{"id":2875,"date":"2023-08-02T10:40:42","date_gmt":"2023-08-02T03:40:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.hashmicro.com\/id\/blog\/?p=2875"},"modified":"2026-02-12T22:07:47","modified_gmt":"2026-02-12T15:07:47","slug":"5-kesalahan-yang-harus-dihindari-staf-purchasing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hashmicro.com\/id\/blog\/5-kesalahan-yang-harus-dihindari-staf-purchasing\/","title":{"rendered":"5 Kesalahan yang Harus Dihindari Staf Purchasing"},"content":{"rendered":"
Dalam proses bisnis, divisi purchasing memegang peran vital karena menentukan kelancaran rantai pasok perusahaan. Namun, tidak jarang staf purchasing melakukan kesalahan yang berakibat pada terganggunya operasional, mulai dari keterlambatan pengadaan hingga meningkatnya biaya produksi.<\/p>\n
Kesalahan kecil sekalipun bisa membawa dampak besar, misalnya stok menipis saat permintaan sedang tinggi, kontrak vendor yang merugikan, atau proses administrasi yang tidak rapi.<\/p>\n
Oleh karena itu, penting bagi staf purchasing untuk mengetahui kesalahan umum yang sering terjadi dan bagaimana cara menghindarinya melalui sistem e-procurement<\/a>. Dengan memahami risiko sejak awal, perusahaan dapat mengoptimalkan proses pembelian dan memastikan kebutuhan operasional terpenuhi dengan lebih efektif.<\/p>\n