BerandaMost ViewedAccountingKetahui Pentingnya Manajemen Laba untuk Menghindari Kebangkrutan Perusahaan

Ketahui Pentingnya Manajemen Laba untuk Menghindari Kebangkrutan Perusahaan

Sebagai seorang pengusaha tentu menginginkan kondisi perusahaannya meningkat dan stabil. Maka dari itu setiap perusahaan membutuhkan manajemen laba untuk mengantisipasi terjadi kebangkrutan. Namun, apakah Anda sudah mengetahui tentang manajemen laba? Proses ini merupakan suatu proses yang dilakukan dengan sengaja, sesuai dengan prinsip akuntansi untuk mengarahkan tingkatan laba yang dilaporkan. Dapat dikatakan, bahwa proses  ini adalah untuk mengelabui stakeholder dengan memanipulasi keuntungan pada laporan keuangan agar mendapatkan keuntungan.

Meski terlihat seperti melakukan kecurangan, tetapi aktivitas rekayasa manajerial ini tidak dapat disebut sebagai kecurangan. Alasannya manajer perusahaan melakukan intervensi yang masih menggunakan metode dan prosedur akuntansi yang telah diterima dan diakui secara umum. Untuk memahami lebih lanjut mengenai manajemen laba dalam perusahaan, simak artikel berikut.

Pengertian Manajemen Laba

Sebelum melakukannya, perlu untuk mengetahui apa itu manajemen laba terlebih dahulu. Istilah manajemen ini mungkin masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat. Manajemen laba atau biasa disebut dengan earning management adalah tindakan yang dilakukan oleh manajer untuk memanipulasi laba yang akan dilaporkan ke dalam laporan keuangan. Nantinya stakeholder atau pihak-pihak yang memiliki kepentingan pada perusahaan akan melihat laporan keuangan tersebut. 

Namun, melakukan proses manipulasi tersebut tidak sembarangan tetap sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi. Manajemen laba merupakan upaya perusahaan untuk mempengaruhi atau mengintervensi informasi pada laporan keuangan sehingga dapat mengelabui stakeholder atau orang-orang yang ingin mengetahui kondisi dan kinerja perusahaan. Hal tersebut berpengaruh terhadap hasil kontrak yang menggunakan angka-angka dalam laporan keuangan.

Manajemen laba biasanya berkaitan dengan laporan laba rugi atau yang biasa disebut laporan profit dan loss. Anda dapat melakukan perbandingan dengan laporan tentang bagaimana aspek keuangan dari suatu bisnis, sehingga dapat membantu dalam menentukan seberapa menguntungkannya usaha bisnis yang sedang berjalan. Oleh karena itu earning management sangat penting karena dapat membantu bisnis agar tetap bertahan, serta mampu memproyeksikan dan menyusun strategi untuk masa depan dan meningkatkan kinerjanya.

 

Fungsi Manajemen Laba

Setelah memahami pengertian pada bagian sebelumnya, terdapat juga fungsi dari manajemen laba ini. Banyak manajer perusahaan yang menjadikan manajemen laba untuk menghindari kecurangan. Dengan begitu perusahaan dapat mengetahui kesehatan keuangan perusahaan secara berkala. Berikut penjabaran mengenai fungsi dari manajemen laba:

Dapat memantau laporan laba rugi setiap saat

Hasil dari laporan laba rugi didapatkan secara mingguan, bulanan, triwulanan, atau tahunan sesuai dengan prosedur operasi standar perusahaan. Namun, laporan tersebut dapat dihasilkan oleh seorang akuntan sesuai kebutuhan ataupun diminta oleh pihak manajemen. Perhatikan terus angkanya dan manfaatkan hal tersebut. Untuk memperkirakan dan memproyeksikan laba serta meminimalkan kerugian, Anda dapat mencari tren terlebih dahulu kemudian terapkan. 

Data pada laporan laba rugi menunjukkan indikator seperti pendapatan, pengeluaran, dan laba bersih, atau rugi bersih jika pengeluaran melebihi pendapatan. Yang termasuk pada pendapatan yaitu pendapatan operasi dan pendapatan bunga hingga uang tunai yang merupakan hasil dari investasi atau usaha patungan dengan perusahaan lain. 

Sehingga dari laporan laba rugi Anda dapat mengetahui pertumbuhan dan penurunan perusahaan untuk mempertahankan hidup perusahaan secara finansial, serta merupakan hasil dari proses kompetitif perusahaan. Selain itu laporan ini juga dapat membantu Anda dalam membuat keputusan bisnis yang terinformasi untuk membantu bisnis mendapat keuntungan yang maksimal.

Menggabungkan pemantauan laporan laba rugi dan pengeluaran kas

Dalam bisnis terdapat slogan cash is king, tidak peduli jenis atau ukuran bisnis. Dalam manajemen laba yang efektif harus menunjukan bagaimana perusahaan dapat menghemat uang, mengembangkan uang tunai yang ada, dan menghindari kehancuran secara finansial. Tak terkecuali pengeluaran yang harus selalu terpantau. Seluruh hal tersebut harus dikelola atau dikendalikan secara efisien.

Dengan mengkombinasikan laporan laba rugi, manajemen laba akan membantu bisnis dalam menghemat uang. Seperti ketika mengalami masa bulan-bulan yang sulit, dan memiliki daya beli pada masa bulan-bulan yang kuat untuk melakukan investasi dalam produk baru, infrastruktur, teknologi, tenaga kerja maupun berbagai aspek keperluan pertumbuhan bisnis. 

Menggabungkan keduanya dalam mengembangkan strategi bisnis akan menghasilkan pengelolaan pendapatan bisnis yang efektif dan juga membantu perusahaan agar dapat merasakan keuntungan.

Tim outsource untuk manajemen laba

Mungkin dalam menghasilkan laporan laba rugi akan terasa sulit terutama dengan adanya terlalu banyak birokrasi dalam organisasi. Selain itu, jika Anda terlalu terlibat dalam perusahaan juga akan sulit untuk melakukan proyeksi, karena cenderung lebih suka menggunakan insting saat melakukan analisis.

Untuk memberikan perspektif yang berbeda kepada manajer, Anda dapat menjalin mitra dengan solusi keuangan dan akuntansi agar dapat membangun tim pembukuan dan akuntan publik bersertifikat untuk menghasilkan laporan secara ketat dari sudut pandang akuntansi. Dengan begitu tim dapat membantu dalam mengembangkan formula strategi bisnis, sehingga pemilik bisnis menjadi terbantu dalam memahami cara meningkatkan keuntungannya.

Baca juga: Pentingnya Analisis DuPont bagi Manajemen Keuangan Perusahaan

Faktor Pendorong Manajemen Laba

Pada dasarnya, tidak mungkin melakukan suatu hal tanpa adanya landasan sebuah faktor penyebabnya, begitu pula dengan melakukan manajemen laba bagi perusahaan. Berikut terdapat tiga faktor pendorong yang berkaitan dengan munculnya praktik manajemen laba, antara lain: 

Hipotesis rencana bonus (bonus plan hypothesis)

Pertama, terdapat faktor hipotesis rencana bonus yang menggunakan metode akuntansi. Hal tersebut bertujuan untuk memaksimalkan utilitas yang ada pada perusahaan. Maksud dari utilitas ini yaitu untuk mendapatkan bonus yang tinggi, artinya manajemen perusahaan tersebut akan memberikan bonus dalam jumlah yang besar.

Hipotesis perjanjian hutang (debt covenant hypothesis

Faktor kedua adalah hipotesis perjanjian hutang, dimana faktor ini diperuntukan kepada manajemen yang melakukan pelanggaran. Pelanggaran terebut dapat berupa melanggar perjanjian kredit sehingga akan memilih metode yang dapat meningkatkan laba, dengan tujuan untuk menjaga reputasi dari pihak eksternal.

Hipotesis biaya politik (political cost hypothesis)

Terakhir, terdapat faktor mengenai hipotesis dari biaya politik. Faktor ini berdasarkan pada besarnya suatu perusahaan yang akan menyebabkan semakin besar pula kemungkinan perusahaan tersebut untuk menurunkan laba. Dengan anggapan bahwa menggunakan laba yang tinggi maka pemerintah akan memberikan pajak yang tinggi pula untuk perusahaan. Namun, penerapannya harus tetap sesuai dengan metode akuntansi yang berlaku.

 

Pola Manajemen Laba

pola manajemen laba
sumber: seputarilmu.com

Taking a bath

Pola yang pertama yaitu taking a bath. Pada pola ini, manajemen harus membebankan perkiraan biaya yang akan datang dan menghapus beberapa aktiva. Bukan hanya itu, Anda juga harus melakukan clear the desk atau menyembunyikan bukti yang ada, sehingga laporan laba pada periode yang akan datang meningkat. 

Minimal pendapatan (income minimization)

Melakukan pola minimal pendapatan ini pada saat perusahan meraih profitabilitas yang sangat tinggi. Tujuannya agar tidak mendapatkan perhatian yang bersifat politik. Caranya dapat melakukan penghapusan pada barang modal, seperti biaya iklan dan biaya R&D, serta Anda juga dapat menghapus aktiva tak berwujud.

Maksimalisasi pendapatan (income maximization)

Berbeda dengan penghasilan minimal pada pola ini menggunakan tindakan tertentu. Tindakannya yaitu memaksimalkan laba yang bertujuan dalam memperoleh bonus. Hal ini dilakukan pada saat laba sedang mengalami penurunan. Selain untuk mendapatkan bonus yang lebih besar, cara ini juga melindungi perusahaan saat berurusan dengan kegiatan perjanjian hutang. Untuk melakukan pola ini Anda dapat memanipulasi data akuntansi dalam laporan keuangan.

Perataan laba (income smoothing)

Selanjutnya terdapat pola perataan laba yang mungkin merupakan pola yang paling menarik. Teknik yang dilakukan adalah dengan meratakan laba yang dilaporkan. Adapun cara pelaporannya dengan menggunakan tren dalam suatu pertumbuhan laba yang bersifat stabil. Tujuannya agar perolehan laba stabil sehingga investor akan menyukai kinerja perusahaan.

Expenses recognition dan timing revenue

Pola terakhir yaitu pola yang menggunakan teknik tertentu yaitu dengan cara membuat suatu kebijakan. Kebijakan ini tentu harus berkaitan dengan waktu pada saat transaksi berlangsung. Contohnya seperti pengakuan premature berdasarkan pendapatan.

 

Cara Melakukan Manajemen Laba

Pengakuan pendapatan dan beban

Istilah penghasilan merupakan kata lain dari untung, dan laba juga kata lain dari pengurangan pendapatan dengan pengeluaran. Cara paling sederhana bagi perusahaan dalam mengelola pendapatan adalah dengan mengubah tanggal saat perusahaan menerima pendapatan dan pengeluaran tertentu dalam pembukuannya.

Hal yang dapat perusahaan lakukan untuk meningkatkan pendapatan pada periode saat ini, yaitu dengan mengenali pendapatan masa depan sebelum penerimaan pendapatan atau menunda biaya pengakuannya. Begitu pula, jika Anda ingin mengalihkan pendapatan lebih dari periode saat ini ke periode berikutnya, hal itu dapat menunda perolehan pengakuan pendapatan ataupun mengakui pengeluaran sebelum waktunya.

Akuntansi “cooking jar

Berdasarkan peraturan akuntan perusahaan harus untuk mengakui pengeluaran masa depan pada saat mereka mengakui pendapatan yang berkaitan dengan pengeluaran tersebut. Sebagai contoh, ketika perusahaan menjual barang dengan garansi maka harus memperkirakan biaya garansi di masa depan dan mengetahui biaya tersebut saat melakukan penjualan. 

Begitu pula ketika sebuah perusahaan menjual barang kepada pelanggan dengan metode kredit, maka harus memperkirakan nilai tagihan pelanggan yang pada akhirnya akan tidak dibayar dan segera mengakui bahwa mengalami “bad debt expense”. Jika perusahaan melebihkan jenis biaya ini pada periode saat ini, hal tersebut tidak akan mengakui beban sebesar yang akan ada di masa mendatang. Sehingga menyebabkan terjadinya proses menggeser pendapatan dari periode saat ini ke masa depan. Taktik ini bernama akuntansi “cooking jar”.

Mengubah metode akuntansi

Standar akuntansi memungkinkan perusahaan dalam memilih metode pelaporan yang paling cocok untuk mereka dalam banyak bidang pembukuan bisnis. Salah satu contohnya pada sistem yang perusahaa gunakan untuk menghitung nilai persediaan dan jadwal untuk mendepresiasikan aset modalnya. Pada jangka panjang, berbagai metode untuk melakukan hal yang sama harus menghasilkan hasil akhir yang sama pula. Misalnya, nilai total yang sama masuk dan keluar dari inventaris, jumlah nilai yang terdepresiasi juga akan sama.

Tetapi dalam jangka pendek, perusahaan memilih metode yang secara signifikan dapat memengaruhi pendapatannya dari satu periode ke periode berikutnya. Apabila suatu perusahaan beralih dari satu metode akuntansi ke metode akuntansi lainnya terutama dengan tujuan untuk mempengaruhi laba, maka hal itu sangat berpengaruh dalam manajemen laba.

Biaya satu kali

Perusahaan harus selalu melaporkan pengeluaran satu kali yang sangat besar seperti menghapus biaya proyek yang mengalami kegagalan, atau mengurangi nilai aset pada neraca secara signifikan. Dengan menerapkan manajemen laba, suatu perusahaan dapat mencoba menghemat tagihan pada saat pendapatan cukup tinggi untuk menyerap pengeluaran atau mengambil tagihan sebelum waktunya.

Perusahaan yang mengambil biaya besar dalam periode saat ini memperoleh kesempatan untuk mempercepat semua jenis pengeluaran lain untuk periode itu juga. Istilah dari pola ini adalah “take a bath”.

Kesimpulan

Itulah penjelasan mengenai manajemen laba mulai dari pengertian, fungsi, pola, faktor pendorong, hingga cara melakukannya. Manajemen ini memberikan banyak keuntungan, namun mungkin dapat memberikan efek negatif juga. Seperti memanipulasi laporan keuangan, meskipun tetap berdasarkan metode akuntansi, namun cara ini terkesan licik. Terlepas dari hal itu, manajemen ini memiliki peran yang sangat penting bagi perusahaan untuk untuk menghindari terjadinya kecurangan dan memantau proyeksi laba perusahaan.

Untuk itu Anda dapat menggunakan Software Akuntansi dari HashMicro agar pengelolaan keuangan perusahaan menjadi lebih mudah. HashMicro menawarkan software akuntansi terlengkap yang dapat membantu Anda membuat laporan keuangan dengan mudah, cepat, dan real-time dimana saja dan kapan saja. Sangat penting untuk memantau kondisi keuangan perusahaan demi masa depan bisnis Anda.

Market Cap

Artikel terkait:

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Thamia Farisatuddiniyah
I hope readers get value and enjoy what I write!

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Butuh Software untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan mengisi form ini dan dapatkan demo GRATIS!

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Butuh Bantuan?

Hubungi tim ahli kami untuk konsultasi gratis melalui WhatsApp.
+6287888000015
×
Butuh Bantuan?