{"id":134486,"date":"2024-03-18T10:34:46","date_gmt":"2024-03-18T03:34:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.hashmicro.com\/id\/blog\/?p=134486"},"modified":"2026-01-27T09:36:23","modified_gmt":"2026-01-27T02:36:23","slug":"transformasi-digital-supply-chain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hashmicro.com\/id\/blog\/transformasi-digital-supply-chain\/","title":{"rendered":"Mengapa Supply Chain Management Butuh Transformasi Digital?"},"content":{"rendered":"

Artikel sebelumnya telah membahas pentingnya transformasi digital dalam bisnis<\/a>. Selanjutnya, kami akan membahas tentang mengapa supply chain, salah satu aspek terpenting dalam bisnis, juga membutuhkan transformasi digital.<\/p>\n

Supply chain merupakan sistem yang kompleks dengan berbagai aspek dan proses yang meliputi tahap procurement, inventory, warehouse, hingga penjualan dan distribusi. Semua aspek tersebut vital bagi kelangsungan bisnis.<\/p>\n

Maka dari itu, peran digitalisasi dalam manajemen rantai pasokan sangat signifikan. Melansir survei dari Gartner<\/a>, transformasi digital supply chain akan meningkatkan revenue<\/i> perusahaan hingga 10%. Namun, ironisnya, hanya 15% dari perusahaan yang diriset menyiapkan diri untuk digitalisasi.<\/p>\n

Terlebih lagi, kompleksitas proses supply chain membuatnya rentan terhadap gangguan. Gangguan dalam rantai pasokan dapat mengakibatkan berbagai masalah, termasuk peningkatan biaya operasional, penundaan dalam pengiriman produk, kerugian reputasi, dan penurunan kepuasan pelanggan.<\/p>\n

Gangguan rantai pasokan dapat mengganggu kinerja perusahaan, sehingga mengancam kelangsungan bisnis dalam lingkungan yang kompetitif. Oleh karena itu, transformasi digital dalam supply chain management sudah merupakan keharusan, bukan lagi sebuah pilihan.<\/p>\n\n\n\n
\n

Key Takeaways<\/b><\/span><\/h3>\n