5 Strategi Asset Management bagi Bisnis Konstruksi

Kanya Anindita
5 Strategi Asset Management bagi Bisnis Konstruksi

Asset management merupakan aspek krusial dalam bisnis konstruksi, karena bisnis ini melibatkan berbagai aset seperti truk, peralatan berat, mesin, dan lainnya untuk membangun infrastruktur atau gedung. Penanganan aset yang buruk dapat menyebabkan kerugian yang besar bagi bisnis konstruksi, sehingga diperlukan metode-metode khusus untuk menjadikannya optimal. Berikut ini adalah lima strategi manajemen aset yang dapat Anda implementasikan pada bisnis konstruksi Anda.

1. Pilih Tim Aset Manajemen yang Andal & Profesional

Sebagai pengusaha konstruksi, tentu sangat sulit bagi Anda untuk memonitor dan mengelola setiap aspek bisnis Anda seorang diri. Anda tentunya memerlukan bantuan tim di setiap departemen, terutama departemen aset yang memerlukan penanganan khusus. Jadi, Anda perlu mencari orang-orang yang andal dan profesional yang sangat paham mengenai pengelolaan aset.

Untuk bisnis konstruksi berskala kecil, satu atau dua orang saja mungkin sudah cukup untuk bertanggung jawab terhadap aset. Sementara untuk bisnis konstruksi berskala besar, maka diperlukan tim aset manajemen untuk mengelola mesin, peralatan, dan kendaraan yang digunakan untuk operasional. Pastikan bahwa mereka familiar dengan sistem manajemen aset yang perusahaan Anda gunakan.

2. Ketahui Masa Hidup Setiap Aset Anda

Dengan memahami masa hidup aset Anda dengan baik, maka Anda akan dapat memperkirakan kapan Anda harus mengganti aset lama Anda dengan yang baru. Anda tidak perlu menunggu hingga mesin, peralatan, atau kendaraan Anda rusak, karena Anda dapat mengetahui sampai kapan mereka dapat dipergunakan.

Mengetahui masa hidup aset juga dapat membantu Anda melakukan pembelian dengan lebih bijak. Misalnya, ketika Anda akan membeli peralatan berat, maka Anda dapat memilih peralatan berat yang lebih awet supaya dapat dipakai lebih lama.

Penting juga untuk menghitung depresiasi atau penyusutan aset Anda secara berkala. Ketahui nilai aset tetap Anda secara pasti agar Anda dapat memahami nilai total keseluruhan bisnis Anda, membayar pajak dengan tepat, dan menghindari penggunaan aset terlalu lama.

3. Ketahui Profitabilitas dari Setiap Aset Anda

Anda juga perlu mengetahui tingkat profitabilitas yang Anda hasilkan dari penggunaan aset Anda. Ini akan membantu Anda mengetahui aset mana yang menghasilkan laba dan aset mana yang justru tidak terlalu menguntungkan bagi bisnis Anda.

Misalnya, Anda ternyata mengeluarkan modal dan biaya perawatan yang besar untuk sebuah truk, akan tetapi truk tersebut tidak beroperasi dengan baik. Ini artinya truk Anda tidak memberikan profitabilitas bagi bisnis Anda, sehingga Anda mungkin dapat menjualnya dan menggantinya dengan truk yang dapat bekerja dengan lebih baik. Profitabilitas dapat dengan mudah diukur dengan menggunakan asset management software.

4. Evaluasi Kondisi Aset Anda Tiga Bulan Sekali

Pastikan tim manajemen aset Anda melakukan evaluasi kondisi aset setidaknya setiap tiga bulan sekali. Ini akan membantu tim Anda mengidentifikasi isu-isu yang ada pada aset Anda lebih dini dan menghindari berbagai kerusakan dengan melakukan pemeliharaan berkala.

Dengan asset management software, pengecekan, perawatan, dan perbaikan dapat dijadwalkan secara otomatis sehingga berbagai masalah dapat terdeteksi dan kerusakan dapat dicegah lebih awal. Ini tentunya akan membantu memperpanjang masa hidup aset Anda.

Baca juga artikel terkait: Aktiva Tetap: Definisi & Cara Menghitung Penyusutannya

5. Gunakan Asset Management Software yang Tepat

Hampir setiap perusahaan konstruksi sukses saat ini telah menggunakan software untuk mengelola aset mereka. Akan tetapi, memilih asset management software secara asal-asalan tanpa menganalisis kebutuhan bisnis Anda adalah tindakan yang gegabah. Jadi, pastikan bahwa Anda benar-benar memahami apa yang bisnis Anda butuhkan terlebih dahulu.

Setelah merangkum kebutuhan bisnis Anda, pastikan bahwa sistem manajemen aset yang Anda pilih dapat memenuhi kebutuhan unik Anda tersebut. Asset Management Software EQUIP merupakan perangkat lunak yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap bisnis, termasuk bisnis konstruksi. Sistem ini membantu mengotomatiskan penghitungan depresiasi, analisis profitabilitas, dan penjadwalan pengecekan, perawatan, dan perbaikan aset.

Dengan Asset Management Software EQUIP, Anda bahkan dapat mencatat penggunaan bahan bakar dan jarak tempuh kendaraan perusahaan Anda. Ini akan memudahkan Anda memahami kondisi kendaraan sekaligus mengetahui rasio profitabilitasnya. Sistem ini juga dapat diintegrasikan dengan sistem akuntansi untuk pembukuan yang lebih akurat.

 

Dapatkan Free ERP
Hosting Server &
Maintenance
Selama 1 tahun,
GRATIS!    Learn More »

You may like

Dapatkan Update Gratis dari Kami

×