Cara Memprediksi Kebutuhan Inventaris untuk Toko Ritel Anda

Kanya Anindita
Cara Memprediksi Kebutuhan Inventaris untuk Toko Ritel Anda

Sebagai pemilik bisnis ritel, Anda perlu mengetahui berapa banyak stok yang harus Anda miliki untuk memenuhi permintaan pelanggan Anda. Ketika Anda khawatir akan kekurangan persediaan, maka cara termudah yang bisa Anda lakukan adalah dengan menambahnya. Tetapi, apakah Anda dapat menjual barang-barang Anda dengan cepat?

Kekurangan stok dapat memperlambat proses pemenuhan pesanan sehingga pada akhirnya berujung pada kekecewaan pelanggan, namun kelebihan stok dapat menimbulkan masalah-masalah lain seperti pemborosan, barang-barang yang terbengkalai, berkurangnya nilai barang sehingga tidak layak dijual, dan lain-lain. Inilah mengapa Anda perlu melakukan demand forecasting atau memprediksi kebutuhan inventaris Anda.

Apa itu demand forecasting?

Demand forecasting adalah praktik memprediksi produk mana dan berapa banyak produk yang akan dibeli pelanggan selama jangka waktu tertentu. Ini biasanya dilakukan menggunakan data riwayat penjualan dan analisis eksternal (seperti hari libur, tren konsumen, dan lain-lain).

Memprediksi kebutuhan inventaris dapat membantu Anda memahami kapan Anda perlu memesan barang dagangan baru dan berapa banyak yang harus Anda beli. Ketika melakukan forecasting, Anda perlu mempertimbangkan lead time (waktu tunggu) yang diperlukan untuk menentukan reorder point atau titik pemesanan kembali Anda.

Apa itu lead time?

Lead time atau waktu tunggu adalah waktu yang dibutuhkan dari pertama kali Anda melakukan pemesanan ke pemasok hingga ketika pesanan Anda telah tiba. Dengan kata lain, ini adalah waktu yang dibutuhkan untuk mendatangkan stok baru.

Sebagian besar pemasok memberikan estimasi waktu tunggu. Tetapi, cara yang terbaik adalah menggunakan data Anda sendiri untuk mengetahui waktu tunggu Anda secara akurat.

Apa itu reorder point?

Reorder point atau titik pemesanan kembali adalah tingkat persediaan yang mengharuskan Anda untuk segera untuk mengisi ulang stok. Dengan kata lain, ini adalah jumlah minimum dari suatu barang yang Anda miliki, jadi ketika  tingkat stoknya turun ke tingkat minimum, maka berarti Anda harus segera memesan kembali barang tersebut

Baca juga artikel terkait: 6 Cara Terbaik Menjaga Inventaris & Mengelola Tingkat Persediaan

Cara memprediksi kebutuhan inventaris

Cara Memprediksi Kebutuhan Inventaris untuk Toko Ritel Anda

Menurut Carlos Castelán, direktur pelaksana The Navio Group, perusahaan konsultan ritel yang bekerja sama dengan Whole Foods, CVS dan Kraft Heinz, memprediksi kebutuhan inventaris adalah salah satu analisis yang paling rumit, karena Anda harus dapat memastikan bahwa perkiraan Anda tidak kurang dan tidak lebih.

Berikut ini adalah beberapa metode yang dapat Anda gunakan untuk memprediksi kebutuhan inventaris Anda:

Kualitatif

Prediksi kualitatif adalah metode forecasting yang menggunakan penilaian ahli, bukan analisis numerik. Tidak seperti metode kuantitatif yang hanya mengandalkan data historis, metode kualitatif bergantung pada pemikiran karyawan dan konsultan yang sangat berpengalaman dengan memperhitungkan berbagai faktor yang akan memengaruhi permintaan di masa mendatang.

Analisis deret waktu

Cara ini mirip dengan metode kuantitatif karena harus menggunakan data historis untuk menganalisis trend. Anda harus menggunakan pendekatan analitis, melacak saluran penjualan, pemasok, dan permintaan, untuk memprediksi kebutuhan inventaris secara akurat.

Kausal

Metode kausal adalah metode forecasting paling canggih dan kompleks, karena menggunakan informasi spesifik yang berkaitan dengan hubungan antara variabel yang memengaruhi permintaan di pasar, seperti kompetitor, kekuatan ekonomi, dan faktor sosial ekonomi lainnya.

Sebagai contoh, jika Anda menjual jaket, maka Anda dapat melihat faktor-faktor seperti data riwayat penjualan, anggaran pemasaran, kegiatan promosi, setiap toko jaket baru di area Anda, harga kompetitor Anda, cuaca, permintaan keseluruhan untuk jaket di daerah Anda, dan lain-lain.

Simulasi

Metode simulasi adalah pendekatan yang menggabungkan seluruh metode, baik kualitatif maupun kuantitatif, untuk memberikan wawasan yang lebih holistik. Namun, ini juga merupakan teknik forecasting yang paling rumit untuk dilakukan, sebab mengharuskan Anda untuk memperhitungkan faktor-faktor internal dan eksternal

Hal-hal yang harus diperhatikan ketika melakukan demand forecasting

Cara Memprediksi Kebutuhan Inventaris untuk Toko Ritel Anda

Berikut ini adalah beberapa tips untuk demand forecasting yang lebih baik:

Siapkan data yang lengkap

Tanpa data, Anda akan sangat kesulitan dalam membuat perkiraan dan keputusan yang akurat, sebab Anda tidak memiliki informasi-informasi penting yang dibutuhkan untuk melakukan forecasting. Pastikan Anda dapat dengan mudah melihat data historis secara lengkap; mingguan, bulanan, dan tahunan.

Pahami kebiasaan belanja konsumen

Untuk memprediksi kebutuhan inventaris secara efektif, Anda harus dapat memahami pola belanja pelanggan Anda. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang harus Anda cari tahu jawabannya:

  • Apakah pelanggan saya adalah pembeli musiman atau konsisten?
  • Barang mana saja yang paling banyak dipesan oleh pelanggan saya?
  • Apa yang sedang digandrungi oleh konsumen saat ini?
  • Dari mana kebanyakan pelanggan saya berasal?
  • Secepat apa perubahan tren memengaruhi permintaan pelanggan saya?

Implementasikan solusi otomatis

Human error adalah penyebab utama dari ketidakakuratan data. Ketika data tidak akurat, maka prediksi kebutuhan inventaris pun jadi salah. Jadi, pertimbangkan untuk mengotomatiskan berbagai pekerjaan manual Anda.

Gunakan sistem manajemen inventaris yang dapat memberikan peringatan kepada Anda ketika persediaan Anda sudah menipis, dapat menghasilkan laporan analitik yang lengkap, serta terintegrasi dengan sistem pembelian, akuntansi, POS, dan lain-lain.