7 Cara Menurunkan Return Rate untuk Online Retail/E-commerce

Syifa Fadiyah
Cara Menurunkan Return Rate Online Shop

Mengelola banyak produk return bisa sangat melelahkan bagi Anda. Product return yang terus-menerus dapat mengikis keuntungan dan menghabiskan waktu Anda. Belum lagi nanti online shop Anda akan dibanjiri dengan komentar-komentar negatif. Meskipun Anda telah memiliki kebijakan pengembalian barang yang dinilai efektif, Anda harus fokus menurunkan frekuensi pengembalian produk. Oleh karena itu, artikel kali ini akan membahas 7 cara menurunkan return rate untuk online retail. 

Tampilkan dan deskripsikan produk sejelas mungkin

Pengunjung ritel offline memiliki kesempatan mencoba produk sebelum membelinya. Mereka bisa mencoba baju atau mencium parfum yang hendak mereka beli. Tetapi, pembeli online tidak bisa demikian. 

Pembeli online bergantung pada foto atau video serta deskripsi produk yang Anda sediakan. Semakin foto atau video produk itu tampak nyata, pembeli bisa menilai apakah produk tersebut adalah produk yang mereka cari. Begitupun deskripsi produk. Semakin jelas deskripsinya, pelanggan semakin bijak dalam membeli dan return rate akan berkurang. 

Tambahkan review produk dari pelanggan

Anda tidak harus mati-matian membujuk orang-orang membeli produk Anda. Tampilkan saja review dari pelanggan Anda. Seberapa pentingkah ini?

Sebagian besar pelanggan melandasi keputusan pembelian mereka dengan membaca review serta rating produk. Review membantu pelanggan menentukan apakah produk ini sesuai dengan kebutuhan mereka dan menjauhkan Anda dari pelanggan yang ujung-ujungnya hanya akan mengembalikan produk tersebut.

Tinjau informasi mengenai ukuran produk

Salah satu kesalahan umum online shop adalah menyamaratakan standar ukuran untuk semua produk. Jangan gunakan standar ukuran yang sama untuk produk yang berbeda, kategori produk yang berbeda, ataupun brand yang berbeda. Semuanya bisa memiliki standarnya masing-masing. Jika Anda menggunakan model, sebutkan tinggi serta berat badan model tersebut.

Selain itu, jika Anda melayani pengiriman internasional, pastikan Anda memiliki tabel konversi ukuran dan dimensi. Beberapa dari pelanggan Anda mungkin tahu langkah konversi ini harus dilakukan. Tapi apakah Anda yakin mau bergantung pada itu saja?

Gunakan fitur live chat 

Layanan pelanggan real-time adalah hal terbaik yang bisa Anda berikan ke pelanggan. Layanan tersebut termasuk fungsi  live chat di website Anda. Hal tersebut memungkinkan mereka bertanya mengenai produk yang Anda jual. Cara ini tidak hanya membantu Anda mempercepat proses penjualan tapi juga meningkatkan kepercayaan diri pelanggan. Dengan demikian, kecil kemungkinan mereka melakukan pengembalian produk. 

Hati-hati dalam melakukan pengiriman

Pengemasan yang baik berperan penting dalam mencegah kerusakan produk dalam proses pengiriman. Jadi, pastikan kardus atau kotak yang Anda gunakan benar-benar pas untuk produk yang dibungkus. Cara ini mencegah produk terguncang di jalan. Pilih juga material yang dapat menyerap benturan dan betul-betul melindungi barang pecah belah. 

Tampilkan estimasi waktu pengiriman

Selalu tampilkan waktu pengiriman yang realistis. Pertimbangkan keterlambatan pengiriman pada saat-saat tertentu seperti lebaran, valentine, atau hari ibu. Pastikan estimasi pengiriman ini akurat baik untuk pengiriman regional maupun internasional. 

Ini akan membantu pelanggan untuk melihat apakah produk mereka akan tiba tepat waktu, terutama jika produk tersebut dibeli sebagai hadiah atau untuk musim tertentu. Pengiriman tepat waktu tentunya akan menurunkan return rate. 

Menggunakan sistem manajemen inventaris terintegrasi

Jika retur produk terjadi, pastikan Anda sigap dalam menanganinya. Sistem manajemen inventaris yang terintegrasi dengan barcode dan sistem manajemen gudang dapat membantu Anda menemukan produk yang tepat dengan cepat. 

Selain itu, sistem ini dapat melacak proses penukaran barang secara real-time agar barang tersebut bisa sampai ke tangan pelanggan dengan cepat. Mereka pasti sudah kecewa ketika menemukan produk Anda tidak sesuai dengan bayangan mereka. Jadi, jangan memperparah keadaan dengan proses retur yang lama!

Itulah 7 cara efektif menurunkan return rate. Sudah siap mempraktikkannya?

Artikel terkait: 5 POS Retail Terbaik di Indonesia

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles