{"id":38010,"date":"2024-01-05T08:11:06","date_gmt":"2024-01-05T01:11:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.hashmicro.com\/id\/blog\/?p=38010"},"modified":"2025-08-12T08:37:56","modified_gmt":"2025-08-12T01:37:56","slug":"pentingnya-geographic-information-system-untuk-mengelola-industri-pertambangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hashmicro.com\/id\/blog\/pentingnya-geographic-information-system-untuk-mengelola-industri-pertambangan\/","title":{"rendered":"Sistem Informasi Geografis: Definisi dan Cara Kerja"},"content":{"rendered":"
Di tambang batubara Kalimantan, tim lapangan memeriksa jalur angkut sebelum hujan. Sementara itu, di perkebunan sawit Sumatera, manajer memantau tutupan lahan. Semuanya mengandalkan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk melihat kondisi lapangan secara akurat.<\/p>\n
Tanpa SIG, keputusan di lapangan sering bergantung pada peta statis dan laporan manual yang cepat kedaluwarsa. Satu kesalahan memilih lokasi pengeboran, menempatkan irigasi, atau menentukan jalur kapal dapat memicu kerugian besar dan mengganggu operasional sehari-hari.<\/p>\n
Maka dari itu, manajer yang telah lama berkecimpung di bidang yang membutuhkan geospasial tahu betapa pentingnya SIG yang mumpuni. Artikel ini akan mengulas peran SIG di sektor pengelolaan sumber daya alam, mulai dari komponen, format data, hingga tahapan kerjanya.<\/p>\n
\nKey Takeaways<\/b><\/span><\/h3>\n |