Tips Manajemen Risiko di Industri Konstruksi

Syifa Fadiyah
manajemen risiko

Manajemen risiko konstruksi adalah tindakan mengidentifikasi masalah-masalah yang mungkin terjadi sebelum proyek dimulai dan menentukan langkah-langkah untuk mencegah masalah tersebut terjadi.

Selain masalah keselamatan, manajemen risiko berfungsi untuk mencegah potensi adanya masalah keuangan, penjadwalan yang tertunda, masalah manajemen, kontrak, dan masalah lainnya.

Secara garis besar, proyek konstruksi membutuhkan logistik dan datanya yang detil – mulai dari alat berat sampai pelatihan karyawan. Sedikit saja ada kesalahan administrasi dapat menghambat proyek konstruksi.

Berikut adalah tips-tips untuk mitigasi risiko yang baik dalam industri konstruksi:

Waspadai risiko sebelum menangani sebuah proyek

Langkah pertama yang harus diambil perusahaan sebelum menangani sebuah proyek adalah mengidentifikasi faktor risiko yang mungkin ada. Tanpa adanya identifikasi risiko, perencanaan penanganannya tidak akan bisa dibuat.

Prioritaskan risiko

Meskipun semua risiko harus ditangani dengan baik, pihak manajemen harus mengalokasikan sumber daya mereka secara tepat untuk mengurangi risiko yang paling membahayakan proyek. Untuk melakukannya, prioritas risiko dibagi menjadi dua. Pertama berdasarkan kemungkinan terjadinya dan kedua, berdasarkan dampaknya terhadap proyek.

Setelah risiko diidentifikasi dan diprioritaskan, antisipasi dua risiko tersebut dengan software manajemen proyek.  Melalui software tersebut, Anda dapat mengidentifikasi risiko kerja dan risiko keuangan.

Risiko kerja meliputi dampak fisik yang bisa terjadi pada pekerja baik karena faktor internal maupun eksternal. Hal ini dapat dihindari dengan cara membangun komunikasi yang baik dan membuat prosedur standar untuk semua tim sebelum maupun selama proyek berjalan.

Sementara itu, risiko keuangan adalah risiko yang berkaitan dengan profit karena adanya keterlambatan proyek dan manual eror. Risiko ini dapat dihandari dengan memonitor proyek menggunakan software manajemen proyek untuk meningkatkan akurasi.

Tetapkan langkah-langkah dan prosedur standar

Teknik mitigasi risiko tidak bisa diaplikasikan secara sama persis disetiap proyek. Tidak ada daftar risiko dan langkah menanganinya yang bersifat universal.

Setiap perusahaan harus membuat takaran risiko dan cara menanganinya sendiri. Penggunaan software dapat membuat prosedur standar yang unik untuk masing-masing perusahaan.

Berkomunikasi selama proyek berlangsung

Komunikasi sangat penting dalam proses menghindari risiko. Dalam fase tersebut manajer harus dapat menjelaskan prosedur pencegahan dan penanganan risiko kepada timnya. Alat komunikasi yang cukup dapat membantu jika di lapangan ada situasi yang berbahaya seperti kecelakaan kerja.

Pelatihan karyawan baru dan lama

Terdapat kesalahan umum yang menganggap pelatihan hanya dilakukan pada saat orientasi perkerja. Pelatihan harus diberikan kepada seluruh karyawan terlepas dari sudah berapa lama mereka bekerja di perusahaan tersebut. Ini menjadi cara yang efektif agar karyawan tidak menyimpang dari prosedur yang ditetapkan.

Hadapi risiko di segala proyek

Risiko yang terjadi tidak selalu berakhir buruk jika ditangani secara benar. Jika kontraktor selalu menolak proyek karena tahu ada risiko yang akan terjadi, mereka tidak akan berkembang secara finansial.

Sebetulnya, proyek yang nampaknya berisiko tinggi akan mendatangkan keuntungan yang besar untuk Anda. Oleh karena itu, Anda harus dapat mengukur risiko suatu proyek dengan benar dan membuat cara menanggulanginya.

Simpan semua dokumen di satu tempat

Menerapkan sistem berbasis cloud untuk konstruksi dapat menyimpan semua dokumen, laporan, email, dan apapun yang berkaitan dengan dokumentasi proyek Anda dalam data base dan dapat diakses kapan saja.

Secara signifikan, Anda dapat meningkatkan keuntungan dan melindungi perusahaan dari litigasi karena semua dokumen proyek tersimpan dengan rapi.

Integrasi aplikasi

Jika seluruh aplikasi diintegrasikan dalam satu platform, mitigasi risiko proyek akan dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dengan cara ini, masuknya kembali entri data yang sudah diinput sebelumnya dapat dicegah.

Platform yang terintegrasi dapat mencegah entri data dobel dan membuat penelusuran informasi jauh lebih mudah.

Jaminan kualitas yang terpantau

Langkah penting dalam proses mitigasi risiko adalah pemeriksaan kualitas secara teratur. Ketika ada risiko yah teridentifikasi, tetap ada peluang kesalahan yang akan terjadi.

Bahkan kalaupun rencana mitigasi risiko sudah ada, tidak menutup kemungkinan risiko tersebut tidak akan terjadi. Karena itu, seseorang perlu bertanggung jawab dalam memeriksa kualitas logistik dengan cara yang sistematis.

Beberapa solusi manajemen proyek menawarkan fitur ceklis untuk pengontrolan kualitas. Jika ada yang tidak memenuhi standar, staff dapat mengkomunikasikannya dengan tim dan berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah secara real-time.

Buat praktik yang berkelanjutan

Setelah Anda memiliki solusi manajemen risiko yang cocok untuk perusahaan Anda, sesuaikan dengan setiap proyek. Pastikan prosedur ini dilakukan secara berkelanjutan dan terus dilakukan seiring berjalannya waktu.

Baca juga: Menjaga Keselamatan Kerja Karyawan untuk Meningkatkan Produktivitas dalam Bisnis Konstruksi

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles