungsi sebagai acuan untuk mengetahui nilai dari harga pokok produksi. Cara menghitungnya adalah dengan beberapa tahapan berikut:

      1. Menentukan biaya tetap
      2. Menentukan pengeluaran biaya variabel
      3. Anda jumlah biaya tetap dan biaya variabel, lalu bagi hasilnya dengan total biaya dan jumlah hasil barang. Hasilnya akan menjadi biaya rata-rata per unit

      Berikut adalah rumus yang Anda perlukan untuk menghitung besaran biaya produksi:

      1. Menghitung bahan baku

      Saldo awal bahan baku + biaya pembelian bahan baku – saldo akhir bahan baku

      2. Menghitung biaya produksi

      Material yang Anda gunakan + biaya pegawai langsung + biaya overhead produksi

      3. Menentukan harga pokok produksi

      Total seluruh biaya produksi + saldo awal persediaan barang proses produksi – saldo akhir persedian barang proses produksi

      4. Menghitung harga pokok penjualan (HPP)

      Harga pokok produksi + jumlah persediaan barang awal – jumlah persediaan barang akhir, yang bisa dilakukan manual ataupun menggunakan sistem manufaktur terintegrasi dengan sistem akuntansi.

      Contoh dari Cost of Product

      software akuntansi pertanian terbaik

      Seperti telah dijelaskan sebelumnya, biaya produksi adalah seluruh biaya yang dikeluarkan selama proses pengolahan produk pada perusahaan manufaktur hingga siap dipasarkan.

      Berikut contoh perhitungan biaya produksi pada industri makanan kaleng dengan output sarden kaleng.

      Dalam satu bulan, perusahaan memproduksi 5.000 pack sarden dengan rincian biaya sebagai berikut:

      • Pembelian bahan baku: Rp 25.000.000
      • Tenaga kerja langsung: Rp 7.000.000
      • Sewa pabrik: Rp 3.000.000
      • Total biaya produksi: Rp 35.000.000

      Selanjutnya, biaya produksi per unit dihitung dengan membagi total biaya produksi dengan jumlah produk:

      Rp 35.000.000 ÷ 5.000 = Rp 7.000 per unit

      Setelah biaya produksi per unit diketahui, perusahaan dapat menetapkan harga jual dengan menambahkan persentase keuntungan (margin).

      Misalnya, perusahaan menetapkan keuntungan sebesar 40% dari biaya produksi per unit, maka:

      • Harga jual per unit = Rp 7.000 + (40% × Rp 7.000)
      • Harga jual per unit = Rp 7.000 + Rp 2.800 = Rp 9.800

      Menghitung Cost of Product Lebih Mudah dengan Software Manufaktur

      Software Manufaktur HashMicro hadir sebagai solusi terintegrasi untuk membantu perusahaan mengelola seluruh proses produksi secara lebih terkontrol. Sistem ini memungkinkan perhitungan biaya produksi otomatis, pencatatan pemakaian bahan baku yang akurat, serta analisis HPP per produk atau batch secara real-time.

      Dengan dukungan fitur seperti Bill of Materials (BOM), production planning, monitoring biaya produksi, dan laporan profitabilitas, perusahaan dapat mengambil keputusan harga jual dengan lebih tepat.

       

      Fitur utama Software Manufaktur HashMicro meliputi:

      • Bill of Materials (BOM): Membantu mencatat dan mengontrol seluruh komponen bahan baku serta biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu produk secara akurat.
      • Production Planning & Scheduling: Memungkinkan perusahaan menyusun jadwal produksi berdasarkan kapasitas, permintaan, dan ketersediaan bahan agar proses berjalan lebih efisien.
      • Monitoring Biaya Produksi Real-Time: Mencatat biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead secara otomatis selama proses produksi berlangsung.
      • Work Order Management: Mengelola perintah kerja produksi secara terstruktur, mulai dari status pengerjaan hingga penggunaan sumber daya di setiap tahap.
      • Inventory & Raw Material Control: Memastikan ketersediaan bahan baku selalu terpantau dan terhubung langsung dengan aktivitas produksi untuk mencegah kekurangan stok.
      • Laporan HPP & Profitabilitas Produk: Menyajikan laporan biaya produksi per unit atau per batch secara real-time untuk membantu penetapan harga jual yang lebih tepat.

      Kesimpulan

      Cost of product atau biaya produksi adalah biaya yang suatu perusahaan keluarkan selama proses manufaktur atau pengelolaan dengan tujuan menghasilkan produk yang siap dipasarkan. 

      Perhitungan biaya produksi dapat perusahaan otomatiskan dengan Software Manufaktur yang akan meminimalkan kesalahan dan mengoptimalkan biaya yang harus perusahaan keluarkan.

      Dapatkan informasi lebih lanjut dengan mendaftarkan perusahaan Anda untuk mengikuti demo gratis dan perhitungkan skema harga berikut.

      HashManufacturingAutomation

      Pertanyaan Seputar Cost of Product

      • Apa Itu Cost of Product?

        Cost of product atau biaya produksi adalah biaya yang suatu perusahaan keluarkan selama proses manufaktur atau pengelolaan dengan tujuan menghasilkan produk yang siap dipasarkan. Perhitungan biaya produksi mulai dari awal pengolahan hingga barang jadi atau setengah jadi.

      • Bagaimana Cara Menghitung Cost of Product?

        Menentukan biaya tetap, Menentukan pengeluaran biaya variabel, dan Menjumlahkan biaya tetap dan biaya variabel, lalu hasilnya dibagi dengan total biaya dan jumlah barang yang dihasilkan. Hasilnya akan menjadi biaya rata-rata per unit

      Jessica Wijaya

      Senior Content Writer

      Selama lebih dari 5 tahun sebagai Senior Content Writer, Jessica telah menulis topik yang mengulas tentang bidang inventory dan warehouse management. Keahliannya mencakup penulisan artikel manajemen stok dan persediaan, perencanaan kebutuhan, multi-warehouse management, dan integrasi sistem digital untuk pengelolaan barang.

      Anandia adalah seorang praktisi dengan gelar Master of Business Administration dari Universitas Bina Nusantara, serta memiliki kemampuan kuat dalam strategi bisnis dan manajemen pemasaran. Pengalaman lebih dari lima tahun di bidang marketing telah membentuk keahliannya dalam pengembangan strategi pemasaran, analisis pasar, dan pengelolaan tim lintas wilayah. Perjalanan karirnya di industri teknologi dan software enterprise memperkuat kemampuannya dalam memahami kebutuhan pelanggan B2B, mengelola kampanye pemasaran digital, serta mengoptimalkan performa tim untuk mencapai target pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya