01.
Apa itu HashMicro
02.
ERP itu cocok untuk perusahaan seperti apa
03.
Kenali Produk HashMicro
04.
Keunggulan HashMicro
05.
Proses Implementasi
06.
Apakah demo nya gratis?
0:00 / 0:00
BerandaIndustryFinancePentingnya Manajemen Keuangan dan Manfaatnya untuk Bisnis Anda

Pentingnya Manajemen Keuangan dan Manfaatnya untuk Bisnis Anda

Semua pebisnis, baik pelaku dari usaha kecil mikro menengah (UMKM) hingga pebisnis ‘kakap’ selalu ingin membawa perusahaannya berkembang dan berkelanjutan. Untuk mencapainya, perlu manajemen keuangan bisnis yang baik. Bahkan, ketika memulai bisnis, manajemen keuangan bisnis menjadi yang paling menjadi perhatian dalam rencana bisnis sejak awal beroperasionalnya perusahaan.

Secara umum, manajemen keuangan adalah kegiatan atau aktivitas perusahaan atau organisasi yang berhubungan dengan bagaimana perusahaan memperoleh dan mengelola dana atau aset yang perusahaan miliki. Pengelolaan keuangan bisnis yang tepat tentu akan memberikan sejumlah hasil yang tetap atau pasti. Yaitu, hasil bisnis, kesejahteraan pegawainya, laporan keuangan bisnis yang sehat dan keuntungan bagi pemilik modal atau saham. 

Selain itu, dengan Sistem Manajemen Keuangan bisnis yang tepat dapat meminimalisir bila terjadi kerugian. Hanya saja, untuk menjalani pengelolaan keuangan yang sehat, tentu saja terdapat berbagai upaya, trik hingga cara yang tepat. Sebelum mengetahui bagaimana cara mengatur manajemen keuangan bisnis yang tepat, tentu saja Anda harus lebih dahulu mengetahui apa itu manajemen keuangan bisnis dan mengapa penting memilikinya.

Daftar Isi

  • Pengertian Manajemen Keuangan Bisnis

    Manajemen keuangan adalah kegiatan yang perusahaan lakukan dalam mengendalikan, mengelola, merencanakan, dan menyimpan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pengelolaan keuangan dilakukan secara rapi dengan tujuan keuntungan yang optimal dan seimbang dalam perusahaan.

    manajemen keuangan

    Tujuan Manajemen Keuangan

    Seperti yang kita ketahui, setiap pebisnis perlu melakukan manajemen keuangan guna mengelola keuangan perusahaan tersebut. Pengelolaan keuangan bagi perusahaan itu bertujuan untuk berbagai keperluan. Berikut ini adalah beberapa cara mengelola keuangan yang biasa dilakukan oleh para pengusaha:

    1. Manajemen keuangan mengoptimalkan keuntungan

    Ada banyak cara untuk mengoptimalkan keuntungan dari sebuah perusahaan. Beberapa cara di antaranya adalah dengan meningkatkan jumlah produksi. Dengan menambah jumlah barang yang beredar di masyarakat, Anda berpotensi meningkatkan keuntungan yang bisa bisnis Anda dapatkan. Namun sebelum memutuskan untuk meningkatkan jumlah produksi, perlu diperhatikan juga tingkat permintaan dari konsumen Anda.

    Jika Anda meningkatkan jumlah barang yang diproduksi tanpa mengindahkan tingkat permintaan dari konsumen, maka besar kemungkinan barang-barang hasil produksi Anda hanya menumpuk di gudang. Namun masih ada jalan lain untuk mengatasi masalah ini, salah satunya adalah dengan melakukan upselling produk yang kurang laku dengan produk yang laku keras. Dengan cara ini, keuntungan bisnis Anda bisa dimaksimalkan.

    2. Mengatur struktur dan efisiensi modal

    Seorang pebisnis dalam mengelola keuangan perusahaan harus mengatur keuangan menyesuaikan dengan budget dan kebutuhannya. Untuk mengatur struktur modal secara tepat, maka perlu sumber daya yang sudah ahli, dan butuh melakukan evaluasi secara berkala untuk menilai apakah penempatan struktur modal sudah tepat atau belum.

    Setiap perusahaan selalu menargetkan keuntungan optimal yang bisa tercapai dengan modal pas dan melalui pengelolaan secara efisien, sehingga tidak ada dana yang terbuang percuma selama kegiatan bisnis berlangsung.

    3. Mengawasi keuangan dan menjaga arus kas

    Tujuan manajemen keuangan juga untuk mengawasi keuangan di perusahaan. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, perusahaan akan tahu uang miliknya masuk dari mana saja dan keluar untuk apa saja.

    Setiap perusahaan harus selalu memenuhi target memiliki arus kas yang lancar. Dengan arus kas yang lancar, perusahaan jadi bisa memenuhi seluruh kewajiban jangka pendek, sehingga akan memiliki dampak positif terhadap kegiatan operasional perusahaan secara keseluruhan.

    4. Menambah aset perusahaan dan membayar utang

    Ketika perusahaan bisa meraih keuntungan, perusahaan pun akan mampu menambah aset sebagai tanda kekayaan perusahaan. Semakin banyak aset yang perusahaan punya, maka perusahaan bisa memanfaatkannya untuk membuat bisnisnya lebih besar lagi.

    Yang namanya utang bagi perusahaan bukan berarti hal buruk. Hanya saja, perusahaan yang baik akan membayar utangnya secara tepat waktu. Untuk itulah pengelolaan keuangan mempunyai peran penting untuk perusahaan menyediakan dana khusus membayar utang.

    Baca juga: Tiga Cara Manajemen Keuangan Saat Krisis Melanda

    Fungsi Manajemen Keuangan

    Pengelolaan keuangan juga berfungsi sebagai petunjuk untuk perusahaan apakah pemilik usaha sudah menjalankan bisnisnya dengan baik atau belum. Berikut ini beberapa fungsi manajemen keuangan yang umum diketahui

    1. Merencanakan

    Fungsi pertama dari manajemen keuangan adalah membuat perencanaan keuangan. Rencana keuangan tujuannya adalah mengatur penggunaan kas, untuk mencari tahu berapa laba dan rugi yang dialami perusahaan, dan lainnya sebagainya.

    2. Alokasi dana

    Fungsi kedua dari manajemen keuangan adalah membuat alokasi dana yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing divisi atau departemen yang ada di dalam perusahaan. Prinsip alokasi ini adalah menggunakan dana seminimal mungkin untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.

    3. Mengontrol

    Fungsi pengelolaan keuangan selanjutnya adalah mengontrol dana yang dimiliki oleh perusahaan. Perusahaan harus mampu mengontrol keuangan sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat sebelumnya. Untuk itulah selama berjalannya bisnis, evaluasi penggunaan dana penting untuk dilakukan dari waktu ke waktu. Anda dapat memonitor kondisi keuangan bisnis Anda secara menyeluruh dengan menggunakan Sistem Akuntansi.

    4. Memeriksa dana

    Fungsi pengelolaan keuangan lainnya yang tak kalah penting adalah untuk auditing atau pemeriksaan. Untuk mencegah penyimpangan yang bisa saja terjadi dalam keuangan perusahaan, seperti pencucian uang, pencurian, dan lain sebagainya, maka proses auditing atau pemeriksaan harus bekerja secara berkala. Dengan demikian, segala bentuk kecurangan bisa mendapatkan mitigasi.

    5. Melaporkan

    Untuk mengetahui keadaan keuangan perusahaan secara keseluruhan, maka pemilik usaha perlu menyusun laporan keuangan. Laporannya harus dibuat apa adanya, dan juga transparan. Laporan keuangan bisa menjadi indikasi sehat atau tidaknya perusahaan. Jika laporan keuangan mengidikasikan bahwa perusahaan terus menerus merugi dalam periode tertentu, berarti perusahaan tidak berkembang sesuai dengan harapan. Namun sebaliknya, jika laporan keuangan menyatakan bahwa dalam beberapa periode terakhir perusahaan meraup keuntungan, maka bisa disimpulkan bahwa perusahaan sedang berkembang.

    Baca juga: 6 Cara Meningkatkan Efisiensi Manajemen Akuntansi & Keuangan

    Prinsip Manajemen Keuangan

    Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, staf-staf yang tergabung dalam divisi keuangan wajib memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut:

    1. Integritas dalam Manajemen Keuangan

    Staf yang mengelola keuangan harus memiliki kepribadian yang jujur, tak boleh menutupi hal apapun yang berhubungan dengan pekerjaan. Aspek integritas ini berlaku ketika perusahaan mengalami kerugian, pengelola keuangan harus menyampaikan hal itu dengan sejujur-jujurnya kepada pemangku kepentingan perusahaan. Tujuannya adalah agar pemilik usaha bisa mengambil keputusan yang tepat untuk keberlangsungan perusahaan.

    2. Akuntabilitas

    Pengelola keuangan perusahaan wajib memiliki akuntabilitas, karena dari aspek inilah mereka bisa tahu dari mana perusahaan mendapatkan dana, ke mana saja dana tersebut teralokasikan, dan untuk mengukur kemampuan keuangan perusahaan.

    3. Konsistensi dalam Manajemen Keuangan

    Pengelolaan keuangan berlangsung dengan cara yang konsisten, menggunakan sistem yang sudah perusahaan tentukan. Dengan begitu, pelaksanaannya akan berjalan dengan teratur dari tahun ke tahun. Apabila terdapat perubahan dalam sistem untuk mengelolanya, harus ada penjelasan mengapa sistem pengelolaan tersebut sengaja berubah. Namun, biasanya hal itu mengindikasikan bahwa terdapat kesalahan dalam pengelolaan keuangan.

    4. Kelangsungan hidup

    Pengelola keuangan harus paham bahwa pekerjaannya akan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan dan orang-orang yang ada di dalamnya. Karena itu, mereka harus bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku di dalam perusahaan tersebut.

    5. Manajemen Keuangan Harus Transparan

    Perusahaan harus terbuka saat melaporkan kondisi keuangannya, terutama bagi yang mengharapkan kehadiran investor untuk menyuntikkan dana segar untuk perusahaan. Pemiliki usaha harus bisa menunjukkan keadaan keuangan yang sesungguhnya tanpa menutup-nutupi apa pun yang bisa menghadirkan keraguan bagi para investor.

    Baca juga: Software Akuntansi Indonesia Terlengkap untuk Pengelolaan Keuangan Bisnis Anda!

    Ruang Lingkup Manajemen Keuangan di Bisnis

    Ada ruang lingkup yang harus pengelola keuangan perhatikan dalam mengelola keuangan agar perencanaan keuangan berjalan dengan lancar. Berikut ini terdapat beberapa ruang lingkup manajemen keuangan yang pebisnis ketahui:

    1. Keputusan pendanaan

    Ruang lingkup manajemen keuangan yang pertama menyangkut kebijakan divisi keuangan dalam mencari pendanaan untuk perusahaan, yang mana akan menjadi kebijakan perusahaan yang penting untuk dilaksanakan. Misalnya, perusahaan menerbitkan obligasi untuk mendapatkan dana segar dari luar. Selain dari luar perusahaan, dana yang dibutuhkan itu juga bisa berasal dari dalam perusahaan.

    2. Keputusan investasi

    Melakukan investasi untuk menambah kekayaan perusahaan menjadi ruang lingkup kedua yang bisa perusahaan lakukan. Cara pertama yang dapat perusahaan lakukan adalah menambah aktiva tetap perusahaan seperti gedung, lahan, dan lainnya. Perusahaan juga bisa melakukan investasi saham dan obligasi. Itu berarti, perusahaan dapat menjadi pemegang saham perusahaan lain.

    3. Mengelola aset

    Aset yang perusahaan miliki haruslah terkelola secara benar, supaya dapat menghasilkan keuntungan optimal untuk perusahaan. Aset-aset itu bisa disewakan untuk menambah pemasukan, digunakan sesuai dengan fungsi, dan sebagainya.

    Setelah mengetahui apa itu manajemen keuangan dan pentingnya dalam sebuah bisnis, maka selanjutnya Anda bisa mengetahui bagaimana cara mengatur manajemen keuangan bisnis yang tepat. 

    Pastikan Dana Darurat Aman

    Tak ada yang dapat menjamin bahwa situasi ekonomi akan terus stabil atau kuat. Apalagi, dalam kondisi pandemi seperti sekarang di mana kestabilan ekonomi masih dalam kondisi pemulihan. Apabila dalam kondisi ekonomi mengalami penurunan atau goncangan, supaya perusahaan dapat bertahan, maka memerlukan dana darurat yang aman untuk menjaga keberlangsungan operasional perusahaan. 

    Untuk pelaku usaha baru, sebaiknya menyiapkan dana darurat setara 2 tahun pengeluaran. Dana darurat ini berfungsi sebagai dana untuk memitigasi risiko di saat Anda tidak bisa mencetak penghasilan bersih dari usaha. 

    Baca juga: Software ERP Berbasis Web atau Desktop? Pahami Karakteristiknya!

  •  

    Utamakan Asuransi Kesehatan dan Asuransi Jiwa

    Sebagai pelaku usaha, tentu saja Anda harus memiliki asuransi kesehatan agar menghindari hilangnya atau terkurasnya tabungan karena sejumlah risiko atau musibah yang menimpa diri Anda. Bila Anda belum memiliki asuransi dan hanya punya bujet terbatas untuk membayar jaminan kesehatan, maka bisa memiliki asuransi rawat inap terlebih dahulu. Sedangkan untuk rawat jalan, Anda bisa memanfaatkan BPJS Kesehatan.

    Sementara itu, jika Anda memiliki budget lebih, bisa melengkapi dengan asuransi tambahan. Sebab, ada banyak komponen biaya yang muncul ketika seseorang harus menjalani proses rawat inap di rumah sakit. Mulai dari biaya akomodasi (kamar), biaya dokter, obat-obatan, laboratorium, dan biaya lain terkait rumah sakit. Selain itu, pilihlah asuransi rawat inap sesuai budget dan kebutuhan Anda. 

    Tentu saja, Anda akan menerima polis asuransi ketika membeli produk asuransi. Untuk itu, pelajari betul agar mendapatkan manfaat sesuai perjanjian dengan perusahaan asuransi tersebut.

    Untuk pelaku usaha berstatus pencari nafkah, tidak hanya memproteksi diri dengan asuransi kesehatan saja, tetapi juga harus melengkapinya dengan asuransi jiwa. Sebab, asuransi jiwa memberikan perlindungan finansial saat pencari nafkah mendapatkan musibah yang tidak terduga. Uang pertanggungan pada asuransi jiwa akan cair dan penerima akan menerimanya apabila tertanggung kehilangan kemampuan mencari nafkah karena meninggal dunia atau kehilangan fungsi anggota tubuh (cacat tetap total).

    Cara untuk menghitung uang pertanggungan adalah dengan mengetahui rata-rata pengeluaran per bulan, sehingga Anda bisa dengan mudah menentukan uang pertanggungan yang harus Anda miliki. Rumusnya cukup sederhana:

    UP = Pengeluaran bulanan x 12 (setahun)

    Itulah pembahasan mengenai manajemen keuangan bisnis secara tepat. Gunakan Sistem manajemen keuangan dari HashMicro yang juga berintegrasi dengan beragam sistem lainnya, salah satunya yaitu Sistem ERP. Adanya sistem ERP tersebut dapat meningkatkan akurasi pembukuan untuk memudahkan pengelolaan keuangan bisnis Anda. Semoga artikel ini bisa membantu Anda mengelola keuangan baik untuk bisnis pribadi maupun keuangan bisnis secara perusahaan agar keberlangsungan perusahaan Anda juga terjaga! Beralih ke HashMicro dan demo disini

    Software ERP HashMicro

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Coba Gratis Software HashMicro

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan DAPATKAN DEMO GRATISNYA!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Nadia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA