BerandaMost ViewedAccountingRumus Cash Ratio untuk Hitung Liabilitas Perusahaan

Rumus Cash Ratio untuk Hitung Liabilitas Perusahaan

Likuiditas merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Untuk mengukur likuiditas, Anda dapat menggunakan beberapa perhitungan rasio, salah satunya adalah cash ratio. Rasio ini menjadi evolusi dari quick ratio dan berfungsi sebagai penentu sejauh mana kas perusahaan mampu membayar hutang saat ini atau jangka pendek.

Anda dapat mengotomatisasi perhitungan arus kas dengan menggunakan sistem akuntansi. sistem ini juga dapat membantu Anda untuk mengotomatiskan pengelolaan arus kas, pembuatan laporan keuangan, rekonsiliasi bank, jurnal penyesuaian, pembuatan faktur, dan lain-lainnya.

Pengertian Cash Ratio

Rasio kas atau cash ratio merupakan suatu perbandingan antara total kas dan setara kas suatu perusahaan dengan kewajiban lancarnya. Pada dasarnya, rasio ini berguna untuk mengetahui sejauh mana dana perusahaan, yang terdiri atas kas dan setara kas tersedia. Analisis ini berguna untuk melunasi kewajiban perusahaan saat ini atau jangka pendek. Di sisi lain, untuk mengetahui apakah suatu perusahaan likuid atau tidak dapat ditentukan dengan membandingkan komponen neraca, seperti total aktiva lancar dan total pasiva lancar.

Kelebihan Cash Ratio

Menghitung rasio kas perusahaan memiliki dua keuntungan utama. Cash ratio dapat menentukan tingkat keamanan likuiditas dan mengatasi berbagai masalah likuiditas suatu perusahaan. Mengetahui nilai rasio lancar membantu manajemen mengambil langkah-langkah strategis. Langkah ini nantinya berguna sebagai solusi untuk menyelamatkan status keuangan perusahaan Anda jika terjadi masalah. Oleh karena itu, manajemen suatu perusahaan harus menjaga nilai rasio kasnya secara berkala dalam jangka waktu tertentu agar perusahaan dalam kondisi keuangan yang baik dan dapat menjalankan semua kegiatan operasional dengan lancar.

Rumus Cash Ratio untuk Hitung Liabilitas Perusahaan
sumber: freepik.com

Perhitungan Cash Ratio

Untuk menghitung cash ratio, Anda dapat menggunakan rumus berikut.

Cash ratio = (kas + setara kas) / hutang lancar

Dalam perhitungan ini, uang tunai atau kas menjadi metode pembayaran untuk transaksi. Sementara, setara kas adalah produk investasi yang sangat likuid dan berjangka pendek yang dapat dikonversi menjadi sejumlah kas tetap dalam waktu singkat tanpa mengkhawatirkan risiko fluktuasi nilai. Hutang lancar merupakan hutang perusahaan. Hutang ini harus segera perusahaan lunasi dalam waktu satu tahun atau dalam siklus bisnis.

Langkah Menerapkan Cash Ratio

Cash ratio merupakan rasio likuiditas paling ketat karena hanya menggunakan aset yang paling likuid, yaitu setara kas. Jika nilai rasio kas adalah 1,0, artinya perusahaan  memiliki cukup uang untuk membayar hutang jangka pendek. Sedangkan jika nilainya <1,0, berarti perusahaan tidak memiliki cukup kas atau setara kas untuk membayar kewajibannya. Kemudian apabila nilainya >1,0, berarti perusahaan memiliki cukup kas 

Faktor yang Mempengaruhi Cash Ratio

Selain nominal, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat cash ratio suatu perusahaan. Faktor-faktor tersebut adalah: industri, kondisi ekonomi, pertumbuhan, rasio kas yang tinggi, dan risiko. Berikut kami rangkum penjelasan mengenai kelima faktor tersebut.

Industri

Industri yang berbeda memiliki standar rasio kas yang berbeda pula. Jika beberapa industri memiliki cadangan kas yang rendah, mungkin karena industri tersebut sering menggunakan uang tunai untuk membeli aktiva atau aset tertentu. Oleh karena itu, nilai rasio kasnya akan kurang dari 1,0. Sehingga perusahaan dalam industri tersebut harus dapat menyimpan kas agar nantinya dapat membayar seluruh kewajibannya untuk mencapai nilai arus kas setara 1,0.

Kondisi Ekonomi

Stabilitas ekonomi juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi arus kas di suatu negara. Hal ini karena kondisi ekonomi memiliki dampak langsung dan besar terhadap kelancaran bisnis perusahaan. Jika situasi ekonomi atau politik suatu negara menjadi tidak jelas dan tidak terarah, banyak perusahaan akan mengeluarkan uang untuk meningkatkan rasio kas mereka.

Pertumbuhan

Bisnis yang sedang tumbuh dengan cepat besar kemungkinannya untuk  menyimpan kebanyakan uang tunainya untuk memenuhi kebutuhan operasional mereka yang tengah berkembang pesat.

Rasio Kas yang Terlalu Tinggi

Jika cash ratio terlalu tinggi, artinya pemanfaatan aset perusahaan tidak terlaksana secara efisien. Alih-alih hanya menyimpan uang tunai, ada baiknya untuk mengizinkan perusahaan menggunakan dana tersebut untuk menginvestasikannya. Investasi ini nantinya akan memberikan keuntungan pasif bagi perusahaan. Jadi, perusahaan mampu memanfaatkan rasio kas yang tinggi dan menghasilkan keuntungan lagi. Kelola aset perusahaan dengan efisien dengan bantuan software manajemen aset secara real-time.

Risiko

Pengusaha dengan toleransi terhadap risiko yang rendah, lebih mungkin untuk menyimpan semua uang mereka untuk berjaga-jaga. Namun di sisi lain, pemilik bisnis yang toleran terhadap risiko tinggi lebih cenderung menggunakan kelebihan uang tunai untuk membeli aset lain yang tidak efisien.

Tips Sukses Mengoptimalkan Nilai Cash Ratio

Sebagai seorang yang menjalankan bisnis, Anda dapat meningkatkan rasio kas dengan menyimpan pendapatan bersih Anda dalam bentuk uang tunai atau setara kas. Pilihan lainnya adalah dengan mengurangi kewajiban pembayaran atau mengurangi biaya operasional. Sebaliknya, jika rasio kas perusahaan Anda terlalu tinggi, Anda dapat membelanjakan uang tunai tersebut untuk investasi jangka panjang. Maka tidak heran jika seorang kreditur atau pemberi pinjaman ingin mengetahui tentang rasio kas dari suatu perusahaan. Beberapa dari mereka sudah puas dengan nilai cash ratio yang wajar dengan menggunakan indikator likuiditas lainnya seperti current ratio dan quick ratio.

Analisis Rasio Kas

Rumus Cash Ratio untuk Hitung Liabilitas Perusahaan
sumber: freepik.com

Investor dan kreditur dapat menggunakan rasio kas perusahaan untuk menentukan bagaimana kondisi keuangan perusahaan. Oleh karena itu, dalam jangka pendek, rasio kas dapat berguna sebagai indikator yang baik daripada menggunakan indikator likuiditas lainnya. Secara intuitif, nilai rasio kas yang tinggi berarti perusahaan memiliki cukup waktu  untuk membayar utangnya. Dalam praktiknya, tidak ada nilai yang pasti mengenai rasio kas minimum yang menjadi syarat bagi perusahaan. Namun secara umum, investor dan kreditur menerima rasio antara 0,5 dan 1,0.

Metrik ini dapat memberikan panduan paling konservatif untuk nilai uang tunai perusahaan, karena rasio kas hanya menambahkan uang tunai dari aset dan setara kas ke persamaan. Namun, penting untuk diingat bahwa perusahaan biasanya tidak  banyak berhubungan dengan aset dalam bentuk kas atau setara kas. Hal ini karena uang tunai yang belum bergerak bukanlah investasi yang baik bagi perusahaan dan tidak menghasilkan keuntungan.

Kesimpulan

Cash ratio merupakan suatu perbandingan antara total kas dan setara kas suatu perusahaan dengan kewajiban lancarnya. Investor dan kreditor menggunakan rasio kas perusahaan untuk menentukan bagaimana kondisi keuangan perusahaan dalam memberikan suntikan dana. Untuk menghitung rasio kas secara otomatis, Anda dapat menggunakan sistem akuntansi terbaik dari HashMicro. Anda juga dapat mengintegrasikan dengan sistem CRM sales dari HashMicro untuk melancarkan arus kas. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sistem ERP, klik di sini.

accounting software hashmicro

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Anak Agung Istri Karlita Aprilianti
Junior Creative Content Writer at Hashmicro.

Coba Gratis Software HashMicro

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan DAPATKAN DEMO GRATISNYA!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA