{"id":37959,"date":"2024-02-16T08:35:23","date_gmt":"2024-02-16T01:35:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.hashmicro.com\/id\/blog\/?p=37959"},"modified":"2026-01-19T14:42:42","modified_gmt":"2026-01-19T07:42:42","slug":"mengenal-engineering-control-pendekatan-dan-contoh-penerapannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hashmicro.com\/id\/blog\/mengenal-engineering-control-pendekatan-dan-contoh-penerapannya\/","title":{"rendered":"Mengenal Engineering Control, Pendekatan dan Contoh Penerapannya"},"content":{"rendered":"

Sering kali risiko K3 tidak terlihat saat audit dan baru muncul ketika operasional sedang berlangsung. Pada kondisi ini, titik kerja yang kurang aman dapat meningkatkan potensi terjadinya insiden.<\/p>\n

Di sinilah engineering control berperan dengan mengurangi risiko dari sumbernya melalui perubahan desain, peralatan, atau tata letak kerja. Metode ini efektif karena menekan paparan bahaya sejak awal proses kerja.<\/p>\n

Agar penerapannya tepat, perusahaan perlu memulai dari identifikasi risiko yang konsisten dan terdokumentasi. Setelah itu, bahaya kimia, biologi, fisik, ergonomi, psikologis, hingga radiasi dapat dikendalikan secara terukur.<\/p>\n\n\n\n
\n

Key Takeaways<\/b><\/span><\/h3>\n