{"id":183124,"date":"2026-01-07T15:49:05","date_gmt":"2026-01-07T08:49:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.hashmicro.com\/id\/blog\/?p=183124"},"modified":"2026-01-07T16:46:54","modified_gmt":"2026-01-07T09:46:54","slug":"excess-inventory","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hashmicro.com\/id\/blog\/excess-inventory\/","title":{"rendered":"Excess Inventory Adalah: Penyebab, Dampak, dan Strategi Mengatasinya"},"content":{"rendered":"

Excess inventory<\/strong> sering terlihat seperti stok aman, padahal itu uang tunai yang berhenti berputar dan diam-diam menggerus arus kas. Jika dibiarkan, tumpukan barang bisa berujung pada biaya gudang membengkak, barang rusak, atau jadi usang.<\/p>\n

Saat pengelolaan masih manual, tanda penumpukan biasanya baru terasa ketika margin sudah tergerus dan ruang gudang penuh. Dengan Software Inventory HashMicro<\/strong><\/a>, Anda bisa memantau pergerakan stok lebih akurat untuk mencegah overstock sejak dini.<\/p>\n

Di artikel ini, saya akan membahas definisi excess inventory, cara menghitung potensi kerugian, dan strategi pencegahan yang praktis. Tujuannya agar stok tetap likuid, gudang lebih efisien, dan profitabilitas terjaga.<\/p>\n\n\n\n
\n

Key Takeaways<\/b><\/span><\/h3>\n